USD Kembali Tekan Yen dan Aussie, Perkembangan Thailand Terburuk di Asia Tenggara

USD Kembali Tekan Yen dan Aussie, Perkembangan Thailand Terburuk di Asia Tenggara

166752_458204154250995_1147090063_nIndeks USD telah diperdagangkan menguat 0.12% di level 85.26 terhada major currencies. Indeks USD diperdagangkan menguat tajam mencatatkan level tertinggi sejak 4 tahun terakhir. Indeks USD menguat ketika laporan New Home Sales yang mencatatkan keuntungan tajam jauh diatas perkiraan para pelaku pasar semalam. New Home Sales dilaporkan naik 18% bulan lalu menjadi 504.000 unit, jauh melampaui ekspektasi untuk kenaikan sebesar 4.4% atau 430.000 unit. Data New Home Sales untuk bulan Juli direvisi naik menjadi 1.9% dari penurunan sebelumnya sebesar 2.4%. Pada hari Rabu kemarin, dilaporkan juga bahwa ekspansi sektor manufaktur Amerika di bulan September memberikan ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan. Pada bulan Oktober, The Fed memperkirakan akan menutup program obligasi pembelian bulanan dan kemudian mulai menaikkan suku bunga acuan beberapa waktu pada tahun 2015.

Mata uang yen jatuh setelah komentar dari perdana mentri Jepang. Pada hari Rabu kemarin, Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang, menyampaikan komentar atas kekhawatiran dari dampak ekonomi karena pelemahan mata uang yen. Abe mengatakan sebelumnya bahwa pelemahan yen memiliki dampak baik maupun negatif dan bahwa ia berhati-hati memantau dampak kelemahan mata uang yen terhadap ekonomi regional dan pada perusahaan kecil dan menengah. Selama perdagangan berlangsung, apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak menguat 0.10% di level 109.15. Dari Asia juga dilaporkan mengenai perkembangan ekonomi region Asia, yang ternyata tengah menyorot kawasan Asia Tenggara. Asian Development Bank (ADB) memangkas target pertumbuhan ekonomi Thailand untuk tahun 2014 dari 2.9% menjadi 1.6%. Langkah itu tertulis dalam laporan outlook tahunan terbaru pekan ini. Menurut ADB, Thailand adalah negara dengan kinerja ekonomi terburuk di tahun 2014. Faktor terbesar yang menekan laju ekonomi tidak lain adalah konflik kekuasaan, yang efeknya menghambat minat investasi dan aktivitas bisnis. Dengan adanya penurunan target pertumbuhan negeri gajah putih, maka perekonomian Asia Tenggara diprediksi ikut tergerus dari 5% menjadi 4.6%. Inflasi Thailand diperkirakan turun dari prediksi awal 2.4% per tahun menjadi hanya 2.2% sebelum ditargetkan bisa naik menjadi 2.6% tahun depan. Inflasi rata-rata Thailand adalah yang terendah ke-dua di Asia Tenggara setelah Singapura. Dari 11 negara penting di Asia Tenggara, Thailand menjadi negara dengan iklim bisnis dan penanaman modal terburuk di tahun 2014. Di tengah kisruh kekuasaan yang berlangsung lama, pertumbuhan investasi di negara ini semakin lesu saja. Menurut data yang dirilis badan koordinasi penanaman modal Thailand, jumlah investasi sepanjang 8 bulan pertama 2014 anjlok 27.7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan penurunan dalam hal jumlah pengajuan investasi lebih parah lagi yakni mencapai 38.2%. Sektor-sektor ekonomi riil yang selama ini menjadi mesin pencetak uang bagi onvestor asing dan lokal, seperti otomotif , juga tidak lagi mampu menghasilkan performa baik sepanjang tahun ini. Thailand bahkan diramalkan harus merelakan statusnya sebagai pangsa pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara kepada Indonesia. Kecilnya angka penjualan kendaraan bermotor dalam beberapa bulan terakhir menjadi landasan proyeksi tersebut. Angka penjualan Indonesia akan mencapai sekitar 1.2 juta unit di tahun 2014 atau lebih tinggi dibandingkan estimasi penjualan kendaraan di Thailand yang mentok di 1 juta unit. Sementara menurut data Bloomberg, angka penjualan kendaraan di Indonesia naik 6.6% di semester pertama 2014, sementara di Thailand jumlah penjualannya justru minus 40%. Angka penjualan di Thailand terus menurun karena negara itu dilanda konflik politik yang berujung pada kudeta tanggal 22 Mei lalu. Kondisi yang tidak menentu telah membuat perekonomian nasional jatuh ke dalam jurang resesi.

Pada sesi di hari Kamis (25/ 09/ 2014) ini, bahwa apresiasi mata uang aussie bergerak melemah setelah komentar dari kepala bank sentral. Gubernur Bank Sentral Australi, Glenn Stevens, membuat pernyataan pengambilan risiko di pidato hari Kamis dan menyarankan bahwa ekonomi Australia membutuhkan lebih banyak dorongan. Pernyataan Glenn Stevens tersebut disampaikan saat memberikan penjelasan dan arahan di Melbourne Economic Forum. Glenn Stevens menekankan perlunya untuk memberi dorongan dan topangan yang lebih impresif lagi terhadap ekonomi Australia khususnya guna membangkitkan pos-pos ekonomi domestik yang yang masih lesu. Namun bagi kalangan pelaku pasar, pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa bank sentral nampaknya masih akan mempertahankan kebijakan moneter longgar untuk jangka waktu yang lama. Sehingga hal ini akan memberikan prospek yang kurang menguntungkan bagi apresiasi aussie. Selama berlangsungnya perdagangan, apresiasi mata uang AUD/ USD diperdagangkan melemah 0.63% di level 0.8830. Pelemahan aussie terjadi juga lantaran terseret turun oleh melemahnya mata uang NZD atau kiwi. Perlemahan NZD terjadi karena Reserve Bank of New Zealand mengatakan bahwa mata uang itu dinilai terlalu tinggi dan berperforma buruk, terutama bila diukur terhadap pelemahan harga komoditas utama seperti produk susu. Pada sesi perdagangan hari ini, para pelaku pasar fokus pada data Durables Goods. Data Core Durables Goods Amerika diperkirakan akan menunjukkan kenaikan sebesar 0.7% dari penurunan 0.7% pada Juli. Untuk data klaim pengangguran Amerika diperkirakan naik sebanyak 20.000 menjadi 300.000 selama periode minggu lalu.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Euro Terpuruk, Aussie Ditopang Oleh Data

Euro diperdagangkan sekitar 0.4% dari level terendah terhadap dollar sejak bulan November seiring investor menumpuk posisi bearish terhadap euro menjelang pertemuan bank sentral Eropa pekan ini. Euro melemah sebanyak 3.2%

Fundamental 0 Comments

USD Tertekan Akibat Merebaknya Spekulasi Atas Keputusan The Fed

Mata uang USD tidak banyak berubah diperdagangan pasar asia menjelang dimulainya rapat The Fed selama dua hari untuk menentukan kelanjutan program stimulus moneter. The Fed diperkirakan academic research paper akan

CFD News

IHSG Koreksi Setelah Libur Pemilu, Euro Pertahankan Gerak Penguatan

Do 11s jordan you jordan 11s bred wish jordan 11 72-10 to air jordan retro 11s hold 72-10 11s for sale the cheap jordan 11s hair jordan 11s white in

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image