Sterling Sempat Koreksi, Pasar Tunggu Trump dan The Fed

1209311_312851242192588_666557041_nGerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD dilaporkan telah sempat terkoreksi kuat, bergerak melemah anjlok ke bawah level $1.24 pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin. Para pelaku pasar fokus pada kecemasan Brexit menyusul pemilu tambahan di Inggris pekan lalu, yang menunjukkan partai konservatif di bawah pimpinan Perdana Menteri Theresa May memenangkan distrik Partai Buruh.

Gereak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah bergerak melemah turun ke level rendah 1.2390 pada awal sesi perdagangan pasar Asia, sebelum kembali pulih untuk diperdagangkan di kisaran 1.2425 saat ini. Para pelaku pasar juga mengatakan laporan dari Times of London yang menunjukkan bahwa Theresa May sedang bersiap untuk usulan referendum kedua dari Skotlandia bersamaan dengan pelaksanaan Article 50.

Mengingat referendum Skotlandia pada awal September 2014 silam, gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling terkoreksi anjlok cukup tajam dan cepat. Kondisi ini merupakan waktu yang tepat dan mudah untuk mengambil posisi sell pada Sterling, demikian menurut analis.

Gerak nilai harga di bursa saham Tokyo dilaporkan telah bergerak melemah, jatuh pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Hal tersebut terjadi, disebabkan aksi ambil untung dan pelemahan harga saham emiten otomotif karena apresiasi yen. Hal ini menahan pasar mencetak rekor lagi mengikuti Wall Street.

Dilaporkan bahwa pada penutupan sesi perdagangan pasar, gerak nilai harga indeks saham Nikkei terkoreksi 0,47 %, atau sekitar 90,45 poin, menjadi 19.347,53. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks Topix turun 0,17 %, atau 2,62 poin, menjadi 1.551,07.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 turun karena profit taking para pelaku pasar saat mendekati level “psikologis penting” 19.500. Sebelumnya, semalam, Wall Street melesat setelah data menunjukkan inflasi Amerika Serikat mencapai level tertinggi empat tahun sepanjang Januari, memicu keyakinan pelaku pasar akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Meski demikian, namun indeks Dow Jones rawan terkena aksi ambil untung ketika Presiden Trump benar-benar mengumumkan rencannya. Rencana dari Presiden Donald Trump tersebut adalah, dengan melakukan kebijakan pemotongan pajak karena dinilai sudah terlalu tinggi, demikian pernyataan Mitsushige Akino, fund manager di Ichiyoshi Asset Management.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan bergerak menguat ke $54.10 pada hari sesi perdagangan pasar di hari Senin. Para pelaku pasar menunggu laporan terbaru output minyak mentah bulan Februari pada awal pekan ini dan angka permintaan terbaru pada akhir bulan ini dari International Energy Agency (IEA).

Para pelaku pasar pada pekan ini akan fokus pada pidato Donald Trump di hadapan Kongres pada hari Selasa untuk rincian lebih lanjut pada janjinya terhadap reformasi pajak, deregulasi dan belanja infrastruktur. Selain itu, juga aka nada beberapa pidato pejabat The Fed, dengan yang paling penting pidato Janet Yellen pada hari Jumat.

Selain itu, para pelaku pasar juga menantikan informasi mingguan terbaru cadangan minyak mentah Amerika dan produk olahan pada hari Selasa dan Rabu untuk mengukur kekuatan permintaan di negara konsumen minyak terbesar di dunia. Pada pekan lalu, harga minyak berakhir lebih rendah pada hari Jumat, menjauh dari level terkuatnya sejak Januari karena kecemasan terhadap kenaikan produksi dan tingginya cadangan di Amerika yang imbangi optimisme bahwa OPEC dan rekannya masih solid dalam menjalankan komitmen untuk mengurangi produksi.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Emas Sempat Rebound, Arah Masih Bearish

Pada sesi perdagangan hari Selasa (23/ 09/ 2014) kemarin, harga emas diperdagangkan menguat. Harga emas rebound mencapai level tetinggi hariannya pada level harga $1,236.15 US sebagai aksi profit taking oleh

Fundamental 0 Comments

Data Ekonomi Jepang Dirilis Mix, Ada Peluang Kerjasama Di Sektor Besi Baja Antara China dan Jepang

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang negara Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, atau Sterling, tengah mengalami gerak koreksi bearish. Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling tampak tertekan, bergerak

Fundamental 0 Comments

Koreksi Landa Greenback Pada Sesi Minggu Lalu, BoE Tak Buru-buru Naikkan Suku Bunga

Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu, gerak nilai apresiasi mata uang Sterling terkoreksi anjlok ke titik terendah dalam 3 ½ bulan terhadap mata uang USD. Kondisi pelemahan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image