USD Melemah Atas Major, Issue Obligasi Masih Dominan

USD Melemah Atas Major, Issue Obligasi Masih Dominan

Mata uang USD dalam perdagangan hari Senin (08/ 07/ 2013) kemarin kehilangan daya penguatannya. Apresiasi USD berbalik menurun setelah imbal obligasi Amerika naik setelah membaiknya perekonomian Amerika. Hal tersebut ditinjau dari angka data-data ekonomi yang diterbitkan di hari Jumat. Data-data tersebut yangi semakin mempertegas bahwa The Fed akan mengurangi kebijakan belanja obligasinya segera. Hal ini mengakibatkan mata uang USD turun daya jualnya dari level tertinggi dalam tiga tahun terakhir ini setelah para investor memperhatikan dengan seksama kenaikan yang terjadi di imbal hasil obligasi Amerika seiring dengan ekpektasi bahwa The Fed akan mulai mengurangi kebijakan stimulusnya di akhir tahun ini. Dengan tidak adanya data ekonomi yang dirilis dari Amerika kemarin, indeks dollar pada perdagangan kemarin turun dari level tertinggi dalam 3 tahun terakhir yang diraih pada hari Jumat, akibat munculnya spekulasi kenaikan dollar terlalu jauh dan terlalu cepat. Indek USD menurun 84.172, dari sebelumnya di angka 84.449.

Dengan naiknya imbal hasil obligasi Amerika membuat para pelaku pasar kembali menaruh minatnya pada jenis investasi ini dan berpaling dari pasar uang khususnya USD. Meski demikian, sebagian pihak meragukan kelangsungan kenaikan ini lebih lama, mengingat pasar obligasi sendiri dinilai sudah mengalami kejenuhan. Kondisi ini juga menjadi suatu pertanda dimana hal ini akan rentan dengan pembalikan arah pergerakan mata uang USD. Data ekonomi negara Amerika tererakhir menunjukkan, bahwa kenaikan lapangan kerja dibulan Juni sebesar 195 ribu lebih baik dari perkiraan yang hanya memperkirakan kenaikan lapangan kerja sebesar 155 ribu saja. Data yang demikian ini semakin memperkuat bahwa The Fed akan mulai mengurangi kebijakan stimulus belanja obligasinya yang saat ini sebesar 85 milyar USD per bulan akan berkurang pada bulan September nanti. Hal ini akan terjadi jika kondisi ekonomi Amerika terus menunjukkan pemulihan sebagaimana yang diperkirakan The Fed. Beberapa waktu belakangan ini, nilai apresiasi USD memang tergerus dengan kebijakan belanja obligasi The Fed dan kebijakan suku bunga ultra rendahnya. Pada minggu lalu, hasil pertemuan FOMC mengisyaratkan kemungkinan The Fed akan mengurangi kebijakan tersebut. Pada minggu ini hingga pada akhir kuartal ini, pasar sepertinya akan memperhatikan dengan jeli berbagai pernyataan dari The Fed yang bersifat agresif atau pula pernyataan-pernyataan dari zona eropa yang bersifat lunak. Apabila ternyata pihak The Fed tidak menemukan alasan dari data-data ekonomi tersebut untuk melakukan pengurangan kebijakan stimulusnya di musim gugur nanti. Pada hari Jumat minggu lalu, laporan tenaga kerja Amerika dirilis lebih tinggi dari perkiraan yang menyebabkan spekulasi Federal Reserve akan segera mengurangi program stimulus moneter merupakan penyebab penguatan tajam dollar terhadap mata uang utama.

Berbanding terbalik dengan perdagangan pada hari Jumat, kemarin USD malah justru melemah terhadap mata uang utama. Mata uang euro dan sterling menguat untuk pertama kalinya setelah mengalami kemerosotan tajam dua hari berturu-turut. Mata uang euro menguat seiring munculnya spekulasi dari para pelaku pasar dan penguatan bursa saham zona eropa dan Amerika. Sementara sterling menguat akibat optimisme akan data produksi manufaktur yang akan dirilis hari ini diprediksi akan membaik. Pada apresiasi mata uang EUR/ USD, harga menguat kembali ke level 1.2871, dari sebelumnya di 1.2825. Penguatan mata uang euro dikarenakan negara - negara zona eropa bersepakat setuju memberikan dana bagi negara Yunani untuk menghindari masalah pembayaran hutangnya dalam beberapa waktu kedepan ini. Apresiasi mata uang GBP/ USD diperdagangkan menguat ke level harga 1.4950 dari sebelumnya di kisaran level harga 1.4894. Sementara itu dalam perdagangan USD/ JPY, mata uang USD diperdagangkan pada level harga 100.96, turun dari sebelumnya di level harga 101.18. Sedangkan untuk apresiasi AUD/ USD berada pada level harga 0.9128, naik dari sebelumnya di level harga 0.9065.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Bergerak Stagnan Karena Investor Masih Nantikan Kebijakan Fed dan BOJ

Mata uang yen Jepang terpantau masih stagnan terhadap dollar AS (29/4). Yen bergerak sedikit saja dari level penutupan perdagangan dini hari tadi, tetapi yen tampak berpotensi untuk melanjutkan pelemahan yang

Fundamental 0 Comments

Gerak Harga Emas Masih Di Bawah, Ritel Jerman Turun Dan USD Terkoreksi

Gerak harga emas diperdagangkan dalam kondisi melemah saat memasuki sesi perdagangan ketiga di pekan ini (sesi pasar hari Rabu, 29/ o4/ 2015), kehilangan dukungan setelah menguat tajam dalam dua sesi

Fundamental

Bursa Wall Street Terkapar, Kebijakan BoJ Kembali Dongkrak Yen

jordan jordan 12 flu game 2016 for sale 12 jordan 12 flu game for sale flu jordan 12 flu game for sale game jordan 12 flu game for sale 2016

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image