USD Diperkirakan Masih Akan Dominasi Apresiasi Atas Major

USD Diperkirakan Masih Akan Dominasi Apresiasi Atas Major

1150796_558483217543047_1546562615_nPada hari Selasa kemarin, mata uang USD mengapresiasi kuat atas major currencies lainnya. Indeks USD tercatat berakhir naik sebesar 0,4% di level 85,93. Para pelaku pasar masih berspekulasi terhadap apresiasi mata uang USD, dan sebagai langkah respons atas dibukanya lembaran awal bulan di pasar mata uang. Para pelaku pasar bersiap atas adanya rilis data dalam waktu dekat, yang disinyalir akan semakin menguatkan mata uang negeri Paman Sam tersebut. Data non-farm payrolls Amerika versi ADP yang akan dirilis sore kemungkinan akan kembali menguatkan mata uang USD setelah diperkirakan menunjukkan peningkatan menjadi 207.000 di bulan September dari bulan Agustus sebesar 204.000. Sementara NFP dari pemerintah Amerika yang akan dirilis pada hari Jumat juga diperkirakan naik menjadi 216.000 dari bulan Agustus sebesar 142.000. Data tersebut dapat meningkatkan spekulasi The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari estimasi sebelumnya.

Dari negeri matahari terbit, mata uang yen semakin melemah dengan besarnya tekanan yang ada. Untuk kali pertama sejak Agustus 2008, apresiasi mata uang USD/JPY menembus level psikologis 110 pada sesi perdagangan hari ini (Rabu, 01/ 10/ 2014). Trend penguatan mata uang USD kembali memupus ekspektasi kebangkitan yen di pasar mata uang. “Resistance berikutnya bagi pair mata uang USD/ JPY adalah di kisaran level harga 110,66 atau level tertinggi di tahun 2008. Apabila ada komentar dovish dari European Central Bank (ECB) pekan ini, maka resistance tadi bisa tertembus dengan mudah. Tapi selalu ada penyesuaian harga dalam level tertentu, terutama setelah USD/ JPY menguat sampai lebih dari 5% atau nyaris 6 Yen sepanjang bulan September,” demikian menurut pakar strategi forex bank investasi Mitsubishi UFJ Morgan Stanley, Daisaku Ueno. Apabila skenario itu benar-benar terbukti, maka mata uang USD akan mengalami koreksi sehat ke 108 atau 109 terhadap mata uang yen. Dari eropa, mata uang euro mengawali kuartal IV tahun ini dengan melemah, memeperpanjang penurunan pada perdagangan kemarin akibat rendahnya inflasi zona eropa membuat spekulasi European Central Bank akan memberikan stimulus tambahan guna menghidupkan kembali perekonomian. Eurostat pada hari Selasa kemarin telah melaporkan bahwa inflasi zona euro tumbuh menjadi 0,3% di bulan September dari tahun sebelumnya. Inflasi tersebut sesuai dengan perkiraan para pelaku pasar, namun masih berada pada level terendah sejak bulan Oktober 2009. Sementara inflasi inti yang tidak memasukkan makanan, energi, alkohol dan tembakau, tumbuh 0,7%, namun dibawah perkiraan para pelaku pasar sebesar 0,9%. Rendahnya inflasi di zona euro menjadi factor hambatan bagi pemulihan ekonomi dari blok 18 negara tersebut. ECB akan merilis kebijakan moneternya akhir rapat kebijakan besok. Pada rapat kebijakan moneter bulan lalu ECB telah memangkas suku bunga menjadi 0,05% dari sebelumnya 0,15% dan suku bunga deposito menjadi -0,20% dari sebelumnya -0,10%. Dua pekan lalu ECB juga telah mengucurkan stimulus berupa targeted long-term refinancing operation (TLTRO) sebesar 82,6 miliar euro untuk menghidupkan kembali perekonomian.

Pada sesi perdagangan hari ini, pasar emas diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran yang cukup besar. Para pelaku pasar akan fokus pada data ADP Employment. Data diperkirakan akan dirilis pada angka yang lebih baik dari periode sebelumnya yakni pada kisaran 210K dari 204K pada periode Agustus. Volatilitas pasar diperkirakan akan meningkat memasuki sesi perdagangan Rabu (01/ 10/ 2014) hingga Jum’at (03/ 10/ 2014). Pada hari Kamis (02/ 10/ 2014) besok, data Klaim Pengangguran Amerika dan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB ) akan menjadi fokus para pelaku pasar yang utama. ECB diperkirakan akan merilis program pembelian aset pada pertemuan tersebut dan berpotensi membawa mata uang USD menguat. Pada hari Jum’at (03/ 10/ 2014) lusa, data Non-Farm Payrolls Amerika akan menjadi data kunci akhir pekan. Data tersebut diperkirakan oleh para pelaku pasar akan dirilis dengan hasil yang lebih baik yakni pada angka 205K dari 134K pada periode Agustus. Pasar akan memasuki babak baru pada Oktober karena besar kemungkinan sentimen para pelaku pasar akan berspekulasi atas kenaikan suku bunga Amerika dan berakhirnya program pembelian asset Federal Reserve. Kondisi perdagangan pasar emas diperkirakan akan berada pada tekanan besar hingga pertemuan FOMC Minutes pada minggu ke-3 Oktober.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Euro Bergerak Terbatas, Berpotensi Turun oleh Kebijakan Moneter Longgar ECB

Mata uang euro terpantau bergerak cenderung sideways pada perdagangan hari ini (9/6). Euro masih belum memperoleh arahan pergerakan yang jelas Pekan lalu ECB telah mengeluarkan keputusan untuk menurunkan suku bunga

Yen Terkoreksi Oleh Major Currencies, Para Pelaku Pasar Tunggu Rilis Data Minyak

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan telah diperdagangkan dengan keadaan cenderung melemah terhadap major currencies lainnya pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, setelah adanya

Forex News 0 Comments

Wall Street Terkapar Pada Akhir Sesi Perdagangan Pasar Minggu Lalu, Pasar Global Terimbas Minyak

Loonie, sebutan lazim bagi mata uang Dollar Kanada, dilaporkan telah bergerak melemah, anjlok ke kisaran C$1.40 US gerak nilai apresiasinya terhadap mata uang USD. Kondisi tersebut terjadi untuk pertama kalinya

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image