USD Alami Perlemahan Akibat Data Domestik Negatif

USD Alami Perlemahan Akibat Data Domestik Negatif

Apresiasi valuta Yen kembali menguat atas Dolar AS pada perdagangan Senin (01/04/2013),  setelah data ekonomi AS yang menyatakan penurunan aktifitas manufaktur secara tidak terduga. Data ekonomi AS sebagaimana yang diterbitkan oleh Institute Supply for Manaagment (ISM) menyatakan bahwa indek manufaktur AS turun ke 51.3% pada bulan Maret dari sebelumnya di angka 54.2% dibulan Februari. Hal ini menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan manufaktur dimana harapan pasar sebenarnya hanya tetap di 54.2%. Atas data penurunan ini, Dolar AS melemah, Indek  Dolar AS menurun ke 82.744 dari sebelumnya di angka 82.998 pada penutupan perdagangan hari Jumat kemarin.

Perdagangan USD/ JPY bergerak turun ke 93.40 dari sebelumnya di ¥94.22. Terdapat suatu hubungan yang kuat antara pergerakan di bursa saham Jepang dengan perdagangan kedua valuta tersebut saat ini. Setelah BOJ menyampaikan laporan perkuartalnya.  Survei Tankan yang menyatakan kekecewaan para investor akan kondisi bisnis di Jepang saat ini. Hal ini menimbulkan gejolak di bursa saham dengan jatuhnya Indek Nikkei sebesar 2.1%. Jatuhnya bursa saham Jepang mendorong pula terjadinya pelemahan USD terhadap Yen Jepang. Melemahnya mata uang USD semakin diperparah dengan data ekonomi domestic AS dengan menyatakan melemahnya pula aktifitas di sector manufaktur menurut survey ISM. Tindakan aksi jual melanda perdagangan hari ini (02/04/2013), dimana para investor mencoba untuk mengantisipasi pertemuan Bank Sentral Jepang yang akan berlangsung pada 3-4 April ini. Secara mengejutkan adanya kontraksi produksi industry Jepang dianggap bisa membuka peluang lebih besar bagi kebijakan kuantitatif Jepang. Perdana Menteri Shinzo Abe sendiri juga telah menekan Bank Sentral Jepang agar melakukan kebijakan moneter yang kuantitatif secara agresif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jepang. Otoritas moneter Jepang memang tidak menghendaki Yen sendiri menguat, bahkan jika diperlukan akan  melakukan intervensi yang lebih dalam termasuk membuka tutup kebijakan kuantitatifnya. Yen tercatat menguat hingga mencapai level 92.54 per dollar dan kemudian stabil di kisaran 92.74. Sedangkan kemarin, Yen hanya mampu mencatatkan penguatannya ke level 93.16.

Kombinasi data ekonomi AS, Cina dan perkembangan domestic Eropa disisi lain, telah memberikan dorongan bagi menguatnya Euro dan Poundsterling terhadap Dolar AS. Data ISM yang buruk, ditambah dengan PMI Cina yang melemah disertai dengan meredanya kekhawatiran akan dana bantuan bagi Cyprus telah membuat investor lebih percaya diri mengambil asset yang beresiko. Pada perdagangan EUR/USD berakhir di level $1.2847 dari sebelumnya di $1.2821 sementara pada GBP/USD berakhir dengan menguat ke $1.5228 dari sebelumnya di $1.5193. Penguatan JPY dikhawatirkan dapat memangkas nilai pendapatan luar negeri para eksportir Jepang ketika musim repatriasi. Namun demikian, penguatan yen hari ini kemungkinan akan terbatas karena fokus pasar kini teruju pada pertemuan bank setnral Jepang pada 3-4 Maret yang diperkirakan bakal merilis kebijakan pelonggaran pertama di bawah Gubernur Haruhiko Kuroda.

 

About author

begawanfx
begawanfx 4 posts

berusaha selalu menjadi lebih baik dan bersyukur

You might also like

Forex News 0 Comments

Dollar Melesat Ke Level Tertinggi 7 Bulan

Dollar menguat tajam dan menyentuh level tertinggi 7 bulan terhadap yen pada perdagangan sesi Asia pagi ini, naiknya risk appetite investor membuat Nikkei melambung ke level tertinggi satu bulan, membuat

Indikasi Ekonomi Amerika Positif, Gerak Harga Global Market Terkoreksi Tajam

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (08/ 06/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas masih mengalami gerak perlemahan dan mencatatkan hasil kerugian dalam tiga hari. Gerak harga

China Berupaya Berbenah, Aussie Dianggap Terlalu Kuat

Gerak nilai apresiasi mata unag negara Australia, atau lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan bergerak melemah terhadap 15 major currencies. Kondisi tersebut terjadi, setelah Wall Street Journal merilis laporan tentang pernyataan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image