USD Melemah Setelah Rilis Data Fundamental, Euro Menggeliat Kembali Meski Sementara

USD Melemah Setelah Rilis Data Fundamental, Euro Menggeliat Kembali Meski Sementara

Mata uang euro rebound setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam 10 bulan terhadap mata uang USD, seiring bertambahnya sinyal perlambatan pemulihan ekonomi Amerika. Kendati demikian, meningkatnya potensi pemangkasan suku bunga ECB membuat euro terlihat masih tetap rentan. Mata uang zona eropa ini menutup pergerakan sesi kemarin dengan bergerak naik tipis, naik sekitar 14 pips di angka 1.3049. Para pelaku pasar terlihat masih belum dapat menentukan posisi setelah data ekonomi terkini terus dirilis dibawah ekspektasi dan harga komoditi terus mengalami tekanan.

Dari laporan di zona eropatelah dirilis data kemarin.Dirilis laporkan bahwa negara Spanyol telah menjual 4.71 miliar euro obligasi 10 tahun dari ekspektasi 4.5 miliar euro. Rata - rata hasil imbal obligasi di Eropa mengalami penurunan setelah dilihat dalam beberapa pekan terakhir. Euro juga masih dibayangi oleh kebuntuan politik di Italia, setelah parlemen pada hari Kamis gagal memuluskan jalan Franco Marini dari partai sentral-kiri sebagai calon Presiden baru. “Kunci pergerakan mata uang tunggal selanjutnya berada di tangan data ekonomi zona Euro. Data ekonomi yang terus menerus menunjukkan pelemahan akan memperkuat peluang pemangkasan suku bunga ECB dan membebani Euro,” kata Joe Manimbo, analis pasar senior pada Western Union Business Solutions di Washington. Mata uang euro dikoreksi naik dan mendekati titik resistance pada 1.3105, setelah adanya penurunan Obligasi di Eropa serta data negatif dari klaim pengangguran di Amerika Serikat. Index ekonomi The Conference Board untuk bulan Maret jatuh 0.1% setelah tiga bulan sebelumnya naik, dan ekspektasi pasar juga naik. Secara terpisah, Bank Sentral wilayah Philadelphia juga mengeluarkan indek bisnis regional yang menunjukkan penurunan sebesar 1.3 dibulan April ini dari bulan Maret sebesar 2.0. Pasar sangat responsive dengan data-data ekonomi yang mengecewakan. Data-data ekonomi ini membuat USD menjadi tertekan. Index USD turun ke level harga 82.537 dari sebelumnya di level harga 82.649. Dari Inggris, mata uang Sterling masih tetap rentan terhadap penurunan lebih lanjut setelah data ekonomi terbaru menjaga prospek pelonggaran moneter oleh BoE. Penurunan penjualan ritel Inggris bulan pada Maret yang sejalan dengan ekspektasi ekonom menggambarkan lemahnya permintaan domestik dan belanja konsumen. Sehingga menambah keraguan terhadap kemampuan ekonomi Inggris untuk keluar dari resesi pada kuartal pertama tahun ini. “Meskipun kami tidak mengharapkan perekonomian Inggris akan kembali ke dalam resesi, pertumbuhan yang lambat akan mendorong BoE untuk lebih agresif dalam melakukan pelonggaran kebijakan. Kami menilai GBP/ USD berpotensi besar melanjutkan penurunan menuju area $1.44-$1.45 dalam 2 bulan ke depan,” kata Peter Frank, analis forex BBVA. Cross EUR/ GBP diperdagangkan lebih rendah sebesar 0.11% menjadi 0.8542.

Dari zona Asia, keputusan BoJ atas program stimulusnya, membuat para investor Jepang dan invetor lainnya mulai melirik Obligasi eropa, yang turut mendukung penguatan euro terhadap mata uang USD selama sesi perdagangan kemarin. Apresiasi cross EUR/ JPY diperdagangkan lebih tinggi sebesar 0.20% dan menetap pada 128.12.Pada sesi perdagangan hari ini, mata uang euro diperkirakan akan diperdagangkan antara 1.3105 - 1.3005 USD. Namun bila diperhatikan, sebenarnya tidak ada pergerakan pasar yang berarti dalam perdagangan hari Kamis kemarin, disebabkan tidak adanya informasi yang cukup kuat untuk bisa menggerakkan pasar. Akhirnya pasar melihat pergerakan yang terjadi di bursa saham. Bursa saham Amerika menurun, dimana jatuhnya saham perusahaan Apple menjadi penggerak koreksi yang terjadi di bursa. Jumlah klaim pengangguran di Amerika pada pekan lalu mengalami kenaikan sebesar 4.000 menjadi 352.000 dari 348.000 pada pekan sebelumnya (direvisi naik dari 346.000), serta diatas ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 350.000.Mata uang euro rebound setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam 10 bulan terhadap mata uang USD, seiring bertambahnya sinyal perlambatan pemulihan ekonomi Amerika. Kendati demikian, meningkatnya potensi pemangkasan suku bunga ECB membuat euro terlihat masih tetap rentan. Mata uang zona eropa ini menutup pergerakan sesi kemarin dengan bergerak naik tipis, naik sekitar 14 pips di angka 1.3049. Para pelaku pasar terlihat masih belum dapat menentukan posisi setelah data ekonomi terkini terus dirilis dibawah ekspektasi dan harga komoditi terus mengalami tekanan.

