USD Bangkit Dari Level Terendah, NFP Ditunggu Pasar

USD Bangkit Dari Level Terendah, NFP Ditunggu Pasar

1150298_559720064086029_1522109104_nMata uang USD bangkit dari level terendah dalam delapan bulan terakhir ditengah spekulasi peningkatan jumlah tenaga kerja pada bulan lalu. Departemen Tenaga Kerja Amerika hari ini akan merilis data NFP untuk bulan September yang diperkirakan sebanyak 180.000, naik dari bulan Agustus sebanyak 169.000. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan masih tetap sebesar 7,3%. Indeks USD terhadap mata uang utama saat ini berada pada kisaran 79.74 dengan level terendah harian 79.68 dan tertinggi 79.77.

Departemen Tenaga Kerja Amerika kemungkinan akan menyatakan menambah 180.000 tenaga kerja bulan lalu, naik dari bulan Agustus sebesar 169.000 tenaga kerja. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan masih sebesar 7,3%. The Fed berjanji akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga mendekati nol selama tingkat pengangguran masih diatas 6,5%. Nilai mata uang Jepang, yen, kembali ditransaksikan melemah pada perdagangan hari ini (Selasa, 22/ 10/2013) terutama tertekan oleh fase bangkitnya USD menjelang di rilisnya data tenaga kerja Amerika yang diprediksi akan mengalami peningkatan. Sehingga muncul ekspektasi hal itu akan menghidupkan kembali perdebatan mengenai kapan Federal Reserve akan memangkas stimulus moneter. Pelemahan yen juga masih terkait dengan rilisan data perdagangan hari Senin kemarin yang mencatatkan rekor defisit neraca dalam 15 bulan berturut-turut hingga di bulan September. Apresiasi mata uang yen melemah untuk kali ke dua minggu ini setelah tingkat ekspor Jepang juga mengalami penurunan sehingga memicu spekulasi bahwa bank sentral Jepang akan menambah stimulus ke masyarakat. Neraca perdagangan bulan September mengalami defisit sebesar 932.2 miliar yen atau sekitar 9.5 billion USD, menyusut dari angka bulan Agustus sebesar 960.3 miliar yen. Namun angka itu membengkak dari estimasi pasar dan analis yang memperkirakan defisit sebesar 920 miliar yen, dalam poling Reuters. Sedangkan nilai ekspor di bulan September melambat 11.5% dari tahun sebelumnya dan menurun dari angka 14.7% di bulan Agustus. Pada sesi pagi gerakan mata uang yen berkisar di level 98.30, setelah sempat melemah ke level 98.34. Sementara pada sesi penutupan Senin kemarin, mata uang negeri sakura ini di tutup pada level 98.18 yen. Para analis sebelumnya mengatakan pelemahan yen gagal memberikan dorongan yang dibutuhkan oleh para eksportir Jepang. Ekspor Jepang pada bulan September naik 11,5% dari tahun sebelumnya, namun turun dari bulan Agustus sebesar 14,7% dan dibawah perkiraan sebesar 16,1%.

Dari zona euro, apresiasi mata uang EUR/ USD saat ini diperdagangkan pada kisaran 1.3667 dengan level tertinggi harian 1.3679 dan terendah 1.3666. Mata uang USD diperdagangkan dekat level terendah dalam delapan bulan terakhir terhadap mata uang euro jelang data NFP dan tingkat pengangguran dirilis hari ini. Mata uang USD juga kemungkinan akan mengalami penurunan bulanan terhadap mata uang utama akibat spekulasi Federal Reserve akan menunda pengurangan stimulus moneter hingga Maret 2014.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Sterling Bertahan Diatas Rendahnya 1.5750

Sterling terus bertahan di sepanjang hari ini dekat rendahnya yang terakhir terlihat di 1.5760, turun dari penutupan mingguan hari Jumat lalu dekat area 1.5800, dengan tingginya sesi di 1.5789. Perubahan

Forex News 0 Comments

Yen Kurangi Penguatan Paska Keputusan BoJ

Yen mengurangi penguatan setelah BoJ kembali mempertahankan komitmen peningkatan monetary base sebesar ¥60 hingga ¥70 trilliun per tahun. Ini sesuai prediksi dan tidak berubah dari pertemuan sebelumnya pada 11 Maret

Fundamental 0 Comments

Pihak RBA Bersikap Netral, Pasar Bersiap Untuk BoJ dan The Fed

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback telah memperpanjang gerak kerugian terhadap major currencies. Para pelaku pasar menjadi lebih berhati-hati menjelang dilaksanakannya pertemuan kebijakan Federal Reserve dan Bank of Japan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image