Setelah Jatuh ke Terendah Sejak 2010, Emas Rebound Di New York

Setelah Jatuh ke Terendah Sejak 2010, Emas Rebound Di New York

gold-emas-forexEmas naik dari terendah sejak 2010 dengan spekulasi bahwa kejatuhan bisa memicu pembelian. Metal mengalami minggu terburuk sejak April setelah ketua Federal Reserve Ben S Bernanke berkata bank sentral bisa menahan stimulusnya.

Harga tergelincir 6.4 persen kemarin, satu hari setelah Bernanke berkata bank sentral kemungkinan akan mengurangi $85 miliar pembelian hutang bulanan tahun ini dan mengakhiri program pembelian tersebut di 2014. Metal berharga ini menyentuh $1,268.70 per ons termurah sejak 16 September 2010. Permintaan pisik kembali aggresif kemarin dan overnight, di Eropa, menurut Kitco Metals Inc. perusahaan refiner dan riset metal berharga di Montreal.

Bullion telah jatuh 23 persen tahun ini, menuju kejatuhan tahunan terbesar sejak 1981, dengan sebagian investor kehilangan kepercayaan pada emas sebagai penyimpan barang berharga dan spekulasi berkembang bahwa the Fed akan meruncingkan pembelian hutangnya yang telah membantu memberikan energi bagi 12 tahun bullish melewati tahun lalu.

Emas berjangka untuk penyerahan Agustus bertambah 0.5% dan ditutup $1,292 di 1:49 p.m. di Comex New York. Harga-harga tumbang 6.9% minggu ini.

About author

You might also like

CFD News 0 Comments

Nikkei Terkoreksi Karena Yen Diminati, Sterling Belum Saatnya Beli Karena Isu Brexit

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Dollar Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, bergerak menguat dengan melonjak ke level tertinggi 3-minggu terhadap Greenback pada sesi perdagangan pasar Asia

CFD News 0 Comments

Gerak Apresiasi Euro Menguat, Perolehan Positif Jepang Terbayangi

Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD dilaporkan telah mampu bergerak menguat sekitar 0,08% menuju ke level tertinggi dalam kurun waktu 5-pekan di kisaran level 1.0774 pada sesi perdagangan pasar

Komoditas 0 Comments

Minyak Bertahan di Atas $98 Jelang Data Persediaan

Minyak diperdagangkan pada level tertinggi dalam enam pekan terakhir, diatas level $98 per barel, jelang data persediaan minyak AS dirilis oleh EIA hari ini. American Petroleum Institute kemarin merilis data

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image