USD Dominasi Pasar, Harga Emas dan Minyak Cenderung Terseok-seok

11695_3839381302391_2012187366_nPada sesi perdagangan pasar di hari Jum’at (26/ 06/ 2015) pagi ini, gerak harga emas spot LLG dilaporkan bergerak masih terbatas tetapi menunjukkan rebound dari posisi penutupan sesi perdagangan pasar hari Kamis di hari Jum’at dini hari tadi. Gerak harga emas dilaporkan telah diperdagangkan pada posisi $ 1.174,65 US. Gerak harga emas spot LLG dan berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange di penutupan sesi perdagangan pasar Amerika hari Kamis di hari Jumat (26/ 06/ 2015) dini hari tadi, dilaporkan telah mengalami gerak penurunan harga untuk lima sesi berturut-turut.

Gerak harga emas dilaporkan bergerak melemah anjlok menantikan hasil negosiasi pihak Yunani dengan para pihak krediturnya. Harga emas spot LLG pada penutupan perdagangan dini hari tadi ditutup melemah 0,2 % pada posisi $ 1.172,95 US/ troy ons. Sementara itu harga emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus mengalami gerak penurunan harga yang tipis saja yaitu sebesar $ 1,10 US atau $ 1.171,80 US/ troy ons. Pada perdagangan di bursa saham malam tadi, terjadi gerak pelemahan harga karena para pelaku pasar masih khawatir mengenai potensi kebangkrutan negara Yunani. Kabar terakhir hari Kamis menunjukkan bahwa negara yang sedang terbelit utang tersebut masih gagal untuk mencapai kesepakatan dengan para krediturnya untuk mengamankan bantuan lanjutan untuk mencegahnya dari kebangkrutan. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Jum’at (26/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 552.000. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Jum’at (26/ 06/ 2015) ini, dilaporkan senilai Rp 495.000. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di Jum’at (26/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk harga emas pecahan 500 gram - Rp 256.300.000, pecahan 250 gram - Rp 128.250.000, pecahan 100 gram - Rp 51.350.000, pecahan 50 gram - Rp 25.700.000, pecahan 25 gram - Rp 12.875.000, pecahan 10 gram - Rp 5.180.000, pecahan 5 gram - Rp 2.615.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 552.000. Ekspektasi para pelaku pasar bahwa The Fed akan mulai menaikkan suku bunga acuannya di akhir tahun 2015 memberikan dorongan melemah terhadap gerak harga emas. Kenaikan suku bunga acuan membuat para para pelaku pasar lebih memilih untuk memegang instrument investasi yang menawarkan imbal hasil tinggi alih-alih emas yang merupakan instrument investasi safe haven.

Diperkirakan bahwa pergerakan harga emas spot LLG hari ini akan bergerak dengan kecenderungan untuk bergerak sideways dan terbatas di sesi pasar Asia. Gerak harga emas berusaha untuk bergerak rebound karena aksi jual sudah terlalu tajam selama 5 sesi tetapi jika tidak ada dorongan yang kuat tampaknya rebound tersebut akan gagal. Pada perdagangan hari hari ini harga emas berpotensi mencoba mencapai level resistance pada kisaran level $ 1.180 US/ troy ons. Apabila gerak harga ternyata berhasil mencapai harga berpotensi melanjutkan peningkatan lagi ke level $ 1.185 US. Apabila yang terjadi pergerakan harga melemah maka gerak harga akan mencoba ke level support pada kisaran $1.170 US. Jika berhasil ditembus, maka gerak harga emas akan melanjutkan gerak pelemahan ke level $ 1.165 US.

Pada penutupan sesi perdagangan pasar hari Kamis di hari Jum’at (26/ 06/ 2015) dini hari tadi, dilaporkan bahwa gerak harga minyak mentah kembali mengalami penurunan yang signifikan. Harga komoditas ini melempem selama dua sesi berturut-turut disebabkan oleh melemahnya pasar produk BBM di Amerika Serikat dan potensi terjadinya dampak negatif akibat krisis negara Yunani terhadap permintaan energy di kawasan Eropa. Pada perdagangan pagi ini harga minyak mentah terpantau masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahan, belum jauh-jauh dari posisi penutupan perdagangan dini hari tadi. Dilaporkan bahwa hari ini gerak harga minyak mentah sempat diperdagangkan pada kisaran level harga $ 59,62 US per barel.

