Tekanan Emas Dominan Karena Imbas NFP

gold bricks 6Pada sesi perdagangan pasar Asia hari Senin (08/ 12/ 2014) ini, dilaporkan bahwa harga emas tengah diperdagangkan lebih tinggi ketika meluasnya surplus neraca perdagangan China. Gerak harga emas hari ini terlihat mendapat dukungan untuk bergerak ke atas setelah laporan dari CGAC menyatakan bahwa surplus neraca perdagangan di wilayah China telah meluas 54.5B di bulan November. Gerak harga emas turun cukup tajam selama sesi perdagangan hari Jum’at (05/ 12/ 2014) lalu setelah data Non-Farm Payrolls Amerika dirilis jauh lebih baik dari perkiraan pasar sebelumnya. USD bergerak menguat mencapai level tertinggi sejak Maret 2010. Harga emas bergerak anjlok menyusul data rilis Non-farm payrolls Amerika yang telah dilaporkan jauh diatas perkiraan para pelaku pasar.

NFP mencatatkan sebanyak 321K lapangan kerja baru diluar sektor pertanian. Data dirilis lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya pada 225K (forecast) dan 214K (previous). Sementara tingkat pengangguran Amerika dirilis tetap pada level 5.8%. Tekanan besar terus mendominasi gerak harga di perdagangan pasar emas meski setelah data tersebut emas sempat kembali bergerak rebound pada kisaran $1,200.00 US/ troy ons, namun harga emas kembali bergerak turun dan ditutup pada level terendah seminggu lalu. Selama sesi perdagangan hari Jum’at (05/ 12/ 2014) lalu di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka kontrak Februari sebagai kontrak teraktif saat ini menyelesaikan sesi perdagangan dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $17.30 US atau 1.4% berakhir pada $1,190.40 US/ ons. Harga emas berjangka telah mencatatkan nilai kerugian sebesar $7.70 US atau 0.64% selama sepekan terakhir. Harga spot emas ditutup turun sebesar $13.40 US atau 1.11% berakhir pada level $1,192.60 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,207.450 US dan serendah $1,86.220 US. Harga emas spot pada minggu lalu telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $24.72 US atau 2.11%. Meski harga telah sempat bergerak menguat pada perdagangan pasar pekan lalu, gerak harga emas diperkirakan oleh para pelaku pasar masih akan melemah pada perdagangan pekan ini. Sebagian besar partisipan Kitco News Gold Survey memperkirakan bahwa gerak harga emas akan turun lagi dikarenakan adanya gerak penguatan yang terjadi cukup cepat pada perdagangan pekan sebelumnya. Mengutip laman Forbes, pada hari Senin (08/ 12/ 2014) ini, bahwa sebanyak 10 dari 21 partisipan memperkirakan bahwa gerak harga emas akan melemah pada pekan ini. Sebaliknya, 7 responden melihat potensi harga emas untuk bergerak naik dan empat lainnya memprediksi harga emas tak banyak bergerak. Pada sesi perdagangan pekan lalu, para partisipan juga memperkirakan bahwa gerak harga emas akan melemah. Faktanya, kontrak emas untuk pengiriman Februari naik menjadi sekitar $ 20 US pada pekan ini. Para partisipan yang melihat pelemahan harga emas mengatakan, kenaikkan harga sebelumnya akan membuat nilai jualnya menurun. “Jika harganya mendekati, US$ 1.200 per ounce, saya rasa, harga emas akan berbalik turun. Pasalnya dalam pergerakan selama 20 hari terakhir, harga emas terus berbalik turun ketika mendekati level tersebut,” demikian menurut Charlie Nedoss, pakar strategi pasar senior di LaSalle Futures Group. Harga emas akan bergerak sedikit lambat setelah sempat menguat pekan lalu. Tapi pelemahannya juga tidak akan terlalu cepat mengingat para pelaku pasar menyadari bahwa kebijakan moneter Amerika masih berpengaruh. Sementara para partisipan lain tetap yakin harga emas dapat terus menguat meski dibarengi tekanan USD. Hal tersebut dikarenakan oleh lantaran pekan lalu saat nilai tukar USD menguat, harga emas masih mampu mendekati level $ 1.200 US/ ons. Pada perdagangan hari Senin (08/ 12/ 2014) ini, dilaporkan bahwa harga jual emas PT. Aneka Tambang, Tbk. (Antam), tercatat melemah turun Rp 3.000 menjadi Rp 521 ribu/ gram. Begitu pula dengan harga pembelian kembali logam mulia bergerak anjlok pada harga Rp 6.000 menjadi Rp 468 ribu/ gram. Berikut adalah daftar harga emas yang dijual Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 240.800.000, pecahan 250 gram - Rp 120.500.000, pecahan 100 gram - Rp 48.250.000, pecahan 50 gram - Rp 24.150.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.100.000, pecahan 10 gram - Rp 4.870.000, pecahan 5 gram - Rp 2.460.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 521.000. Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Perdagangan di pasar emas tampaknya akan diperdagangkan pada kisaran yang sempit pada minggu ini. Berita terbaru seputar penurunan peringkat utang Italia pada satu tingkat lebih tinggi diatas peringkat terendah nampaknya akan membawa sentiment negatif pada mata uang euro dan emas. Tekanan juga domoinan karena adanya potensi penguatan mata uang USD. Memasuki sesi perdagangan hari ini, harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,195.00 - $1,174.80. Apabila harga mampu menembus level supports $1,180.00 maka harga emas akan berpotensi melanjutkan penurunan hingga target jangka panjang yaitu pada kisaran harga $926.70 - $984.00. Kemungkinan gerak harga emas akan berada pada kisaran $984 US/ troy ons, setidaknya pada tahun mendatang.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Donald Trump Hormati China, Kepatuhan Ketentuan OPEC Menggembirakan

Rilis data-data ekonomi dari Kanada dan Amerika pada sesi perdagangan pasar minggu lalu, berdampak pada gerak nilai apresiasi Lonnie. Telah dilaporkan bahwa gera nilai apresiasi mata uang USD/ CAD telah

Berita 0 Comments

Euro Menguat, Yen Mengalami Koreksi

Kembali, USD melemah apresiasinya terhadap yen pada sesi pasar hari Jumat (12/04/2013) dengan tujuan untuk menembus area 100 yen yang membuktikan adanya koreksi untuk dollar US. USD berada di angka

CFD News 0 Comments

Kebijakan ECB Telah Berimbas Tekan Poundsterling, Pasar Global Turut Koreksi

Gerak nilai apresiasi mata uang Eurogroup, yaitu mata uang Euro, telah mengalami lonjakan gerak nilai apresiasi terbesar sejak tahun 2009. Hal tersebut terjadi, di tengah kondisi dimana para pelaku pasar

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image