Transisi Menuju Awal Bulan, Rally USD Mulai Terkoreksi

Transisi Menuju Awal Bulan, Rally USD Mulai Terkoreksi

946059_644074825642839_65381070_nIndeks USD dilaporkan menutup sesi perdagangan Senin kemarin dengan keuntungan sebesar 1 pips atau 0.01% berakhir pada 85.66, setelah sebelumnya indeks USD sempat diperdagangkan hingga setinggi 85.89 dan serendah 85.47. Sejak pagi tadi, Indeks USD diperdagangkan melemah, turun sebesar 8 pips atau 0.09% pada level 85.58. Gerak rally USD terhenti pada hari Senin karena meningkatnya kekhawatiran pasar tentang respon Beijing atas protes demokrasi di wilayah Hong Kong, yang beresiko melukai perekonomian dan status sebagai pusat keuangan global. Pemerintah Komunis, yang kembali menguasai bekas koloni negara Inggris itu pada tahun 1997, menegaskan tidak akan mentolerir setiap perbedaan pendapat dan campur tangan asing. “Situasi di Hong Kong mulai membebani sentimen pasar. Yang mendorong sebagian orang untuk melakukan profit taking atas rally masif mata uang USD baru-baru ini,” demikian menurut kata Boris Schlossberg, direktur strategi FX di BK Asset Management di New York. Sementara data Consumer Spending dan Pending Home Sales yang dirilis pada hari Senin mengisyaratkan bahwa, jika pertumbuhan ekonomi Amerika belum cukup cepat untuk memaksa The Fed untuk segera menaikkan suku bunga.

Dari Jepang dilaporkan bahwa, apresiasi mata uang yen mengalami penguatan di perdagangan hari Selasa (30/ 09/ 2014). Hal ini terjadi karena USD memangkas rally kuartalan terbaiknya sejak 2008 lalu terkait faktor teknis. Sejumlah indikator teknikal memberikan sinyal bahwa rally USD terlampau cepat sehingga menyebabkan nilai USD kini telah memasuki fase overbought dan rentan terhadap faktor koreksi. Mata uang USD sendiri hingga saat ini telah melesat hingga 1.8% terhadap major currecies lainnya. Gerak rally mata uang USD dimulai sejak 30 Juni lalu ketika mulai munculnya asumsi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga secepatnya pada tahun depan. Meski demikian, rilis data domestik industrial output yang merosot tajam di bulan Agustus lalu, membuat penguatan mata uang yen bisa terbatasi, sehingga gagal memacu mata uang negeri Jepang tersebut untuk pecah ke bawah level 109. Pada siang ini apresiasi mata uang USD/ JPY terpantau berada di kisaran 109.33 setelah berhasil melesat hingga 109.16, platform Reuters. Pada sesi hari Senin kemarin, mata uang yen melemah hingga titik telemahnya dalam 6 tahun terakhir pada 109.74 setelah akhirnya berakhir di tutup pada level 109.49. Mata uang Inggris juga mengalami koreksi apresiasinya terhadap mata uang USD. Sterling beranjak naik terhadap mata uang USD kendati data menunjukkan penurunan persetujuan hipotek di Inggris yang melampaui perkiraan, sebelum Office for National Statistics merilis data final GDP kuartal ke-2 pada hari Selasa. Sedangkan apresiasi terhadap mata uang euro, sterling mencatat kenaikan bulanan ke-6 beruntun, fase kenaikan terpanjang sejak tahun 2000, seiring spekulasi kenaikan suku bunga yang relatif lebih cepat dari negara-negara tetangga mendongkrak daya tarik aset Inggris.”BoE secara perlahan tapi pasti terus mempersiapkan pijakan untuk menaikkan suku bunga. Sebaliknya, ECB terlihat semakin dekat untuk memulai pelonggaran kuantitatif pada awal tahun 2015. Perbedaan arah kebijakan tersebut mengindikasikan jika Sterling masih akan terus mengungguli Euro,” demikian menurut pendapat analis fixed-income pada RIA Capital Markets Ltd., Nick Stamenkovic, di Edinburgh.

Hari ini merupakan transisi akhir bulan dan merupakan penghubung pada langkah pasar bulan berikutnya yang akan diawali pada hari Rabu besok. Dari China akan merilis data, yaitu HSBC akan merilis pembacaan akhir dari PMI September, secara mengejutkan menunjukkan kenaikan 50,5 dari bulan Agustus 50.2. Volatilitas pasar diperkirakan akan meningkat memasuki sesi perdagangan hari Rabu (01/ 10/ 2014) besok hingga hari Jum’at (03/ 10/ 2014). Pasar akan memasuki babak baru pada Oktober dimana akan terjadi respons spekulasi atas kenaikan suku bunga Amerika dan berakhirnya program pembelian aset oleh Federal Reserve. Pada hari Rabu (01/ 10/ 2014) besok, para pelaku pasar akan fokus pada data ADP Employment. Data diperkirakan akan dirilis pada angka yang lebih baik dari periode sebelumnya yakni pada kisaran 210K dari 204K pada periode Agustus. Pada hari Kamis (02/ 10/ 2014) juga akan dirilis laporan data Klaim Pengangguran Amerika dan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB ) akan menjadi fokus sepanjang hari. ECB diperkirakan akan merilis program pembelian aset pada pertemuan tersebut dan berpotensi membawa dolar bergerak lebih tinggi. Data Non-Farm Payrolls Amerika yang akan dirilis pada hari Jumat minggu ini di awal bulan Oktober akan menjadi data kunci akhir pekan. Data diperkirakan oleh para pelaku pasar akan dirilis dengan hasil yang lebih baik yakni pada angka 205K dari 134K pada periode Agustus.

About author

You might also like

Fundamental

Wall Street Bergerak Menguat, Minyak Turut Serta Bergerak

http://cartasdesdecuba.com/louis-vuitton-online-outlet.phplouis vuitton outlet onlinehttp://blogs.welingkar.org/louis-vuitton-sale.html Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar Asia hari. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak melemah,

Fundamental 0 Comments

Pertemuan Doha Kandas, Nikkei dan Minyak Terjerembab

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak turun untuk hari kedua. Kondisi tersebut terjadi, setelah gerak nilai harga komoditas minyak melemah. Hal lain yang turut mendorong kondisi

Berita 0 Comments

Menjelang Data Konstruksi Inggris Pound Bergerak naik

Sterling mencapai level tertinggi dalam 10-pekan terhadap serangkaian mata uang utama sebelum para pembuat kebijakan Bank of England mengadakan pertemuan pada pekan ini. Markit Economics dan Chartered Institute of Purchasing

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image