Sterling Tunggu Rilis Data, China Luncurkan Kebijakan Baru

0a1y01e8947aGerak harga emas kembali diperdagangkan lebih rendah, merespon hasil data ekonomi Amerika yang dirilis dengan hasil yang campuran dan tertekan turun oleh lemahnya harga minyak kembali pada level terendah sejak 19 Maret lalu. Index USD mengalami tekanan yang cukup besar setelah dirilisnya data ADP dan Neraca Perdagangan Amerika, namun kembali berangsur menguat dan mencatatkan kerugian tipis merespon data terkahir pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Rabu semalam. Di sesi perdagangan pasar semalam, Index USD telah diperdagangkan dengan volatilitas yang cukup besar, ditutup hampir doji dengan kerugian yang juga cukup besar. Index USD ditutup turun sebanyak 12 poin atau 0.12% berakhir pada level 97.89.

Gerak harga emas spot dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Rabu (05/ 08/ 2015), dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $2.90 atau 0.27% dengan gerak harga berakhir pada level $1,084.10 US/ troy ons. Gerak harga emas spot sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,092.450 dan serendah $1,082.880. Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas spot telah mencatatkan angka kerugian sebesar $33.90 atau 2.99%. Untuk gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk kontrak Desember dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan Rabu (05/ 08/ 2015) dengan mengalami kerugian sebesar $5.10 atau 0.50% dengan gerak harga berakhir pada level $1,085.650 US/ ons.

Gerak harga emas cenderung diperdagangkan pada kisaran yang sempit selama sesi perdagangan semalam. Tertekan oleh ancaman pelemahan pertumbuhan ekonomi global karena harga minyak mentah dunia terus mencatatkan penurunan tajam pada level $45 US/ barrel. Telah dilaporkan bahwa US Crude Oil (Sept) ditutup turun sebanyak 59 sen atau 1.4% berakhir pada level $45.15 per barrel di New York Mercantile Exchange. Sementara Brent Crude ditutup turun sebanyak 40 sen atau 0.8% berakhir pada level $49.59 per barrel di London ICE Futures exchange.

Gerak harga emas batangan logam mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis (06/ 07/ 2015) ini masih terus stagnan. Harga buyback emas Antam juga tetap sama. Berdasarkan pada situs logam mulai Antam di hari Kamis (06/ 07/ 2015) ini, gerak harga emas batangan dipatok Rp 547.000/gram, sama seperti posisi pada perdagangan satu pekan terakhir. Adapun harga pembelian kembali oleh emiten berkode ANTM ini dari konsumen juga tetap di ke Rp 468.000/gram, sama seperti perdagangan kemarin. Berikut daftar harga emas Antam untuk perdagangan hari ini, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 253.800.000, pecahan 250 gram - Rp 127.000.000, pecahan 100 gram - Rp 50.850.000, pecahan 50 gram - Rp 25.450.000, pecahan 25 gram - Rp 12.750.000, pecahan 10 gram - Rp 5.130.000, pecahan 5 gram - Rp 2.590.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 547.000.

Gerak harga emas hanya sedikit merespon hasil data ADP Employment Amerika yang mencatatkan sebanyak 185K lapangan kerja baru selama periode Agustus, data dirilis lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya pada 215K (F) dan 229K (P). Menjelang pertengahan sesi perdagangan Amerika, harga emas kembali melemah menyusul dirilisnya data PMI Service Amerika yang dirilis naik pada level 55.7 selama periode Juni, data dirilis lebih baik dari perkiraan dan data sebelumnya pada 55.20 (F) dan 55.2 (P).

Dilaporkan bahwa mata uang dollar Australia, atau lazim disebut dengan Aussie, telah bergerak fluktuatif nilai apresiasinya. Nilai Apresiasi mata uang Aussie bergerak secara fluktuatif karena merespon data tenaga kerja Australia yang dirilis variatif. Mata uang negeri kanguru tersebut sempat bergerak menguat begitu data dirilis, dalam beberapa menit kemudian Aussie langsung berbalik melemah. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang AUD/ USD telah sempat diperdagangkan di kisaran level 0.7334, setelah sebelumnya menguat ke area 0.7393.

