Sterling Tergilas Greenback dan Yen, Minyak Tampak Menggeliat

11130170_821796094561089_8992787554848835043_nGerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan telah bergerak melemah turun terhadap Greenback di awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa, meneruskan tren gerak pelemahannya. Hal tersebut terjadi, pasca pemangkasan suku bunga dan stimulus besar dari Bank of England (BoE) pada hari Kamis pada pekan lalu.

Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD dilaporkan telah bergerak turun sekitar 60 poin. Juga telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi cross mata uang GBP/ JPY bergerak melemah lebih dari 70 poin.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis pekan lalu, pihak berwenang dari BoE tidak saja hanya memberikan stimulus yang besar yaitu paket pembelian aset sebesar 435 miliar Poundsterling. Pihak berwenang dari BoE juga menurunkan proyeksi pertumbuhan utnuk tahun depan dan mensinyalkan pelonggaran moneter lanjutan.

Indikator ekonomi negara Inggris hari ini, rilis laporan data produksi industri dan neraca perdagangan bulan Juni, akan menjadi sentimen perdagangan baru untuk gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling. Produksi manufaktur diekspektasikan positif akan lebih baik pada bulan Juni, begitu pula defisit perdagangan diperkirakan akan menyempit.

Meski demikian, namun para pelaku pasar masih cukup skeptis menilai kedua data terutama dengan beberapa data mengecewakan semenjak keputusan Brexit bulan Juni. Penurunan produksi industri dinilai tidak akan mengejutkan mengingat angka PMI yang rendah.

Walaupun demikian, namun konfirmasi defisit perdagangan Inggris yang menyempit akan menjadi sinyal positif untuk Inggris. Hal tersebut berkesempatan untuk bisa berpeluang menopang gerak nilai apresiasi Sterling.

Gerak nilai harga di bursa saham Jepang dilaporkan telah bergerak flat di awal perdagangan pasar di hari Selasa (09/ 08/ 2016). Hal tersebut terjadi, setelah adanya gerak reli lebih dari 2% di sesi perdagangan pasar di awal pekan kemarin.

Berlanjutnya pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen terhadap Greenback pada hari Senin kemarin, telah menjadi pendongkrak kinerja Nikkei selain optimisme akan membaikan ekonomi Amerika yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Diulaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY terlihat masih bergerak mendatar pada hari ini.

Selain itu gerak nilai harga komoditas minyak mentah yang naik mendekati level tertinggi dalam kurun waktu dua pekan terakhir, juga memberikan sentimen positif di pasar. Adanya kabar yang menyebutkan beberapa anggota OPEC akan mengadakan pembicaraan untuk membatasi produksi membuat minyak menguat lebih dari 2% di hari Senin.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures telah diperdagangkan di kisaran level harga 16650. Juga dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham spot Nikkei berada di kisaran level harga 16.655,19.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak menguat, melejit hampir sebesar 3% pada hari Senin. Hal tersebut terjadi, di tengah spekulasi bahwa OPEC akan mencoba untuk membatasi output, meredakan kecemasan suplai minyak yang berlebih yang telah menekan harga minyak ke level rendah 3-bulan pekan lalu.

Kenaikan gerak nilai harga komoditas minyak mentah terjadi setelah Wall Street Journal pada akhir pekan lalu melaporkan bahwa negara-negara OPEC seperti Venezuela, Ekuador dan Kuwait ingin untuk kembali membangun kerjasama antara 14-negara Organization of the Petroleum Exporting Countries dan negara non-OPEC seperti negara Rusia. Gagasan terakhir kandas di bulan April, setelah pihak Arab Saudi menolak diskusi di Doha, Qatar, terkait penolakan Iran untuk bergabung dalam pembekuan produksi minyak.

Menteri energi Qatar dan presiden OPEC Mohammad bin Saleh al-Sada mengatakan dalam pernyataan bahwa negara-negara anggota OPEC terus berdeliberasi mengenai cara dan sarana untuk membantu mengembalikan stabilitas dan permintaan untuk pasar minyak. Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa pertemuan informal negara anggota OPEC dijadwalkan akan digelar pada sela-sela International Energy Forum di Aljazair yang akan diselenggarakan pada tanggal 26-28 September nanti.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Data Rilis Amerika Ditunggu Pasar

Pergerakan pasar mata uang di hari Jumat (05/ 09/ 2014), mata uang USD telah diperdagangkan menguat terhadap mata uang utama lainnya hari ini, menjelang data ekonomi Amerika malam ini. Biro

Berita 0 Comments

Dinantikan Geliat Harga Emas Jelang FOMC

Pada sesi perdagangan hari Senin (27/ 10/ 2014) siang ini, gerak harga emas tercatat menurun di posisi terendah dalam enam minggu. Hal ini terjadi karena terjadinya sentiment para pelaku pasar

Berita 0 Comments

Yen Menggeliat Nilai Apresiasinya, Bursa Saham Asia Mulai Koreksi

Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari Selasa ini masih melanjutkan gerak penguatan terhadap Greenback. Gerak penguatan nilai apresiasi mata

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image