Sterling dan Yen Tertekan Kondisi Pasar, Asumsi Pasar USD Masih Positif

Sterling dan Yen Tertekan Kondisi Pasar, Asumsi Pasar USD Masih Positif

419526_411072608947528_255875050_nMata uang USD secara umum menunjukkan pergerakan naik terhadap beberapa mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 81.07 di awal perdagangan. Indeks mata uang tersebut telah menguat sekitar 9 pips atau sekitar 0.11 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 81.16. Menjelang laporan dari Bureau of Economic Analysis Amerika yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai perdagangan internasional, pergerakan mata uang USD bergerak naik tipis. Para pelaku pasar menduga adanya perkembangan positif pada sektor ini, dan defisit perdagangan diharapkan agak sedikit menipis. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa indikator Trade Balance dapat menunjukkan kinerja yang menguntungkan dan diharapkan mengalami peningkatan ke angka -38.7B dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -38.8B. Pada pergerakan indeks mata uang di pasar spot, mata uang USD terpantau bergerak menguat merespon dini perkembangan tersebut.

Pada sesi siang di perdagangan hari Selasa (12/ 11/ 2013), nilai apresiasi mata uang yen kembali terpuruk hingga diperdagangkan di atas kisaran 99 terhadap mata uang USD. Kondisi pergerakan harga ini sekaligus mencatat level terlemahnya dalam dua bulan terakhir. Pelemahan apresiasi mata uang Jepang, yen, selain itu juga akibat adanya dampak dari melebarnya perbedaan yield obligasi Amerika bertenor 30 tahun terhadap obligasi Jepang bertenor 30 tahun. Data-data ekonomi Amerika yang kian membaik belakangan ini turut menjadi pemicu pendorong kenaikan yield obligasinya. Nilai apresiasi mata uang yen hari ini di transaksikan pada kisaran level harga 99.55 setelah terpuruk hingga 99.59 terhadap USD. Sementara pada penutupan perdagangan sesi hari Senin kemarin, mata uang negeri sakura itu tercatat berakhir pada level harga 99.15 setelah sepanjang sesi itu sempat anjlok hingga ke level harga 99.30. Pelemahan mata uang yen terutama akibat berlanjutnya penguatan mata uang USD. Penguatan ini terjadi seiring kian kencangnya hembusan isu tapering yang terus bergulir dalam sentimen pasar saat ini. Mengacu data tenaga kerja yang kian membaik yang di rilis pekan lalu, bank sentral Amerika diperkirakan akan mulai mengurangi stimulus lebih awal dari jadwal semula. Berdasarkan survei yang dilakukan Reuters, mayoritas pelaku pasar memprediksi stimulus akan mulai dikurangi sebelum bulan Maret tahun depan. Bahkan sejumlah pemerhati pasar memprediksi tapering akan dilakukan bulan Desember.

Dari Inggris dilaporkan, mata uang sterling melemah apresiasinya untuk hari ke-2 beruntun terhadap mata uang USD sebelum rilis Laporan Inflasi kuartalan Bank of England dan data pekerjaan Inggris pada hari Rabu. Gubernur Mark Carney dijadwalkan untuk menyajikan proyeksi ekonomi terbaru dalam laporan Inflasi tersebut, dengan bank sentral diharapkan akan menaikkan outlook ekonomi. Sementara meskipun data hari Selasa diperkirakan akan menunjukkan inflasi tahunan yang lebih lambat, sejumlah analis menilai hal itu tidak akan berdampak banyak terhadap mata uang sterling. “Sterling kembali diperdagangkan sedikit melemah. Sebagian pelaku pasar mungkin masih bertanya-tanya apakah Laporan Inflasi yang lebih positif telah sepenuhnya diantisipasi. Hal itu yang nampaknya membuat mereka mengawali pekan ini dengan outlook yang lebih berhati-hati,” demikian kata Paul Robson, analis forex pada Royal Bank of Scotland Group Plc di London.

About author

You might also like

Jepang Pantau Terus Perkembangan Seputar Brexit, Pelemahan Minyak Tak Hiraukan Rilis Data Positif

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling tengah mengalami gerak penguatan atas Greenback. Para pelaku pasar tampaknya mulai mengabaikan hasil jajak pendapat terbaru mengenai dukungan Brexit atau Inggris keluar

Berita 0 Comments

Yen Menguat terhadap Dollar Efek Sentimen Negatif Dollar AS

Pada perdagangan hari ini mata uang yen Jepang terpantau mengalami peningkatan terhadap dollar AS (10/4). Mata uang Jepang ini berbalik melemah terhadap dollar setelah kemarin tampak mengalami koreksi. Hari ini

Forex News 0 Comments

Dollar Bergerak Dekat $1.10 Vs. Euro Setelah Data Yang Buruk Semalam

Dollar AS diperdagangkan di dekat level $1.10 per euro seiring mengecewakannya data ekonomi yang mendorong investor untuk menyesuaikan outlook mereka setelah pertemuan Federal Reserve pekan lalu. Laporan ekonomi AS pada

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image