USD Dominasi Arah Pasar

USD Dominasi Arah Pasar

419526_411072608947528_255875050_nApresiasi mata uang USD bertahan di level 115 terhadap mata uang yen pada sesi perdangan pasar Asia hari ini. Mata uang USD tengah menuju penguatan apresiasi dalam tiga minggu beruntun. Penambahan monetary base dari Bank of Japan membuat perbedaan kebijakan dengan Federal Reserve semakin jelas, membuat nilai tukar mata uang yen terus melemah. Dilaporkan bahwa BOJ pada pekan lalu mengejutkan pasar dengan menambah stimulus moneter atau yang dikenal dengan monetary base menjadi 80 triliun yen dari sebelumnya sebesar 60 triliun - 70 triliun yen. Sementara The Fed sesuai perkiraan mengakhiri program pembelian obligasi dan semakin mendekati untuk menaikkan suku bunga pertama sejak tahun 2006.

Juga dilaporkan bahwa mata uang poundsterling bergerak flat hingga akhir perdagangan sesi Asia hari ini. Meski demikian, mata uang Inggris ini berpotensi mencatat penurunan mingguan. Apresiasi mata uang Poundsterling saat ini berada di kisaran level terendah dalam satu tahun terakhir terhadap mata uang USD. Awal tahun ini poundsterling sempat berjaya akibat spekulasi BoE akan menjadi bank sentral utama yang paling pertama menaikkan suku bunga. Namun spekulasi tersebut memudar akibat rendahnya inflasi Inggris, aktivitas ekonomi yang tumbuh secara moderat, serta rendahnya kenaikan upah. Sementara meningkatnya harga rumah di Inggris yang sebelumnya menjadi perhatian akibat dikhawatirkan akan terjadi bubble kini mulai mereda. Dalam rapat BoE tentang kebijakan moneter yang berakhir Kamis kemarin, keputusan untuk mempertahankan tingkat suku bunga 0,5% dan pembelian aset sebesar 375 miliar poundsterling. Namun perhatian para pelaku pasar kini tertuju pada laporan inflasi kuartalan pada 12 November mendatang untuk melihat proyeksi ekonomi Inggris. BoE diperkirakan akan berhati-hati memberikan proyeksi ekonomi mengingat pelambatan ekonomi zona euro yang merupakan mitra dagang utama Inggris. Pelambatan ekonomi zona euro dapat menghambat laju ekspor Inggris, yang akan memaksa BOE untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendah lebih lama. Telah dilaporkan bahwa kepala ECB, Mario Draghi, kemarin menyebutkan bahwa stimulus yang lebih besar mungkin masih akan dilakukan melihat ekonomi zona eropa masih akan melemah pada tahun ini. Stimulus diperkirakan akan diberikan untuk membatu merangsang laju inflasi hingga mencapai target 2%.

Mata uang USD berpotensi melanjutkan penguatan pada hari ini jika rilis data non-farm payrolls Amerika dirilis lebih tinggi dari ekspetasi sebesar 235.000. Data tenaga kerja sektor swasta dari ADP yang dirilis pada hari Rabu lalu menunjukkan penambahan tenaga kerja sebanyak 230.000 di bulan Oktober, lebih baik dari estimasi para pelaku pasar sebesar 214.000. Data dari ADP tersebut seringkali dijadikan sebagai acuan untuk data non-farm payrolls versi pemeritah. Non-Farm Payrolls Amerika hari ini memang menjadi focus para pelaku pasar.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Sterling Kokoh di Level Tertinggi 8 Pekan

Hingga akhir perdagangan sesi Asia, pound sterling kokoh di level tertinggi delapan pekan terhadap dollar jelang rilis data produk domestik bruto Inggris estimasi kedua hari ini. Sterling mencapai level tertinggi

Berita 0 Comments

Akhir Kuartal Harga Emas dan Minyak Terkoreksi, Data Amerika Ditunggu Jelang Paskah

Telah dilaporkan bahwa selama sesi perdagangan pasar pada hari Selasa (31/ 03/ 2015) kemarin, gerak harga emas mengalami koreksi yang cukup besar. Selama sesi perdagangan pasar Asia hingga sesi pasar

Komoditas 0 Comments

Data Negatif Amerika Perkuat Gerak Emas

Pada sesi pasar Asia di hari Kamis (16/ 10/ 2014) ini, gerak harga emas telah diperdagangkan lebih rendah. Harga emas dilaporkan telah membukukan kenaikan di sesi sebelumnya akibat melemahnya data

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image