USD Masih Dominan, Sterling Tampak Stagnan

mulan-jameelax-netTelah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, telah diperdagangkan dalam kisaran harga yang tidak lebar terhadap Greenback. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah diperdagangkan dalam rentang yang sempit, dan telah gagal untuk melanjutkan gerak penguatan di sesi perdagangan pasar hari Kamis minggu lalu.

Kondisi tersebut terjadi, karena liburnya beberapa sesi perdagangan di pasar utama dunia untuk merayakan hari Jumat Agung. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD dilaporkan telah diperdagangkan dikisaran 1.4129 dengan rentang perdagangan 1.4108 - 1.4158.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis, gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD dilaporkan telah berhasil menguat. Hal tersebut terjadi, setelah data laporan penjualan ritel di Inggris dirilis dengan hasil menurun di bulan Februari. Meski demikian, namun gerak penurunan tersebut tidak sebesar perkiraan para pelaku pasar sebelumnya.
Office for National Statistics telah melaporkan bahwa, laporan penjualan ritel Inggris untuk bulan Februari dirilis turun sebesar 0,4%, dimana perkiraan para pelaku pasar sebelumnya adalah, hasil akan turun sebesar 0,7%.

Para pelaku pasar memperkirakan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Sterling akan mampu untuk bisa menyentuh level terendah sejak tahun 1985. Hal tersebut terestimasikan oleh para pelaku pasar, karena akibat adanya kemungkinan keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Refendum keanggotaan Inggris tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juni mendatang.

Telah dilaporkan bahwa, John Williams mengatakan bahwa ia percaya apabila kondisi ekonomi Amerika “baik-baik saja”. John Williams berasumsi demikian, karena dia melihat bahwasannya angka inflasi Amerika yang stabil dan kondisi pasar tenaga kerja yang bagus.

Menurut pandangan John Williams, masalah terbesar yang dihadapi oleh kondisi ekonomi Amerika, dikatakannya datang dari faktor eksternal yakni konidisi ekonomi dan finansial global. John Williams sendiri, adalah merupakan Presiden Federal Reserve San Fransisco.

Dalam kesempatannya saat berbicara kepada CNBC, John Williams telah mengatakan bahwa, ketidakpastian kondisi ekonomi global telah menahan laju normalisasi suku bunga di Amerika. Dalam kesempatan tersebut, John Williams telah pula menegaskan bahwa kenaikan suku bunga masih akan tergantung data ekonomi.

John Williams menyebutkan bahwa, pihak The Fed masih belum mampu untuk meraih target inflasi dalam tiga setengah tahun sebelumnya, dan tentunya, bagi The Fed, angka inflasi masih menjadi data yang paling menjadi perhatian. Mengenai pasar tenaga kerja, John Williams tampak yakin akan terus meningkat. John Williams telah dilaporkan bahwa, pada pekan lalu memberikan sinyal suku bunga akan naik pada bulan depan. Pernyataannya pada pagi ini belum banyak menggerakkan nilai harga pasar.

Telah dilaporkan bahwa, gerak indeks USD tampak tepantau menguat berada di kisaran level 96.38, dibandingkan penutupan sesi pergangan pasar di hari Jumat minggu lalu, yaitu pada kisaran level 96.27.

Dominasi nilai apresiasi mata uang USD terhadap mata uang Yen di sepanjang sesi perdagangan pasar di pekan lalu, tampak masih berlanjut hingga hari ini. Ekspektasi para pelaku pasar atas adanya kenaikan suku bunga di Amerika pada bulan depan, telah menjadi faktor utama tangguhnya gerak nilai apresiasi Greeenback.

Pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, telah membantu gerak nilai harga indeks saham Nikkei di area positif pada sesi perdagangan pasar hari ini. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dan gerak nilai harga indeks saham Nikkei cenderung memiliki korelasi negatif.

Gerak nilai harga saham di bursa saham Jepang, dilaporkan telah menguat pada sesi perdagangan pasar di awal pekan ini. Kondisi tersebut terjadi, setelah pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu, gerak nilai harga telah berhasil bergerak menguat tipis, dan mampu mencatatkan angka penguatan mingguan.

