Sudah Mencapai 10 Hari Federal Shutdown, Emas Bukan Idola Pasar Lagi Saat Ini

Sudah Mencapai 10 Hari Federal Shutdown, Emas Bukan Idola Pasar Lagi Saat Ini

946646_497573186983383_229394670_nPasar emas bergerak terkoreksi negative dan anjlok menjelang pertemuan FOMC Minutes Amerika semalam. Harga hampir tidak bergerak pada saat menjelang even dan setelah pertemuan FOMC Minutes berlansung. Janet Yellen akhirnya ditunjuk sebagai kepala Federal Reserve yang baru berikutnya, setelah masa jabatan Ben Benanke berakhir. Gerak harga emas berjangka turun lebih dari 1% seiring dengan melonjaknya nilai indeks USD selama sesi perdagangan berlangsung. Nilai indeks USD dari laporan yang dirilis Bloomberg, naik ke level tertinggi selama sepekan terakhir. Hal ini berakibat sehingga membatasi permintaan pasar untuk logam mulia sebagai aset alternatif. Harga emas berjangka kontrak Desember mengakhiri sesi perdagangan kemarin (Rabu, 09/ 10/ 2013), dengan mencatatkan kerugian sebesar 17.40 USD, atau sekitar 1.3%, berakhir pada level harga 1,307.20 USD di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Untuk harga spot, emas ditutup turun sebesar 11.90 USD atau 0.90%, berakhir pada level 1.307.00 USD, setelah harga sempat diperdagangkan hingga range harga setinggi 1,321.85 USD dan serendah 1,294.60 USD.

Bisa dikatakan bahwa secara keseluruhan, ketidakpastian pasar saat ini dipengaruhi kuat oleh suatu penyebab utama, yaitu disebabkan oleh kondisi federal shutdown pemerintah Amerika dan perdebatan politik untuk meningkatkan plafon hutang negara telah gagal untuk mendorong aliran safe-haven komoditi logam emas. International Monetary Fund (IMF) menurunkan prediksinya atas proyeksi perekonomian global, menyusul perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara seperti China, Rusia, Brazil, India dan Meksiko. IMF memproyeksikan perekonomian global tahun ini hanya akan tumbuh 2,9%. Sementara pada bulan Juli 2013, IMF memproyeksikan bahwa pertumbuhan global akan ada pada kisaran 3,2%. IMF juga melakukan tindakan revisi ke atas terhadap pertumbuhan ekonomi negara-negara maju, mengingat pertumbuhan ekonomi seperti di Inggris dan Amerika pada tahun ini dinilai kian membaik. Meskipun begitu, Amerika haruslah segera menyelesaikan kendala ekonominya saat ini. Perdana Menteri China, Li Keqiang, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi negaranya mungkin akan melampaui 7.5% dalam waktu sembilan bulan pertama pada tahun ini, dengan tanda-tanda pemerintahannya pada pekan depan akan melaporkan keberhasilannya dalam menahan penurunan dua kuartal sebelumnya. Dalam pidatonya hari ini di KTT Association of Southeast Asian Nations di Brunei, Li mengatakan bahwa ekonomi telah menunjukkan kuatnya momentum dari pertumbuhan yang stabil dalam beberapa bulan terakhir, dengan indikator menunjukkan ekspektasi pasar seperti membaiknya indeks pembelian manajer. China sebelumnya melaporkan ekspansi di semester pertama sebesar 7.6% dan pemerintahan Li memperkenalkan langkah-langkah baru yang diantaranya adalah mempercepat pembelanjaan untuk jalur kereta dan memangkas pajak untuk pertahankan target 7.5% untuk setahun penuh. Biro statistik nasional akan melaporkan pertumbuhan di kuartal ketiga pada tanggal 18 Oktober, dengan estimasi median dari 33 ekonom yang di survey Bloomberg News sebesar 7.8%, naik dari kuartal kedua di 7.5%. “Kami memiliki keyakinan dalam memenuhi target yang ditetapkan untuk perkembangan ekonomi dan sosial di tahun 2013”, ujar Li. Menurut analisa kepala ekonom di Everbright Securities Co. di Beijing, Xu Gao, mengatakan bahwa pemulihan nyata terjadi di kuartal ketiga, namun apakah momentum tersebut dapat berkelanjutan, itu adalah pertanyaan terbuka dari pelaku pasar. Kembali ke kondisi Amerika, seperti sudah diketahui saat ini bahwa sudah ke sesi yang ke-10 kondisi federal shutdown Amerika, dan semakin mendekati deadline hari ke-17 akan mendorong spekulasi pasar meningkat jauh lebih besar dari awal pekan. Situasi federal shutdown yang berlangsung terlalu lama akan merusak ekspektasi pertumbuhan ekonomi Amerika maupun USD. Hal ini pun berpotensi menunda setiap langkah Federal Reserve untuk mengurangi skala program stimulus besar-besaran yang telah mendukung gerak positif harga emas. Kondisi ini pun juga ditambah pula dengan tekanan negatif lain sebagai dampak imbasnya. Anjloknya impor emas dari India membuat harga emas dunia semakin terperosok. Seperti menafikan paradigma yang terjadi saat ini, bahwa komoditi emas tidak lagi menjadi investasi yang safe-heaven. Harga emas juga semakin anjlok pasca meningkatnya kurs mata uang USD. Sebagai informasi, berdasarkan statistik yang dirilis oleh Departemen Perdagangan India, dilaporkan bahwa pembelian emas dan perak oleh India bernilai 800 juta USD pada September. Pada tahun sebelumnya, nilai pembelian ke dua logam tersebut oleh India mencapai 4,6 miliar USD. Hal negatif yang serupa pun juga tengah terjadi dengan perdagangan emas batangan di Indonesia. Pergerakan harga emas Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kali ini juga bergerak turun lagi hingga Rp 4.000/gram dari hari sebelumnya. Harga emas batangan Logam Mulia untuk pecahan 1 gram pada hari ini (Kamis, 10/ 10/ 2013) berubah menjadi Rp 531.000/gram. Terjadi penurunan harga dari Rp 535.000/gram di hari sebelumnya (Rabu, 09/ 10/ 2013). Merujuk situs Logam Mulia, harga jual buyback turun dari Rp 475.000/gram menjadi Rp 470.000/gram. Berikut harga emas batangan yang dijual oleh Logam Mulia Antam hari ini: Pecahan 1 gram Rp 531.000, pecahan 5 gram Rp 2.510.000, pecahan 10 gram Rp 4.970.000, dan pecahan 25 gram Rp 12.350.000. Sentimen pasar akan menburuk jika hingga deadline pemerintah pada 17 Oktober mendatang bila kongres Amerika masih belum menemukan kesepakatan untuk menaikkan limit hutang negara. Memburuknya setimen pasar mungkin akan mendorong harga emas bergerak lebih tinggi bahkan meski USD juga menerima aliran safe-heaven. Namun. hal sebaliknya mungkin terjadi jika kesepakatan telah terjadi. Kepala ekonom IMF, Olivier Blanchard, dalam keterangan resminya hari Rabu (09/ 10/ 2013) kemarin, mengingatkan bahwa belum tuntasnya pembahasan batas hutang Amerika akan berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, karena akan berdampak bagi negara berkembang. “Negara berkembang berpotensi kehilangan momentum pertumbuhannya, meski rata-rata pertumbuhan ekonomi (pada negera-negera berkembang) masih di atas rata-rata (pertumbuhan ekonomi global),” demikian kutipan yang dikatakan oleh Blanchard. Diperkirakan bahwa pergerakan harga spot emas dan berjangka masih akan cenderung melemah, apalagi kondisi ekonomi Amerika belum menunjukkan perubahan. Pada sesi perdagangan hari ini, pasar emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaranlevel harga 1,319.00 USD - 1,285.00 USD. Harga logam perak untuk pengiriman Desember terkoreksi turun sebesar 55,2 sen, atau 2,46%, menjadi 21,891 USD/ ons.