Telah dilaporkan oleh Biro Statistik Australia pada bulan Juli bahwa jumlah pekerja di Australia bertambah sebanyak 38.500, jauh lebih besar dari ekspektasi 10.200, dan penambahan bulan sebelumnya 7.300. Data bagus tersebut berbanding terbalik dengan tingkat pengangguran yang naik menjadi 6,3%, dari sebelumnya 6,0%. Tingkat pengangguran di bulan Juli tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Reserve Bank of Australia (RBA) pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa lalu mengatakan pasar tenaga kerja Australia terlihat menguat pasca rapat moneter. Data yang dirilis pada sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis (06/ 07/ 2015) ini sejalan dengan pernyataan tersebut, namun naiknya tingkat pengangguran yang melebihi ekspektasi ekonom sebesar 6,1% memberikan sentimen negatif bagi aussie. Pada rapat moneter tersebut RBA memutuskan untuk mempertahankan suku bunga 2,00%, dan memberikan indikasi nilai tukar Aussie telah mendekati fair value, yang sempat membuat aussie menguat tajam di hari Selasa.

Poundsterling melanjutkan penguatan terhadap mata uang USD di sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis (06/ 07/ 2015) ini. Dilaporkan bahwa para pelaku pasar menanti hasil rapat moneter Bank of England (BoE) hari ini. BoE juga telah dijadwalkan akan memrilis laporan inflasi kuartalan, yang berisi update outlook perekonomian Inggris, diikuti dengan konfrensi pers dari Gubernur BoE beserta anggota Monetary Policy Committee. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah diperdagangkan di kisaran 1.5619, menjauhi level terendah harian 1.5595.

Hal yang berbeda pada rapat moneter kali ini adalah dua dari sembilan para pengambil keputusan diperkirakan akan milih untuk menaikkan suku bunga, dan tujuh orang memilih mempertahankan, sementara tidak ada yang memilih menurunkan, sehingga voting menjadi 2 - 0 -7.

Terakhir kalinya voting tersebut menunjukkan 2-0-7 adalah pada akhir tahun lalu, namun mulai awal tahun ini kembali berubah menjadi 0-0-9. Martin Weale dan Ian McCafferty merupakan dua anggota Monetary Policy Committee BoE yang memilih menaikkan suku bunga sebelumnya, namun ketika inflasi Inggris terus menurun sejak akhir 2014 mereka kembali memilih untuk mempertahankan suku bunga.

BoE sendiri diperkirakan akan menaikkan suku bunga paling cepat awal tahun depan. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya Gubernur BoE, Mark Carney, mengatakan akan membahas kenaikan suku bunga di akhir tahun ini. Nilai apresiasi mata uang USD masih bertahan di dekat level tertinggi dua bulan terhadap mata uang Jepang, Yen pada sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis (06/ 07/ 2015) ini. Nilai aprsesiasi mata uang USD juga menguat terhadap major currencies pada data terbaru yang mendukung kemungkinan untuk kenaikan suku bunga The Fed pada bulan depan.

Mata uang USD dilaporkan tengah bergerak di kisaran 124.80 nilai apresiasinya terhadap mata uang Yen, setelah sempat menyentuh level 125.00 untuk pertama kalinya sejak awal Juni. Mata uang USD juga menyentuh level terkuat enam tahun nilai apresiasinya terhadap mata uang NZD, yaitu di level $0.6500 pada hari ini.

Gerak bullish pada mata uang USD masih terjaga pada hari Kamis setelah data semalam dari Instiute for Supply Manajemen untuk indeks sector jasa melonjak ke level 60.3 pada bulan lalu, itu adalah pembacaan terkuat sejak Agustus 2005.

