Sterling Terkoreksi Akibat Inflasi, Pasar Fokus Ke Amerika

Sterling Terkoreksi Akibat Inflasi, Pasar Fokus Ke Amerika

Laju inflasi CPI negara Inggris tengah mengalami penurunan 2.4% di tahun ini dibawah estimasi sebelumnya yaitu 2.6%, dan lebih rendah dibanding sebelumnya 2.8%. Hal ini disebabkan oleh jatuhnya harga minyak tahun ini. Harga ritel turun tajam ke 2.9% dari sebelumnya 3.3%. Data inflasi yang penting selain CPI adalah laporan PPI yang dapat memberikan konfirmasi atas berkurangnya tekanan harga inflasi, dimana input PPI jatuh secara konsisten menjadi -2.3% jauh dibawah estimasi -1.2%.

Penurunan laju inflasi yang terus berlanjut ini dikombinasikan dengan kondisi ekonomi yang masih lamban secara keseluruhan telah membuka peluang penambahan QE dan rate cut, sehingga berdampak negatif untuk mata uang sterling. Apresiasi GBP/ USD saat ini melemah tajam -0.41% di level 1.5191, setelah sempat meraih titik terendah intraday di 1.5184 dan level tertinggi hariannya di 1.5274. Fokus perhatian para pelaku pasar saat ini beralih pada pernyataan Bernanke pada pertemuan kongres yang akan diadakan pada hari rabu (22/ 05/ 2013), memicu spekulasi pemangkasan obligasi sebesar $85 milyar per bulan yang dilakukan oleh bank sentral Amerika yang lebih cepat dari yang diperkirakan. Gubernur Bank Sentral Amerika wilayah Chicago, Charles Evans, telah menyatakan bahwa kemajuan ekonomi Amerika khususnya di pasar tenaga kerja masih perlu untuk berkesinambungan. Walaupun dia masih cukup optimis tahun 2013 akan menjadi titik balik ekonomi Amerika. Pernyataan Evan ini menjadi indikasi bagi pasar sejauh mana The Fed akan mengakhiri kebijakan pembelian obligasi. Selama ini, setiap bulannya Bank Sentral Amerika ini mengeluarkan setidaknya 85 milyar USD untuk belanja obligasi. Bulan lalu, Evans yang menjadi anggota Komisi Pasar Bebas Amerika, menyatakan The Fed sebaikanya mengakhiri kebijakan pembelian obligasi tersebut daripada memperlambat atau menurunkan perlahan pembeliannya. Sebagaimana dijadwalkan, Komisi Pasar Bebas Amerika akan mengadakan pertemuan pada bulan Juni nanti.

Mata uang USD terkoreksi turun dalam perdagangan hari Senin (20/ 05/ 2013), meskipun masih berada di kisaran harga dekat dengan level tertingginya dalam lima tahun terakhir ini terhadap mata uang Negara Jepang, yen. Hal ini terjadi setelah pernyataan dari Guberbur Bank Sentral Amerika, The Fed, Chicago, Charles Evans, bahwa pasar tenaga kerja perlu mendapat perhatian lebih lagi. Apresiasi USD/ JPY terkoreksi ke 102.33 dari sebelumnya di kisaran harga 102.97. Dan untuk pertama kalinya USD telah menembus 103 pada sesi pasar Jumat minggu lalu sejak bulan Oktober 2008.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Emas dan Major Currencies Menggeliat Kencang Semalam

Gerak harga emas berjangka dilaporkan bergerak naik pada hari Kamis dini hari pagi. Gerak harga emas menguat naik setelah adanya rilis laporan FOMC The Fed. Setelah pertemuannya, The Fed mengungkapkan

Komoditas 0 Comments

Emas Semakin Terhempas Setelah Data Rilis Amerika Positif

Perdagangan emas di sesi pasar Amerika pada Selasa ( 25/ 06/ 2013) kemarin, diawali dengan kenaikan harga emas. Meski demikian, namun kemudian diikuti dengan aksi jual lanjutan, menyusul data ekonomi

Forex News 0 Comments

Yen Jepang Menguat Akibat Tensi Tinggi Ukraina-Russia

Mata uang yen Jepang terpantau mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada sesi perdagangan hari ini (3/3). Yen terhadap dollar naik setelah para investor mulai was-was mengenai kemungkinan terjadinya perang antara

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image