Stanley Fischer Di Peru Buka Komentar, Greenback Rebound Atas Major

10985191_830440270363338_5066486742971725917_nPada sesi perdagangan pasar di hari Senin (12/ 10/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak kembali menguat atas mata uang mayor, sepertihalnya terhadap mata uang Australia, yaitu Aussie. Gerak rebound positif Greenback ini, telah menghentikan kondisi gerak reli negatif dalam kurun waktu delapan hari beruntun. Kondisi ini terjadi, setelah Stanley Fischer, yang adalah merupakan wakil ketua The Fed, telah turut serta dalam mendukung potensi kenaikan tingkat suku bunga yang hendaknya dilaksanakan pada pada akhir tahun ini.

Stanley Fischer telah bergabung pendapat dengan para pejabat Federal Reserve lainnya, yang termasuk juga ketua The Fed, Janet Yellen, dalam meningkatkan prospek pengetatan kebijakan pada akhir tahun ini. Presiden The Fed Atlanata, Dennis Lockhart, pada hari Jumat lalu telah mengatakan bahwa dia masih mengantisipasi kenaikan suku bunga di tahun 2015. Meskipun masih rethorika, para pelaku pasar menempatkan spekulasinya untuk kenaikan suku bunga di tahun ini di bawah 40%, setelah data NFP yang ternyata hasilnya di bawah estimsi telah memicu kecemasan bahwa pasar tenaga kerja masih belum stabil.

Telah dilaporkan bahwa Stanley Fischer pada hari Minggu pada pertemuan IMF di Peru, telah mengatakan bahwa di saat ekonomi Amerika mungkin cukup kuat untuk bertahan dengan kenaikan suku bunga pada akhir tahun 2015. Disampaikan bahwa para pembuat kebijakan The Fed saat ini sedang memonitor kondisi pasar kerja dan situasi internasional karena mereka sedang memikirkan untuk kapan harus bertindak.

Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie terkoreksi melemah, dengan bergerak turun dari level tertinggi dalam kurun waktu tujuh pecan. Mengenai gerak nilai apresiasi mata uang Selandia Baru, atau lazim disebut Kiwi, juga kembali terkoreksi melemah setelah adanya komentar dari Stanley Fischer, yang disampaikan pada pertemuan IMF di Peru pada akhir pekan lalu.

Para pembuat kebijakan Federal Reserve Amerika masih mungkin untuk naikan suku bunga pada tahun ini namun itu adalah “sebuah ekspektasi, bukan komitmen,” dan dapat berubah jika ekonomi global mendorong ekonomi Amerika keluar dari jalurnya, demikian yang diucapkan oleh Wakil Ketua Federal Reserve, Stanley Fischer.

Stanley Fischer, di sela-sela waktu pertemuan IMF di Peru telah mengatakan bahwa baik untuk waktu kenaikan suku bunga pertama kali dan untuk penyesuaian berikutnya pada suku bunga akan tergantung pada perkembangan di dalam perekonomian di masa mendatang. Dia mengatakan bahwa “ketidakpastian yang cukup besar” mengelilingi outlook ekonomi Amerika, khususnya yang telah menyeret ekspor akibat perlambatan pertumbuhan global dan investasi yang lemah karena penurunan di harga minyak dan apa yang dia sebutkan “kekecewaan” pada penurunan pertumbuhan kerja Amerika baru-baru ini.

Dia mengatakan bahwa dia merasa bahwa ekonomi Amerika masih menghasilkan jumlah lowongan kerja yang cukup untuk terus membuat kemajuan terhadap target pekerka maksimum dan bahwa inflasi pada akhirnya akan naik. Berdasarkan itu, dia mengatakan bahwa The Fed seharusnya tetap menjaga jalur kenaikan suku bunga mereka yang diperkirakan di bulan Oktober atau Desember.

Stanley Fischer “tidak muncul untuk tambahkan sesuatu yang baru terhadap pembahasan tentang kenaikan suku bunga,” demikian menurut ucapan dari analis JPMorgan Chase & Co. Sementara ini Stanley Fischer menegaskan bahwa sebagian besar anggota FOMC masih yakin bahwa suku bunga akan naik dalam jangka pendek dalam beberapa tahun kedepan, dia menyatakan ini sebagai harapan bukan komitmen, yang mengacu kepada FOMC, tambah analis JPMorgan Chase & Co tersebut.

Perlambatan di dalam gerak laju pertumbuhan ekonomi di China dan juga dengan adanya dampak potensi di seluruh dunia telah membuat pihak berwenang dari Federal Reserve tengah menahan diri untuk bertindak mengubah kebijakan suku bunga pada pertemuan terakhir mereka di bulan September lalu. Spekulasi para pelaku pasar global bahwa The Fed tidak akan menahan diri dalam mengekang stimulus telah memicu kembali bangkitnya pasar ekuitas global, rebound dari kinerja kuartalan terburuk mereka dalam empat tahun.

Membahas tentang pergerakan nilai harga dari komoditas emas hitam, telah dilaporkan bahwa, perdagangan bursa komoditas berjangka di sesi perdagangan pasar di hari Senin (12/ 10/ 2015) ini, gerak nilai harga minyak terpantau diperdagangkan lebih tinggi. Hal ini terjadi karena adanya kondisi dimana ketika kekhawatiran atas ketegangan yang terjadi di wilayah Timur Tengah terus memicu perkiraan para pelaku pasar akan terjadinya hambatan atas pasokan minyak.

Telah dilaporkan pada perdagangan elektronik di NYMEX, bahwa Amerika pada sesi perdagangan pasar Asia hari ini bahwa, gerak nilai harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November terpantau naik sebesar 1.17% di level $50.00 US/ barel. Sedangkan untuk gerak nilai harga komoditas minyak premium Eropa, Brent Oil, pengiriman 0.57% di level $53.21 US/ barel di London.

Gerak nilai harga minyak akhirnya terlihat kembali menyentuh level $50 US/ barel sejak bulan Agustus kemarin. Kondisi ketika ketegangan yang terjadi di wilayah Timur Tengah, yang telah kembali memicu kekhawatiran para pelaku pasar global atas kemungkinan besar terganggunya jalur distribusi minyak.

Dukungan lain yang juga mendorong penguatan gerak nilai harga minyak mengalami kenaikan adalah, setelah dipengaruhi oleh sebuah data dari Baker Hughes. Laporan rilis data dari Baker Hughes tersebut menyatakan bahwa, tengah terjadinya penurunan sebanyak 9 titik pengeboran minyak di wilayah Amerika, dimana saat ini hanya berjumlah 605 pada pekan yang berakhir 9 Oktober lalu.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Aussie Melempem Di Tengah Koreksi Teknikal dan Fundamental

Mata uang aussie terpantau mengalami penurunan yang signifikan terhadap dollar AS pada sesi perdagangan hari ini (11/4). Dollar Australia tersebut mengalami koreksi teknikal setelah pada perdagangan kemarin melejit kencang hingga

Berita 0 Comments

Yen Mampu Beri Tekanan sedikit Terhadap USD

Pada sesi pasar Asia hari Jumat (24/ 10/ 2014) ini, apresiasi mata uang Jepang, yen, bergerak menguat untuk pertama kalinya terhadap mata uang USD dalam tujuh hari terakhir. Hal ini

CFD News

Hasil Tankan Dirilis, Nikkei dan Yen Koreksi

Don’t use conditioner once your your locks are incredibly greasy. In case your locks is greasy, it currently has an ample amount of its unique normal fats to guard it,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image