USD Berjaya Di Akhir Pekan, Emas Melandai

10689965_1470617203215320_3191280695750340550_nDilaporkan bahwa gerak harga emas untuk sesi perdagangan pasar Asia hari (25/ 05/ 2015), diperdagangkan lebih rendah. Gerak harga emas masih terlihat tertekan pada pagi hari ini setelah mengalami penurunan di sesi sebelumnya. Penurunan pada harga logam berjangka telah dipengaruhi oleh laporan inflasi di wilayah Amerika pada hari Jumat lalu. Gerak harga emas ditutup dengan mencatatkan angka kerugian tipis, bergerak pada kisaran yang sempit bahkan setelah hasil Press Conference Kepala ECB dan The Fed berlangsung pada sesi perdagangan hari Jumat (22/ 05/ 2015) akhir pekan lalu. Banyak para pelaku pasar bertindak sangat berhati-hati dalam menyikapi setiap pernyataan yang dirilis.

Gerak harga emas hanya sedikit terkoreksi pada sesi perdagangan akhir pekan menyusul laporan data Inflasi Amerika yang dirilis dengan hasil yang cukup baik. Dilaporkan bahwa angka Inflasi bulanan Amerika diluar sektor energi dan makanan telah naik sebanyak 03% selama periode April, data dirilis lebih baik dari perkiraan dan data sebelumnya pada 0.2% (F) dan 0.3% (P). Pada sesi perdagangan hari Jum’at (22/ 05/ 2015) lalu, gerak harga emas spot menyelesaikan sesi perdagangan dengan kerugian sebesar $1.07 US atau 0.09% berakhir pada level $1,205.270 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,214.750 US dan serendah $1,201.455 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan kerugian sebesar $17.73 US atau 1.45%. Dilaporkan gerak harga emas berjangka kontrak Juni di Divisi Comex New York Mercantile Exchange telah menyelesaikan sesi perdagangan hari Jum’at (22/ 05/ 2015) lalu dengan kerugian sebesar 10 sen atau 0.01% berakhir pada level $1,204.00 US/ ons. Dalam sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $21.70 US atau 1.74%. Dilaporkan juga bahwa gerak harga yang dijual oleh PT. Aneka Tambang, Tbk awal pekan ini turun lagi Rp 2.000/gram. Untuk harga pembelian kembali tidak berubah, di kisaran harga Rp 498.000. Berdasarkan situs logam mulai Antam, Senin (25/ 05/ 2015) ini, gerak harga emas batangan dipatok Rp 553.000/gram, turun Rp 2.000/gram dari perdagangan kemarin Rp 555.000/gram. Sementara harga pembelian kembali oleh emiten berkode ANTM ini dari konsumen tak berubah di posisi Rp 498.000/gram, sama seperti posisi akhir pekan lalu. Berikut adalah daftar harga emas Antam untuk perdagangan hari ini, antara lain yaitu pecahan 500 gram - Rp 256.800.000, pecahan 250 gram - Rp 128.500.000, pecahan 100 gram - Rp 51.450.000, pecahan 50 gram - Rp 25.750.000, pecahan 25 gram - Rp 12.900.000, pecahan 10 gram - Rp 5.190.000, pecahan 5 gram - Rp 2.620.000, dan pecahan 1 gram - Rp 553.000. Gerak harga emas spot LLG dan berjangka mengalami penutupan di teritori negatif pada akhir perdagangan Sabtu dini hari lalu (25/5). Harga logam mulia terus melempem dan mengakhiri pekan lalu dengan membukukan penurunan mingguan terbesar dalam empat minggu belakangan. Rebound mata uang USD membuat harga komoditas emas terseret turun. Pada perdagangan Jumat malam lalu nilai apresiasi mata uang USD mengalami peningkatan sebesar 0,8 % terhadap major currencies yang tergabung dalam indeks USD. Meski tertekan sentiment negatif namun gerak harga emas masih mampu bertahan diatas level $1,200 US/ troy ons melihat belum adanya kepastian waktu atas rencana kenaikan suku bunga oleh Janet Yellen, Gubernur Federal Reserve pada pertemuan di hari Jum’at (22/ 05/ 2015) lalu. Janet Yellen hanya mengemukakan bahwa kenaikan suku bunga awal akan terjadi pada tahun ini, namun tidak mengemukakan waktu yang jelas.

