USD Masih Perkasa, Pasar Perhatikan Zona Eropa

USD Masih Perkasa, Pasar Perhatikan Zona Eropa

Mata uang USD pada hari ini (Senin, 06/ 05/ 2013), masih berada di kisaran level harga penutupan hari Jumat (03/ 05/ 2013) lalu, sekaligus mempertahankan penguatan yang diraihnya akhir pekan lalu. Indeks USD ICE, parameter kurs USD terhadap 6 mata uang utama, turun dari 82.122 (Jumat) ke 82.059 hari ini. Keadaan ini terjadi setelah hasil laporan tenaga kerja Jumat kemarin belum berkurang di awal pekan.

Nilai tukar USD/ JPY berada di kisaran level harga 99.08, level harga yang tercatat pada hari Jumat di sesi perdagangan Amerika. Mata uang USD menguat terhadap yen apresiasinya setelah rilis data non - farm payroll yang ternyata tercatat lebih baik dari perkiraan, meredam kekhawatiran prospek ekonomi Amerika. USD sempat menguat sekitar lebih dari 1% di akhir pekan setelah data non-farm payroll keluar pada angka 165.000 di bulan April atau mematahkan ekspektasi yang sebesar 135.000 (poll MarketWatch). Sementara rasio pengangguran Amerika juga turun dari 7.6% menjadi 7.5%, juga lebih baik dibanding prediksi analis. Dengan latar belakang ini, USD kemungkinan akan diperdagangkan berkisar antara level harga 95 - 100 yen dalam waktu dekat ini. AUD lebih tinggi setelah melonjak sekitar 1,8% terhadap mata uang yen, dan NZD naik 1,6% terhadap mata uang yen. Para pelaku pasar mengharapkan USD akan naik melewati level harga 100 yen, sebagian pada harapan bagi investor Jepang untuk meningkatkan investasi mereka di luar negeri dalam mencari hasil yang lebih tinggi. Pelonggaran BOJ juga telah menempatkan fokus baru pada yen sebagai mata uang pendanaan carry trade, dimana investor menjual hasil rendah mata uang seperti yen untuk berinvestasi di mata uang dan aset berimbal hasil yang lebih tinggi. Pasar Jepang ditutup pada Senin untuk hari libur umum, dan volume perdagangan dalam yen bisa lebih ringan dari biasanya.

Sentiment pasar beralih terhadap harapan pemulihan perekonomian di Eropa, atas penurunan suku bunga acuan ECB sebesar 25bps menjadi 0.5% dari 0.75%, yang turut mendukung penguatan mata uang euro terhadap USD. Apresiasi mata uang EUR/ USD tercatat di 1.31184. Pada sesi perdagangan hari Jumat, mata uang euro diperdagangkan lebih tinggi sebesar 0.39% menjadi 1.3118, mencapai titik terendah hariannya pada 1.3034 dan titik tertingginya pada 1.3158. Sementara itu, dolar diperdagangkan lebih rendah sebesar 0.15% menjadi 82.10. AUD bergerak turun dari 1.031 ke 1.029 per USD. Mata uang Australia ini melemah pasca munculnya laporan angka retail sales yang rendah dibanding perkiraan.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Asumsi Pejabat The Fed Tentan Kenaikan Suku Bunga Bergulir, Saham – saham di Eropa Terkoreksi

Dilaporkan bahwa, Neel Kashkari, Presiden Fed Minneapolis, mengatakan apabila kenaikan suku bunga The Fed mungkin akan menyebabkan “kerusakan yang sebenarnya” terhadap perekonomian Amerika. Hal tersebutlah yang dapat menjadi alasan akan

Forex News 0 Comments

USD Terkoreksi, Aussie Berupaya Bertahan Terimbas China

Nilai apresiasi mata uang USD mencoba bangkit terahadap mata uang Jepang, Yen, setelah mengalami koreksi kuat. Nilai apresiasi mata uang USD terkoreksi kuat terhadap Yen, melemah tajam pada sesi perdagangan

Forex News 0 Comments

Euro Tertahan di Level Terendah 8 Bulan

Euro belum banyak bergerak pada perdagangan sesi Asia pagi ini, setelah merosot tajam pada perdagangan kemarin dan menembus di bawah level 1.3500. Mata uang 18 negara tersebut kini berada pada

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image