Di akhir sesi perdagangan hari Kamis di hari Jum’at dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI berjangka untuk kontrak bulan Agustus terpantau ditutup dengan membukukan penurunan tajam. Harga komoditas ini ditutup dengan bukukan pelemahan sebesar 57 sen atau 0,95 % di posisi $ 59,70 US/ barel. Gerak harga minyak mentah jenis WTI berjangka mengalami penurunan lebih dari 1 % pada penutupan perdagangan sebelumnya. Pergerakan harga BBM berjangka di bursa komoditas Amerika telah menjadi pengarah yang kuat bagi pergerakan harga minyak mentah selama beberapa sesi belakangan. Malam tadi harga bensin dan diesel dengan sulfur ultra rendah mengalami penurunan sebesar 1 %. Hari Rabu lalu Departemen Energi Amerika Serikat mengatakan bahwa pasokan bensin mengalami kenaikan 680 ribu barel atau lebih dari dua kali lipat yang diperkirakan oleh analis. Pasokan minyak distilat yang termasuk diesel dan minyak pemanas mengalami peningkatan sebesar 1,8 juta barel, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi kenaikan sebesar 1 juta barel. Gerak harga minyak mentah Brent juga tampak mengalami pelemahan yang signifikan. Harga kontrak Brent tersebut mengalami penurunan sebesar 30 sen dan ditutup di level $ 63 US.

Para pelaku pasar memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia masih berpotensi mengalami penurunan lanjutan. Saat ini indikator teknikal sudah mengisyaratkan terjadinya pergerakan yang bearish. Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level $ 61,00 US. Resistance selanjutnya ada di $ 63,00 US. Jika terjadi pergerakan yang berbalik melemah harga akan menemui support pada posisi $ 58,00 US dan $ 57,00 US.

Nilai apresiai mata uang USD pada hari Jum’at (26/ 06/ 2015) dini hari tadi, telah dilaporkan bergerak menguat terhadap beberapa major currencies. Nilai harga pembukaan berada pada 1.2328 di waktu awal sesi perdagangan, dan mata uang tersebut telah naik sekitar lebih dari 10 pips atau sekitar lebih dari 0.08 %. Nilai bergulir terpantau berada di kisaran level 1.2338. University of Michigan dijadwalkan akan mengumumkan data terkini mengenai sektor konsumsi di Amerika Serikat. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa adanya perkembangan yang menggembirakan terhadap data yang akan dirilis pada sektor ini. Indikator fundamental ekonomi Revised UoM Consumer Sentiment diduga akan menggambarkan kondisi yang menggembirakan dan diharapkan dapat stabil di angka 94.6, sama dengan nilai pada periode sebelumnya yaitu 94.6. Nilai apresiasi mata uang USD tampak bergerak naik merespon dini perkembangan tersebut. Analis Vibiz Research Center mengemukakan bahwa range normal pergerakan USD/ CAD pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.2293 dan level resistance pada kisaran level 1.238.

Nilai apresiai mata uang Euro pada hari Jum’at (26/ 06/ 2015) dini hari tadi, terpantau turun terhadap mata uang USD. Nilai apresiasi mata uang Euro dibuka pada kisaran 1.1200 di waktu awal sesi perdagangan. Diperhitungkan bahwa nilai apresiasi mata uang zona Eropa tersebut bergerak melemah sekitar kurang dari 19 pips atau sekitar kurang dari 0.17 % dan nilai apresiasi mata uang bergulir terpantau berada pada kisaran 1.1180. Menjelang laporan dari kantor statistik Jerman, Destatis yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai sektor perdagangan internasional, mata uang Euro tampak mulai bergerak melemah turun. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan dampaknya bagi mata uang zona Eropa ini. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa indikator German Import Prices m/m dapat menunjukkan sinyal melemah ke angka 0.2% dari nilai periode sebelumnya yaitu 0.6%. Nilai apresiasi mata uang Euro terpantau bergerak lesu merespon dini perkembangan tersebut. Analis Vibiz Research Center mengemukakan analisis fundamental forex harian nilai apresiasi mata uang Euro bahwa range normal mata uang Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.116 dan level resistance pada kisaran level 1.1234.