Mengenai perkembangan komoditas minyak, telah dilaporkan bahwa OPEC kemungkinan tidak akan mengubah batas produksinya saat menggelar pertemuan di bulan Juni, menurut Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanaganeh pada hari Minggu, seperti yang dilansir oleh agensi berita Mehr. Menurutnya, pemangkasan batas produksi OPEC memerlukan kesepakatan semua anggota, dan di bawah syarat tersebut nampaknya batas produksi minyak OPEC tidak akan berubah. Bulan lalu, Zanganeh mengatakan OPEC seharusnya memangkas target produksi minyak mentah hariannya setidaknya sebanyak 5%, atau sekitar 1.5 juta barel per hari. Organization of the Petroleum Exporting Countries akan bertemu tanggal 5 Juni. Pada pertemuan terakhir di bulan November, OPEC, yang dipimpin oleh Arab Saudi, memutuskan untuk menolak pemangkasan output guna mempertahankan bagian pasar, menolak usulan dari sejumlah anggota seperti Iran dan Venezuela untuk mengurangi tingkat produksi agar dapat mendongrak harga minyak. Penurunan gerak harga minyak telah menekan negara produsen OPEC yang kurang makmur, termasuk Iran. Sementara pertemuan tanggal 5 Juni di Vienna nanti akan mendapat permintaan dari sejumlah negara anggota untuk pemangkasan output minyak, meski petinggi dari negara yang mengusulkan pemangkasan output merasa pesimis akan terjadi pemangkasan. Negara Iran meniginginkan negara anggota OPEC lainnya untuk mengizinkan kenaikan tingkat ekspor minyaknya jika berhasil mencapai kesepakatan dengan 6 negara besar dunia lainnya terkait program nuklir. Batas waktu kesepakatan masalah nuklir adalah pada tanggal 30 Juni mendatang.

Mata uang USD mampu mengungguli pasangan mata uang utamanya berkat laporan inflasi dan outlook Gubernur Federal Reserve terkait suku bunga yang berpeluang dinaikkan di tahun ini. Mata uang USD nilai apresiasinya bergerak rebound di hari Jumat setelah laporan yang menunjukkan kenaikan 0,3% CPI inti di bulan April, laju tercepat sejak bulan Januari 2013. Laporan ini menandai inflasi di Amerika mungkin bisa konsisten menuju target Federal Reserve yaitu sedikit di bawah 2%. Gubernur Federal Reserve, Janet Yellen, mengatakan bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga di tahun ini jika perekonomian bisa membaik sesuai ekspektasi. Pasar kini berspekulasi apabila The Fed akan mulai melakukan pengetatan moneter di semester kedua tahun ini. Walau dampaknya tidak sebanyak kejutan dari data inflasi, pernyataan Yellen mampu menjaga penguatan perdagangan mata uang USD. Terhadap mata uang Euro, mata uang USD menguat sekitar 3,83%, performa terbaik sejak bulan September 2011. Mata uang USD juga mengukuhkan gain mingguan 1,95% terhadap mata uang Yen, terbaik sejak awal Desember.

Memasuki sesi perdagangan hari Senin, 25/ 05/ 2015 ini, gerak harga emas diperkirakan akan dipergangkan flat menyusul sebagian pasar ditutup pada sesi perdagangan hari ini. pergerakan pasar pada hari ini cenderung tenang mengingat sebagian pasar di wilayah Eropa dan Amerika tengah menjalani libur nasional. Perdagangan pasar di negara Inggris ditutup dalam rangka “Bank Holiday” dan pasar Amerika akan ditutup dalam rangka memperingati “Memorial Day”. Menyusul ditutupnya pasar saham Amerika, maka perdagangan pasar emas akan ditutup lebih awal yaitu pada pukul 12:00.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Data China Kembali Tenggelamkan Aussie

Aussie melemah pada sesi Asia setelah survei awal manufaktur China menunjukkan hasil penurunan dan itu cukup menyebabkan kegelisahan tentang nilai impor terhadap komoditas utama Australia seperti bijih besi. Indeks awal

Berita 0 Comments

USD Melemah terhadap Yen, China Tunjukkan Surplus

Mata uang dolar AS melemah terhadap yen Jepang hari Jumat menyusul berita bahwa Presiden AS Barack Obama setuju serangan udara di Irak, pasar gelisah atas pergolakan geopolitik mendidih dan melembutkan

Forex News 0 Comments

Dollar Menanti Pernyataan Pejabat the Fed

Dollar AS terhampar dekat level tinggi 3 pekan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Jumat, namun dapat kesulitan untuk menambah gain seiring investor menanti kejelasan mengenai jalur kebijakan Federal

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image