Laporan yang optimis dari ISM membantu mengimbangi gerak perlambatan pertumbuhan kerja dari sektor swasta dan komentar dari Gubernur The Fed, Jerome Powell. Jerome Powell mengatakan bahwa para pembuat kebijakan kemungkinan tidak akan mengatakan kenaikan suku bunga pada bulan depan, dimana pernyataan dari Powell tersebut dipandang berlawanan dengan pernyataan yang pernah dilontarkan oleh presiden Federal Reserve Atalanta, Dennis Lockhart, yang mengatakan bahwa dia optimis bahwa suku bunga  dapat naik di bulan September kecuali kita melihat data ekonomi yang sangat buruk.

Melirik perkembangan yang tengah terjadi di negara China. Dilaporkan bahwa pemerintah China kembali akan memberangus kebebasan warganya di dunia maya. Setelah sebelumya pemerintah telah melarang akses beberapa situs barat, pihak Beijing kini berencana menempatkan polisi cyber di perusahaan-perusahaan internet besar.

Menurut laporan kantor berita Xinhua, pemerintah China kini lebih berani dalam memperketat aturan soal internet. Biasanya otoritas hanya memberlakukan standar sensor dan mematikan layanan suatu website apabila dinilai menyalahi ketentuan, tetapi kini penegakan hukum lebih mengarah ke tindakan preventif.

Kementerian Urusan Keamanan Dalam Negeri akan menempatkan unit polisi khusus yang mengurusi lalu lintas informasi dan konten di dunia maya. Polisi cyber ini nantinya akan dipekerjakan di beberapa perusahaan internet vital. Meski pemerintah tidak menyebutkan perusahaan internet apa saja yang akan mendapat ‘kawalan’ polisi, namun kalangan media sudah bisa menerkanya. Hanya ada 3 perusahaan teknologi besar di China yaitu Alibaba (e-commerce), Tencent (game dan pesan singkat) dan Baidu (mesin pencari). Kemungkinan polisi-polisi cyber akan ditempatkan di 3 perusahaan ini karena ketiganya menguasai traffic paling besar dibandingkan pemain lain.

Pihak Alibaba sendiri memberi isyarat adanya kerjasama dengan kepolisian meski tidak mengutarakannya secara gamblang. “Kami punya prioritas yaitu menjaga kualitas dan keamanan produk supaya konsumen kami terlindungi,” demikian pernyataan resmi juru bicara perusahaan. Sementara Tencent dan Baidu menolak berkomentar soal pemberitaan media.

Pemerintah China memang sangat protektif dalam mengelola arus informasi yang beredar di internet. Mereka tidak ingin ada konten yang mendiskreditkan pemerintah ataupun rumor yang berpotensi menimbulkan gejolak sosial. Beberapa perusahaan internet besar yang sudah merasakan sulitnya menembus tembok China antara lain Facebook dan Google.

Memasuki sesi perdagangan pasar hari Kamis (06/ 08/ 2015) ini, volatilitas pasar nampaknya akan lebih besar memasuki sesi perdagangan Eropa siang nanti. Pertemuan Bank Of England akan menjadi fokus pasar sore nanti, disusul dengan data Klaim Pengangguran Amerika. Pada hari Jum’at ( 07/ 08/ 2015), rilis data Non-Farm Payrolls dan Tingkat pengangguran Amerika akan jadi fokus para pelaku pasar. Dta rilis NFP diperkirakan oleh para pelaku pasar akan berada pada kisaran 222K dari 223K.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Data CPI akan Tentukan Prospek Aussie Dollar

Dari sekian banyak laporan ekonomi yang akan memotori pergerakan di pasar uang, data consumer price index atau CPI Australia dianggap sebagai indikator yang paling berpengaruh terhadap prospek nilai tukar Dollar

Berita 0 Comments

Yen Melemah Setelah Komentar Kiuchi-BOJ

Nilai tukar yen Jepang berangsur melemah di perdagangan hari Rabu (19/3) setelah muncul komentar yang bernada hawkish dari salah satu anggota dewan bank sentral Jepang (Bank of Japan) Takahide Kiuchi.

Kecenderungan Pelaku Pasar Beresiko Tak Lirik Emas, Indonesia Rilis Kebijakan

Telah dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari kamis (27/ 08/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang Yen, mata uang milik Jepang, tengah tertekan terhadap USD. Hal ini terjadi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image