Sterling Menguat Atas Greenback, Minyak Terancam Koreksi

1970_1234096_589328114458555_7328847660397350451_nGerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan tengah bergerak menguat atas Greenback pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah sempat bergerak menguat sekitar 0.57%. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah sempat mencapai level 1.3259.

Juga dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi cross mata uang GBP/ JPY telah bergerak melejit sekitar 1.43% di kisaran level 140.13. Hal tersebut terjadi, karena penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Sterling ditopang oleh adanya ekspektasi arus modal masuk, setelah Softbank asal Jepang menyetujui pembelian saham ARM yang merupakan produsen chip senilai $32.2 milyar.

Kondisi tersebut seharusnya dapat membantu menutupi kondisi defisit neraca berjalan Inggris. Gerak nilai apresiasi mata uang Sterling melanjutkan penguatan, juga karena adanya pernyataan dari pejabat BoE, Martin Weale. Martin Weale, beropini bahwa rapat moneter bulan mendatang belum dapat dipastikan ada pemangkasan suku bunga.

Komentar Martin Weale tersebut, cukup kontras dengan pendapat dari para anggota dewan BoE lainnya. Mereka memperkirakan bahwa, pemangkasan suku bunga akan dilakukan oleh BoE, seiring ekspektasi bahaya resesi di negara Inggris.

Martin Weale yang dipertimbangkan hawkish, akan pensiun setelah rapat kebijakan moneter bulan depan. Martin Weale juga menghimbau kepada para pebisnis dan para konsumen, untuk tidak perlu panik setelah voting Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa pada bulan lalu.

Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling dilaporkan telah menyentuh level tertinggi intraday paska komentar Martin Weale. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa, meredanya sentimen negatif pasar global setelah aksi kudeta Turki berhasil digagalkan juga turut menjadi katalis positif atas gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling.
Gerak nilai harga di bursa saham Amerika dilaporkan telah ditutup di rekor tertinggi pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Senin.

Hal tersebut terjadi, seiring Bank of America menambah momentum positif dan juga ditopang oleh kepercayaan konsumen menjelang musim earnings. Mengikuti Citigroup dan JPMorgan Chase pada pekan lalu, Bank of America saat ini menjadi lembaga keuangan ketiga yang melampaui perkiraan laba untuk kuartal kedua.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average dilaporkan berakhir sekitar 16 poin lebih tinggi, dengan saham Goldman Sachs dan Home Depot berkontribusi terhadap sebagian besar penguatan. Gerak nilai harga indeks saham blue chips telah memperpanjang gerak penguatan beruntun untuk hari ketujuh, dengan dalam kurun waktu lima hari beruntun ditutup dengan rekor baru.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average telah diperdagangkan sekitar 0.9% lebih tinggi. Penguatan gerak nilai harga indeks saham Dow Jones, dipimpin oleh gerak penguatan dari nilai harga saham perusahaan DuPont, Home Depot dan Apple.

Gerak nilai harga saham perusahaan teknologi raksasa menembus level $100 untuk pertama kalinya sejak 6 Juni. Gerak nilai harga saham Merck adalah beban terbesar dalam gerak nilai harga indeks Dow Jones Industrial Average.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah ditutup sekitar setengah persen lebih tinggi. Penguatan gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dipimpin oleh penguatan gerak nilai harga saham perusahaan di sektor teknologi informasi dan kebutuhan konsumen.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 telah diperdagangkan di atas level 2,100, naik hampir seperempat persen. Gerak nilai harga saham perusahaan di sektor teknologi informasi dan kebutuhan konsumen menambah penguatan gerak nilai harga indeks saham. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga saham perusahaan sektor energi dan telekomunikasi telah memimpin lima sektor lebih rendah.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite dilaporkan juga telah turut diperdangkan secara menguat. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite dilaporkan telah bergerak menguat, dengan bergerak naik lebih dari setengah persen, dan telah ditutup di kisaran level harga 5,055.78.

Gerak nilai harga komoditas minyak Amerika, dilaporkan telah diperdagangkan dengan secara melemah. Gerak nilai harga komoditas minyak Amerika telah terkoreksi, dengan bergerak merosot sekitar 0,75% sehingga menjadi $45.20 US/ barel pada sesi perdagangan pasar di hari Senin.

Hal tersebut terjadi, seiring dengan adanya peningkatan stok minyak mentah dan bahan bakar. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran para pelaku pasar tentang akan semakin melimpahnya pasokan komoditas minyak di pasar global.
Laporan Genscape menunjukkan bahwa, persediaan di titik pengiriman Cushing, Oklahoma, mengalami kenaikan sebesar 26.460 barrel dalam pekan yang berakhir 15 Juli. Persediaan komoditas minyak di titik pengiriman Cushing, Oklahoma, adalah merupakan acuan untuk gerak nilai harga komoditas minyak mentah berjangka Amerika.

Dilaporkan oleh pihak dari Morgan Stanley bahwa, angka permintaan untuk bahan bakar seperti solar dan bensin telah tertinggal oleh petrokimia. Karena kondisi tersebut, sehingga mempersuram prospek gerak nilai harga komoditas minyak. Pihak Morgan Stanley menambahkan bahwa, tantangan dari fundamental telah meningkat, walaupun keseimbangan antara pasokan dan permintaan diharapkan akan dapat tercapai pada pertengahan 2017.

About author

You might also like

Umum 0 Comments

Pasar Tunggu NFP, Laporan Jepang Defisit

Mata uang USD diperdagangkan pada level terendah sejak bulan Ferbuari terhadap mata uang utama akibat spekulasi Federal Resereve akan tetap mempertahankan program stimulus moneter hingga awal tahun depan. Rilis data

Berita 0 Comments

Mulai Terkoreksi Melemah Dan Lama Akan Bearish, Pasar Mulai Lepas Emas

Penyelesaian sesi perdagangan komoditi emas pada akhir minggu lalu terdapat pergerakan penguatan yang cukup dan tercatat merupakan level keuntungan selama lima sesi perdagangan berturut. Meski demikian, namun sayangnya keuntungan tersebut

Komoditas 0 Comments

Para Pelaku Pasar Lakukan Aksi Jual Atas Greenback, Kenaikan Harga Minyak Tak Kuasa Dongkrak Bursa Saham

Gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan telah bergerak lebih rendah terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar melakukan tindakan aksi jual

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image