Dari laporan di zona eropatelah dirilis data kemarin.Dirilis laporkan bahwa negara Spanyol telah menjual 4.71 miliar euro obligasi 10 tahun dari ekspektasi 4.5 miliar euro. Rata - rata hasil imbal obligasi di Eropa mengalami penurunan setelah dilihat dalam beberapa pekan terakhir. Euro juga masih dibayangi oleh kebuntuan politik di Italia, setelah parlemen pada hari Kamis gagal memuluskan jalan Franco Marini dari partai sentral-kiri sebagai calon Presiden baru. “Kunci pergerakan mata uang tunggal selanjutnya berada di tangan data ekonomi zona Euro. Data ekonomi yang terus menerus menunjukkan pelemahan akan memperkuat peluang pemangkasan suku bunga ECB dan membebani Euro,” kata Joe Manimbo, analis pasar senior pada Western Union Business Solutions di Washington. Mata uang euro dikoreksi naik dan mendekati titik resistance pada 1.3105, setelah adanya penurunan Obligasi di Eropa serta data negatif dari klaim pengangguran di Amerika Serikat. Index ekonomi The Conference Board untuk bulan Maret jatuh 0.1% setelah tiga bulan sebelumnya naik, dan ekspektasi pasar juga naik. Secara terpisah, Bank Sentral wilayah Philadelphia juga mengeluarkan indek bisnis regional yang menunjukkan penurunan sebesar 1.3 dibulan April ini dari bulan Maret sebesar 2.0. Pasar sangat responsive dengan data-data ekonomi yang mengecewakan. Data-data ekonomi ini membuat USD menjadi tertekan. Index USD turun ke level harga 82.537 dari sebelumnya di level harga 82.649. Dari Inggris, mata uang Sterling masih tetap rentan terhadap penurunan lebih lanjut setelah data ekonomi terbaru menjaga prospek pelonggaran moneter oleh BoE. Penurunan penjualan ritel Inggris bulan pada Maret yang sejalan dengan ekspektasi ekonom menggambarkan lemahnya permintaan domestik dan belanja konsumen. Sehingga menambah keraguan terhadap kemampuan ekonomi Inggris untuk keluar dari resesi pada kuartal pertama tahun ini. “Meskipun kami tidak mengharapkan perekonomian Inggris akan kembali ke dalam resesi, pertumbuhan yang lambat akan mendorong BoE untuk lebih agresif dalam melakukan pelonggaran kebijakan. Kami menilai GBP/ USD berpotensi besar melanjutkan penurunan menuju area $1.44-$1.45 dalam 2 bulan ke depan,” kata Peter Frank, analis forex BBVA. Cross EUR/ GBP diperdagangkan lebih rendah sebesar 0.11% menjadi 0.8542.

Dari zona Asia, keputusan BoJ atas program stimulusnya, membuat para investor Jepang dan invetor lainnya mulai melirik Obligasi eropa, yang turut mendukung penguatan euro terhadap mata uang USD selama sesi perdagangan kemarin. Apresiasi cross EUR/ JPY diperdagangkan lebih tinggi sebesar 0.20% dan menetap pada 128.12.Pada sesi perdagangan hari ini, mata uang euro diperkirakan akan diperdagangkan antara 1.3105 - 1.3005 USD. Namun bila diperhatikan, sebenarnya tidak ada pergerakan pasar yang berarti dalam perdagangan hari Kamis kemarin, disebabkan tidak adanya informasi yang cukup kuat untuk bisa menggerakkan pasar. Akhirnya pasar melihat pergerakan yang terjadi di bursa saham. Bursa saham Amerika menurun, dimana jatuhnya saham perusahaan Apple menjadi penggerak koreksi yang terjadi di bursa. Jumlah klaim pengangguran di Amerika pada pekan lalu mengalami kenaikan sebesar 4.000 menjadi 352.000 dari 348.000 pada pekan sebelumnya (direvisi naik dari 346.000), serta diatas ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 350.000.