Nilai apresiai mata uang Australia, Aussie, pada hari Jum’at (26/ 06/ 2015) hari tadi, tampak bergerak melemah setelah perdagangan hari sebelumnya menguat mantap terhadap mata uang utama lainnya. Rupanya pelemahan sesi ini didorong oleh beberapa sentimen baik dari data-data fundamental Amerika dirilis pada sesi Amerika semalam. Meski dilaporkan klaim pengangguran bertambah tipis 3k pada menjadi 271k dari 268k namun beberapa pelaku pasar menganggap baik perkembangan ini karena klaim pengangguran di bawah 300.000. Sementara belanja konsumen alami kenaikan terbesar bulan Mei 0.9% dari 0.1%, Seperti diketahui, laju belanja konsumen Amerika selama ini telah menyumbang hingga lebih dari dua pertiga terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika, sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi kwartal selanjutnya akan lebih baik.

Kondisi ekonomi Australia saat ini masih dalam kerangka pelonggaran moneter dalam mempertahankan suku bunga rendah. Perekonomian Aussie juga masih tergerus oleh harga ekspor barang tambang yang terus turun. Sedangkan kebijakan moneter untuk kenaikan suku bunga Amerika masih menunggu data-data kian membaik dari beberapa sektor. Di sisi lain, kesepakatan Yunani dengan para kreditor masih belum jelas. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang AUD/ USD mengoreksi penguatan kemarin. Pair AUD / USD dilaporkan bergerak melemah turun sekitar 22 pips (-0.24%) dari pembukaan 0.7731 dan sedang bergulir pada kisaran 0.7713. Pada perdagangan kemarin capaian tinggi pair ini pada harga 0.7752 dan rendah 0.7705. Secara teknikal nilai apresiasi mata uang AUD/ USD sejak 3 hari perdagangan sebelumnya masih berada di antara garis bawah dan tengah Bolinger Band 20 daily dengan rata-rata range pergerakan harian 70 pips. Sepanjang sesi Amerika kemarin harga masih tertahan oleh resisten pada garis tengah yang sedang mendatar pada Bolinger Band 11 daily di kisaran harga 0.7748. Para pelaku pasarmemperkirakan hari ini untuk pergerakan bullish pair tersebut harus menembus resisten terdekat di kisaran BB 20 tengah daily pada harga 0.7748. Apabila berhasil menembus resisten terdekat, maka resisten selanjutnya berada di kisaran 0.7784 pada BB 20 daily. Namun jika gagal menembus resisten terdekat tersebut, maka diperkirakan harga berbalik menuju garis bawah BB 20 daily kisaran harga 0.7700.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

BoJ Sebabkan Yen Melemah

Yen terpantau melemah pada awal Asia pada Senin karena investor terus fokus pada remarkes bank sentral mendatang di Jepang dan Amerika Serikat, USD/JPY diperdagangkan di 120,58, naik 0,07%, sementara AUD/USD

CFD News 0 Comments

Yen Sedikit Terkoreksi, Minyak Turut Terkoreksi

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD telah bergerak menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Hal tersebut terjadi, karena komentar yang hawkish dari pejabat Federal Reserve yang

Berita 0 Comments

Euro Flat Pasca Penguatan Tajam

Euro diperdagangkan flat pada perdagangan sesi Asia, setelah pada perdagangan mengalami penguatan harian terbesar dalam dua minggu terakhir. Keputusan European Central Bank untuk mempertahankan tingkat suku bunga, pada level 0,25%,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image