Pergerakan harga komoditi minyak pun juga terkena imbas kondisi Amerika. Penurunan harga minyak mentah dini hari tadi juga turut didorong oleh masih jauhnya harapan terselesaikannya kemelut anggaran dan penetapan batas utang di Amerika. Pada perdagangan tadi malam harga minyak mentah mengalami kenaikan terbesar dalam empat minggu belakangan. Administrasi Informasi Energi mengatakan bahwa pasokan minyak mentah pekan lalu mengalami peningkatan sebesar 6.81 juta barel. Kenaikan ini empat kali lipat lebih besar dibandingkan dengan estimasi sebelumnya. Peningkatan pasokan minyak ini terjadi karena operasional perusahaan penyulingan minyak mengalami penurunan menjadi hanya 86%. Harga minyak mentah jenis WTI untuk kontrak pengiriman bulan November mengalami kenaikan tipis saja sebesar 11 sen dan diperdagangkan pada posisi 101.72 USD/ barel. Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah ini mengalami penurunan sebesar 1.88 USD atau setara dengan 1.8%, dan ditutup pada posisi 101.61 USD/ barel. Harga minyak mentah Brent untuk kontrak November mengalami kenaikan sebesar 6 sen dan diperdagangkan pada posisi 109.12 USD/ barel. Dia akhir perdagangan harga minyak mentah Brent dini hari tadi mengalami penurunan sebesar 1.10 USD atau setara dengan 1% dan ditutup pada posisi 109.06 USD/ barel.

About author

You might also like

Kondisi Global Beri Tekanan Pada Emas

Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (21/ 11/ 2014) ini, gerak harga emas telah dilaporkan mengalami kenaikan pada sesi Asia dengan diperdagangkan lebih tinggi ketika pasar masih melihat dukungan

Fundamental 0 Comments

Mata Uang USD Melejit Setelah ADP, Minyak Dibuat Kalang Kabut

Gerak harga emas dan perak pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (31/ 07/ 2015) ini, dilaporkan telah diperdagangkan lebih rendah dengan melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya ketika permintaan

Berita 0 Comments

Euro Sentuh Level Terndah 9 Bulan Atas Sentimen Ekonomi Yang Memburuk

Euro di perdagangkan sekitar 0.2% di atas dari level terendah dalam sembilan bulan sebelum di rilisnya laporan pada pekan ini yang mungkin menunjukkan pertumbuhan di kawasan tersebut melemah dan inflasi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image