About author

You might also like

Harga Banyak Alami Koreksi, Pasar Siagai Data Ekonomi

Penutupan sesi perdagangan pasar emas hari Rabu (04/ 09/ 2013) diwarnai dengan kerugian tajam lebi dari 20 USD. Harga emas turun pada perdagangan hari Rabu waktu Amerika, karena aksi profit

Gerak Harga Pasar Mulai Menyesuaikan Diri Setelah Imbas China

Apresiasi mata uang USD dilaporkan bergerak menguat lebih dari 1% terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (25/ 08/ 2015) ini. Gerak nilai

Komoditas 0 Comments

China Berupaya Berbenah, Aussie Dianggap Terlalu Kuat

Gerak nilai apresiasi mata unag negara Australia, atau lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan bergerak melemah terhadap 15 major currencies. Kondisi tersebut terjadi, setelah Wall Street Journal merilis laporan tentang pernyataan

2 Comments

  1. buy domain name
    June 12, 09:39 Reply

    salam kenal master,,terima ksih untuk info yg sngt bfaarneamt,,saya telah ikut trading untuk crude oil /CLS10c,,ada brpa pertanyaan,,,dan jg pnilaian terhadap brta calender apakah bnar atau salah..1.Dri berita calender laporan dri negara yg mana saja yg beritanya berpengaruh terhadap hrga minyak??2.GBP=USD apabila hrga pondsterling menguat maka otomatis dollar amerika akan ikut menguat?apa benar dmkian??3.GBP=USD dlm artian apabila laporan GBP mnguat maka USD ikut mnguat dan hrga minyak akan melemah,,bgtu jg sebaliknya?apa bnar demikian??4.untuk laporan Euro apabila mnguat maka minyak akan mnguat bgtu jg sbaliknya??benar demikian??5.apabila previous data dan d perkirakan (forecast) akan naik tpi actualnya angkanya berada d bawah forecast maka akan kluar warna merah dan tanda melemah walaupun diatas previusnya ,,apabila diatas forecast maka akan hijau dan tanda menguat,,misal 16 17 14 (untuk data actual yg kluar angka merah)misal 18 17 14 (untuk data actual yg keluar angka hijau)kmudian pengaruhnya dgrafik apakah apabila tndanya merah maka melemah walaupun dibandingkan previuosnya angkanya naik??dan jg sebaliknya??terima ksih untuk pencerahanya

    • subdomains
      June 25, 11:59 Reply

      dear Seara, salam kenal balik dan salam hangat. di sini kita sama2 belajar dan berbagi, sedianya dari pertukaran informasi ini menjadikan kita semakin maju dan semakin cermat dalam menilai pasar. berikut tanggapan saya atas atensi anda, 1. mengenai negara2 yang berpengaruh trhdp pergerakan crude oil, jk mnrt hemat saya , sebaiknya perhatikan pergerakan pasar canada dan amerika, dimana apresiasi pergerakan valuta canada memiliki comperasi yg sangat berkait dengan pasar minyak, dimana amati pergerakan pasar cad, jk cenderung bullish maka di #CL akan bearish. tentu saja tanpa mengecilkan pengaruh negara major lain tentunya. 2. apresiasi GBP/ USD adalah apresiasi direct, dimana apabila kondisi pasar menyatakan positif terhadap GBP, maka tentunya akan berbanding terbalik dengan pasar USD, begitupun sebaliknya. diminasi pergerakan pasar akan dipengaruhi selain fundamental positif negara tersebut yang saling terapresiasi, jg terpengaruh atas atensi pasar atas pengambilan harga sebelumnya, yang sangat terpengaruh dengan kondisi terbaru sehingga bisa menimbulkan aksi sell/ buy yang menjadikan koreksi atas pasar terapresiasi tersebut. 3. pasar minya merupakan pasar komoditas yang memiliki sekala krusial luas, sehingga, bila pasar direct major memiliki fundamental positif, maka kecenderungan pergerakan #CL akan mengalami opposite movement yang cukup dominan. 4. PAsar eropa yang merupaka direct major dg usd, maka kemungkinan itu sebenarnya bisa terjadi, dalam hal ini, perlu diperhatikan pula fundamental direct major zona eropa, kecuali fundamental #CL negatif, maka penguatan pasar beriring dengan zona eropa bisa terjadi. 5. fundamental report merupakan laporan akan hail kebijakan yang dirilis pemerintah, atau jg bisa merupakan informasi krusial dan kritis yang sangat peka dan berpengaruh terhadap pasar tersebut. perlu diketahui, tidak semua forecast cara baca nya adalah positif = positif, contoh, bila PPI dan CPI US +, maka USD akan cenderung bearish, demikian jg dengan #CL, karena menyangkut modal. belum lagi fundamental memberikan efect seketika pada pasar, yang bisa jadi telah diantisipasi oleh pasar sebelumnya, sehingga bisa terjadi ketika suatu signal fundamental negatif, justru pasar bergerak positif, karena selain pasarv telah mengantisipasi kondisi tersebut, juga di pengaruhi oleh ekspektasi pasar atas pergerakan pasar tersebut. demikian tanggapan saya, semoga dapat membantu rekan Seara…:)

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image