Sterling Terkoreksi, Nantikan GDP

Sterling Terkoreksi, Nantikan GDP

Sterling diperdagangkan melemah di perdagangan sesi Asia hari ini setelah menguat tajam dalam dua hari beruntun terhadap dollar. Naiknya inflasi dan penjualan ritel Inggris menopang pergerakan sterling sebelumnya.

Office for National Statistic mengatakan inflasi Inggris bulan April naik sebesar 1,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya, di atas estimasi kenaikan sebesar 1,7% dan dari bulan sebelumnya ketika naik 1,6%. Sementara penjualan ritel di bulan April melonjak 1,3%, dari bulan sebelumnya, jauh di atas estimasi sebesar 0,4%. Data penjualan ritel di bulan Maret juga direvisi naik menjadi 0,5% dari sebelumnya 0,1%.

Terus meningkatnya harga rumah di Inggris memberikan risiko terjadinya bubble di pasar perumahan, yang memberikan tekanan bagi Bank of England untuk mengambil tindakan guna meredam kenaiakan harga rumah tersebut, salah satunya dengan menaikkan suku bunga. Selain itu minutes rapat terakhir Bank of England juga menunjukkan beberapa pejabat mulai lebih banyak membahas kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2007.

ONS hari ini akan merilis data GDP pengukuran kedua pada kuartal I, yang diperkirakan tidak berubah dari pengukuran pertama sebesar 0,8%. GBPUSD saat ini diperdagangkan pada kisaran 1.6890 atau melemah 0,06%.

About author

You might also like

CFD News

Pasar Nantikan Pertemuan Bank Sentral, Minyak Koreksi Kembali

jordan release dates december 2017jordan 9 space jam 2016buy jordan 11 space jam onlinegrey suede 11s onlinespace jam 11s flight club pricejordan 11 space jam 2016 on feetjordan 11 space

Umum

Minyak Balik Menguat, Aussie Terjang Greenback

adidas yeezy boost 350Yeezy Boost 350 For SaleYeezy Sneakersadidas yeezy 350 boostYeezy 3 AdidasAdidas Yeezy Boost 350 V2 For Saleadidas yeezy 750 boost for saleKanye West New ShoesAdidas Yeezy 750

Forex News 0 Comments

Inggris Hadapi Dilema Besar Jangka Panjang, USD Menggeliat Kembali

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan tengah meneruskan penguatan atas mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen. Kondisi tersebut terjadi, setelah dua petinggi Federal Reserve, John Williams dan Dennis

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image