USD Berjaya Jelang FOMC, Spekulasi Pasar Masih Dalam Asumsi Kontra

USD Berjaya Jelang FOMC, Spekulasi Pasar Masih Dalam Asumsi Kontra

401963_519236668141261_787532945_nMata uang negeri paman Sam diperdagangkan pada level tertinggi dalam sepekan terakhir terhadap mata uang major lainnya di sesi perdagangan pasar Asia akibat pelaku pasar mengurangi posisi bearish menjelang dirilisnya hasil rapat kebijakan The Fed malam ini. Pelaku pasar telah melakukan aksi jual besar-besaran terhadap mata uang USD akibat adanya spekulasi Federal Reserve akan menunda pengurangan stimulus moneter hingga Maret 2014. Seperti biasanya setelah memasang suatu posisi, pelaku pasar akan melakukan aksi profit taking sehingga posisi bearish berkurang. “Rapat The Fed tidak bersahabat bagi USD, dimana USD selalu melemah setelah rapat selama tahun 2013, kecuali pada bulan Juni. Namun pasar telah menyesuaikan dengan pandangan dovish The Fed sebelum rapat FOMC dilakukan, kami pikir USD akan bertahan lebih baik kali ini” kata analis BNP Paribas. Indeks USD terhadap mata uang utama saat ini menguat dan berada pada kisaran 79,65.

Imbas yang sangat kuat terjadi terhadap mata uang Inggris, poundsterling. Sterling bergerak melemah, anjlok dalam empat hari beruntun apresiasinya terhadap mata uang USD. Hal ini terpicu oleh akibat dari adanya spekulasi data ekonomi Inggris pekan ini tidak cukup kuat untuk mempertahankan penguatan sterling dilevel tertinggi dalam delapan bulan terakhir. “Pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung akan memberikan sinyal akan peningkatan pertumbuhan. Banyak berita baik yang mendukung penguatan sterling dan akan diperlukan data yang signifikan untuk mendorong lebih tinggi” kata Jane Foley dari Rabobank International London. Harga rumah Inggris diperkirakan naik 0,7% pada bulan Oktober, setelah naik 0,9% pada bulan sebelumnya. Sementara indeks manufaktur untuk bulan ini diperkirakan turun menjadi 56,3 dari bulan September sebesar 56,7. Apresiasi mata uang GBP/ USD diperdagangkan pada kisaran 1,6040 dengan level tertinggi harian 1,6051 dan terendah 1,6031. Sterling juga melemah apresiasinya pada level terendah dalam dua bulan terakhir terhadap mata uang euro. Terhadap euro, mata uang USD menguat untuk hari ke-2 berturut-turut. Kondisi ini karena optimisme bahwa Federal Open Market Committee akan mempertahankan kebijakan pembelian 85 milyar USD obligasi per bulan hingga setidaknya bulan Maret tahun depan, yang mendorong pelaku pasar untuk mengurangi posisi bearish. Namun meski demikian, penguatan USD terhadap euro sempat tertahan oleh komentar anggota Dewan Gubernur ECB, Ewald Nowotny, yang mengatakan jika bank sentral tidak memiliki alat kebijakan untuk mengekang euro, yang telah terapresiasi lebih dari 8% terhadap mata uang USD sejak awal Juli lalu.”Nowotny telah mengikis ekspektasi penurunan suku bunga di bulan Desember dan awal tahun depan. Namun meskipun ia dikenal berpandangan hawkish, pasar mata uang tetap sangat membutuhkan tren untuk saat ini,” kata analis forex Societe Generale, Sebastien Galy, di New York.

Dilaporkan juga bahwa USD mempertahankan penguatan selama tiga hari bertuntun terhadap yen menjelang dirilisnya kesimpulan rapat kebijakan The Fed hari ini. Sedangkan Bank of Japan dijadwalkan akan mengadakan rapat besok. Selain adanya asumsi pasar atas program Federal Reserve, juga karena adanya data-data ekonomi penting Amerika yang dirilis selama dua pekan terakhir lebih buruk dari estimasi, yang semakin menguatkan spekulasi tersebut. “Ada konsesus yang menyebutkan waktu pengurangan stimulus moneter akan ditunda, dan saya kira tidak akan ada kejutan pada rapat kali ini. Sementara mata uang USD sedang berkonsolidasi” kata Kikuko Takeda, analis senior di Bank of Tokyo-Mitsubhisi UFJ Ltd. London. Apresiasi USD/ JPY diperdagangkan pada kisaran 98,22 dengan setelah sempai menyentuh level tertinggi harian 98,26 dan terendah 98,10. Sementara mata uang Australia masih tertekan oleh komentar Gubernur RBA, Glenn Stevens, yang memperingatkan tentang kemungkinan penurunan mata uang Australia dimasa depan. Apresiasi AUD/ USD diperdagangkan melemah pada kisaran 0,9470.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Laporan OPEC Bertolak Belakang Dengan Rencana, Hang Seng Terhempas

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak masih melanjutkan tren positif terhadap mata uang Yen, dengan naik tipis di awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Hal tersebut

Berita 0 Comments

Hari Penentuan Suku Bunga Amerika, Kepemilikan Treasury China atas Amerika Susut

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD pada sesi perdagangan pasar Asia pada hari Kamis (17/ 09/ 2015) pagi ini masih berada di bawah tekanan. Hal tersebut terjadi, setelah

Berita 0 Comments

Aussie Sambut Baik Perbaikan Tenaga Kerja Australia

Aussie menguat setelah data tenaga kerja Australia membuat investor lebih optimis dengan outlook perekonomian negeri Kangguru tersebut. Jumlah tenaga kerja di Australia meningkat sebanyak 14.200 untuk bulan April; lebih baik

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image