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham spot Nikkei telah diperdagangkan di kisaran level harga 17.111.95. Dilaporkan pula bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures telah bergerak dan berada di kisaran level 16985.

Pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen juga turut membantu laju pertumbuhan perusahaan sektor eksportir Jepang. Hal tersebut telah menjadi pendukung kuat bagi laju pertumbuhan perusahaan sektor eksportir Jepang, untuk bisa meningkatkan perolehan laba dengan meningkatnya daya saing produk yang dihasilkan.

Gerak nilai harga komoditas minyak telah dilaporkan memangkas kerugiannya pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Meski demikian, namun gerak nilai harga komoditas minyak masih membukukan angka kerugian mingguan pertama dalam lebih dari sebulan.

Kondisi tersebut terjadi, karena ditekan oleh hasil rilis laporan cadangan minyak Amerika. Telah dilaporkan bahwa angka cadangan minyak Amerika tengah berada di rekor tertinggi.

Dilaporkan oleh perusahaan Baker Hughes pada hari Kamis bahwa, jumlah rig minyak yang beroperasi di Amerika Serikat telah dilaporkan turun sebanyak 15 pada pekan sebelumnya. Jumlah rig aktif pada pekan lalu dilaporkan naik setelah turun sebanyak 12 pekan sebelumnya.

Data pemerintah Amerika pada hari Rabu telah menunjukkan bahwa, angka cadangan minyak mentah melonjak sebesar 9.4 juta barel pada pekan lalu. Angka tersebut adalah tiga kali lebih besar dari perkiraan analis yang disurvei Reuters.

Hal lain yang turut pula berkontribusi dalam menunjang lemahnya gerak nilai harga komoditas minyak adalah, karena melemahnya laju perdagangan pasar ekuitas. Penguatan dari gerak nilai apresiasi mata uang USD turut pula menekan gerak nilai harga komoditas minyak.

Gerak nilai harga komoditas minyak berjangka dilaporkan telah bergerak melemah sebanyak 6% sejak penutupan sesi perdagangan pasar hari Selasa. Angka tersebut adalah merupakan angka penurunan terbesar dalam dua hari sejak pertengahan Februari.

Para analis mengatakan bahwa gerak reli nilai harga komoditas minyak dalam lima pekan sebelumnya mungkin telah memudar. Telah dilaporkan sebelumnya bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak telah pernah bergerak naik dari kisaran level harga $20 US/ barel.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak WTI berakhir turun sebesar 33 sen, atau sekitar 0.8%, dengan berada di kisaran harga $39.46 US/ barel. Untuk sesi perdagangan pasar di pekan ini, gerak nilai harga komoditas minyak WTI telah melemah sekitar 5%. Angka tersebut adalah pelemahan mingguan pertama sejak pertengahan Februari.

Eksekutif senior dari International Energy Agency mengatakan bahwa kesepakatan diantara beberapa anggota OPEC dan Rusia untuk menahan level produksi kemungkinan “tidak berarti”. Hal tersebut terasumsikan, karena Arab Saudi adalah satu-satunya produsen yang memiliki kemampuan untuk menaikan output.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Suku Bunga Amerika Dinaikkan The Fed, BoJ Tampak Akan Bertahan

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak positif, menguat terhadap mata uang Eurogroup, yaitu mata uang Euro. Gerak penguatan nilai apresiasi Greenback juga turut berdampak pada nilai

Berita 0 Comments

Aussie Melorot Paska Data Ekonomi

Dollar melemah secara moderat untuk hari kedua berturut-turut merespon komentar Gubernur Fed Janet Yellen viagra tabs yang memberikan sinyal suku bunga acuan masih akan ditahan di dekat level rendah. Menjelang

Forex News

Komoditas Mulai Merangkak, Pelaku Pasar Tahan Beli Greenback

Mata uang komoditas seperti mata uang Australia, Aussie, mata uang Afrika Selatan, yaitu mata uang Rand, dan mata uang Brasil, yaitu mata uang Real, dilaporkan bergerak menguat nilai apresiasinya. Gerak

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image