USD Masih Perkasa, Kredit Perumahan Australia Tekan Aussie

USD Masih Perkasa, Kredit Perumahan Australia Tekan Aussie

16249_506996652707703_964692964_nMata uang USD diperdagangkan menguat ke level tertinggi apresiasinya terhadap mata uang utama lainnya. Hal ini karena imbas serangkaian data ekonomi di minggu lalu, yang mendukung mata uang negeri Paman Sam tersebut terus bergerak menguat ke level tertinggi. Depnaker Amerika mengatakan jumlah orang yang mengajukan klaim pengangguran meningkat sebesar 4.000 menjadi 302.000 pada pekan lalu. Para pelaku pasar telah memperkirakan klaim pengangguran naik sebesar 2.000 menjadi 300.000 di pekan lalu. Data muncul setelah ADP proses penggajian perusahaan mengatakan kerja swasta non-pertanian naik 204.000 bulan lalu, di bawah ekspektasi untuk peningkatan 220.000. Perekonomian menciptakan 212.000 pekerjaan pada bulan Juli. Indeks USD mencatat apresiasi mata uang USD terhadap major currencies lainnya, naik 0,64% di level 83.40, level tertinggi sejak bulan Juli 2013.

Apresiasi mata uang EUR/ USD sempat mencapai level harga 1,2996, level harga terendah sejak 15 Juli 2013 dan terakhir diperdagangkan melemah 0,10% di level 1,2882. ECB mengeluarkan kebijakan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 0,05% dari sesi sebelumnya 0,15%, secara mengejutkan bagi sebagian besar analis pasar yang memperkirakan tidak ada perubahan. Bank sentral eropa juga menurunkan suku deposit facility -0.20% dari yang sebelumnya -0.10% dan suku bunga pinjaman marjinal untuk 0,30% dari yang sebelumnya 0,40%. Keputusan itu muncul setelah data terbaru menunjukkan bahwa inflasi tahunan di zona eropa melambat dalam lima tahun sebesar 0,3% pada bulan lalu. ECB menargetkan tingkat inflasi mendekati tapi hanya di bawah 2%.

Hingga sesi siang diperdagangan hari Selasa (09/ 09/ 2014), indeks composite Jepang, Nikkei, tampil kokoh pada kisaran positif berkat pelemahan nilai tukar mata uang yen hingga menyentuh kisaran terendah dalam 6 tahun terakhir. Nilai tukar mata uang yen ditransaksikan pada kisaran 106.25 setelah anjlok hingga 106.33 terhadap USD, platform Reuters. Sedangkan pada sesi Senin kemarin, mata uang yen apresiasinya berakhir ditutup pada level 106.03 setelah tergerus hingga 106.08. Mata uang yen kian tertekan setelah hasil pertemuan Bank of Japan (BOJ) yang melaporkan bahwa bank sentral akan terus mempertahankan program kebijakan stimulus sesuai ekspektasi hingga laju inflasi mencapai target 2% sekaligus untuk mendongkrak perekonomian Jepang yang masih rapuh. Terkait dengan pelemahan kurs hari ini, kalangan eksportir di lantai bursa nampak diuntungkan dari sisi prospek pendapatan berkat ekspektasi daya saing produk mereka yang semakin kuat. Sementara dilaporkan bahwa apresiasi mata uang USD/JPY menguat 0,21% di level harga 106,24. Di lantai bursa Tokyo nampak saham Advantest Corp. (+1.7%), Nidec Corp. (+1.1%), Fujitsu Ltd. (+1.5%), Honda Motor Co. (+1.9%), dan saham Nissan Motor Co. (+1.2%). Sedangkan saham Sony Corp. Juga turut melesat hingga +1.4%. Tercatat indeks Nikkei (N225) menguat +0.31% atau melesat sebanyak +49.20 poin pada ksiaran 15754.31 setelah melejit hingga 15795.82, platform Reuters.

Imbas kebijakan Jepang juga negatif terhadap mata uang Australia, aussie. Tekanan juga diperkuat dengan adanya data rilis dari Cina kemarin. Bahkan, baru saja dirilis, data yang berimbas negatif terhadap mata uang Australia. Australia Home Loans naik hanya sebesar 0.3% pada periode Agustus, lebih rendah dari perkiraan pasar dan data sebelumnya pada 1.0% (F) ddan 0.1% (P). Rilis data ini berpengaruh negatif terhadap aussie. Dilaporkan bahwa sementara ini apresiasi mata uang AUD/USD melemah 0,20% di level harga 0,9263. Dari inggris dilaporkan bahwa, harga rata-rata perumahan Inggris dirilis naik sebesar 9.7% dibandingkan Agustus tahun lalu, lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya yang masing-masing berada pada 9.9% (F) dan 10.2% (P). Dibandingkan dengan data rilis bulan lalu, bulan sebelumnya harga rata-rata perumahan Inggris naik sebesar 0.1%, lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya yang masing-masing berada pada 0.2% (F) dan 1.2% (P). Data rilis terbaru ini menjadikan sentiment terhadap mata uang GBP menjadi negatif. Apresiasi mata uang GBP/USD melemah 0,15% di level harga 1,6080. Untuk mata uang yang lain dilaporkan bahwa sementara apresiasi mata uang USD/CHF menguat 0,11% di level 0,9366, sedangkan dan apresiasi mata uang USD/CAD menguat 0,18% di level 1,0994.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Rentetan Rilis Data Minggu Ini Ditunggu Pasar, Komoditas Minyak dan Emas Masih Lemah

Dilaporkan bahwa pada hari Selasa (03/ 05/ 2016), Komisi Eropa telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk zona Euro untuk tahun ini. Proyeksi terbaru dari Komisi Eropa tersebut memperkirakan bahwa, angka

Berita 0 Comments

Jerman Dongkrak Apesiasi Euro

Mata uang euro ditutup sedikit menguat apresiasinya terhadap USD selama sesi perdagangan kemarin (Selasa, 07/ 05/ 2013). Hal ini terjadi setelah sempat bergerak naik dan mencapai titik resistance pada 1.3115.

Berita 0 Comments

Euro Tembus Dibawah $1.06 Untuk Kali Pertama Sejak Tahun 2003

Mata uang Euro anjlok lagi mendekati level paritas terhadap Dollar, merosot lebih dari 1 persen untuk diperdagangkan dibawah $1.06 untuk kali pertama dalam 12 tahun terakhir sehingga menambah kejatuhan 13

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image