USD Respon Positif Pernyataan Bernanke, Aussie Masih Harus Pasrah

Mata uang USD merespon dengan naik atas sejumlah mata uang utama lainnya, termasuk mata uang euro dan yen, setelah adanya rilis mengenai pernyataan gubernur The Fed, Ben S. Bernanke. Pada hari Rabu (17/ 07/ 2013) kemarin, Ben Bernanke di depan kongres menyatakan bahwa, pengurangan program pembelian obligasi “tidak berarti sejalan dengan tujuan awal” dan oleh karena itu bisa jadi The Fed akan meninggalkan program tersebut atau justru meningkatkan jumlah pembelian jika dikehendaki. Pernyataan Bernanke tersebut disampaikan guna menjawab pertanyaan sejumlah anggota dewan dalam sesi pernyataannya selama dua hari ini.

Setelah adanya pernyataan tersebut, mata uang euro tersungkur hingga ke level harga 1.3107 USD dari sebelumnya di level harga 1.3142 USD. Sedangkan mengenai pergerakan mata uang yen, sementara berada di level harga menguat, yaitu ke 99.56 dari sebelumnya di level harga 99.21. Mata uang yen pertahankan pelemahannya terhadap sebagian besar mata uang utama atas bertaruhnya invenstor pada menteri keuangan G-20 dan pertemuan banker bank sentral pada pekan ini yang akan mendukung kebijakan moneter Bank of Japan yang bertujuan untuk memicu inflasi 2 persen. Deputi Menteri keuangan Rusia, Sergei Storchak, mengatakan bahwa G-20 mungkin tidak akan menyerukan untuk pengurangan stimulus di negara-negara termasuk negara Jepang. Mata uang euro diperdagangkan di kisaran level tertinggi enam pekan terhadap yen setelah anggota parlemen Yunani menyetujui tindakan penghematan yang dapat membuka jalan untuk bantuan pinjaman selanjutnya. Permintaan untuk dollar terbatas setelah ketua Federal Reserve Ben S. Bernanke isyaratkan pembelian aset bank sentral yang cenderung merendahkan matauang, masih bergantung pada kinerja ekonomi. “Kami melihat yen akan melemah lebih lanjut. Pasar perkirakan akan ada pelonggaran tambahan setelah mereka yakin bahwa BoJ akan menargetkan inflasi, jadi kebijakan moneter Jepang cenderung ke akomodasi lebih lanjut,” demikian kata kepala analis mata uang di Mizuhi Securities Co, Kengo Suzuki, di Tokyo. Indek USD naik ke 82.715 dari sebelumnya di 82.599. Pesan utama yang ingin disampaikan oleh Bernanke adalah kondisi ekonomi Amerika apabila The Federal Reserve melakukan pengetatan kebijakannya. Bernanke benar-benar ingin memisahkan antara pengetatan dan peruncingan. Data ekonomi yang dirilis secara terpisah oleh The Fed dalam laporan buku Beige menyatakan pertumbuhan ekonomi Amerika berlangsung secara moderat. Jika hal ini terjadi dalam alurnya, maka akan menjadi landasan bagi The Fed melakukan peruncingan. Menyikapi pernyataan Bernanke dengan kondisi pertumbuhan ekonomi Amerika yang lambat, bahwasanya kebijakan akomodatif masih akan diperlukan meski The Fed melakukan peruncingan dalam program pembelian Obligasi diakhir tahun ini, dimana semuanya juga akan berpulang pada data ekonomi yang muncul kemudian. Bernanke memang menegaskan bahwa lapangan kerja masih jauh dari angka yang memuaskan dan menyatakan bahwa hambatan fiskal masih ada. Hal ini menyadikan alasan baginya untuk tidakmerasa nyaman dengan hasil dari proses pemulihan ekonomi sejauh ini. Bernanke masih akan memberikan pernyataan di Kongress hingga hari Kamis ini dalam agenda laporan kerja dua tahunan. Dari pasar Inggris dilaporkan, apresiasi GBP/ USD menguat ke kisaran level harga 1.5212 dari sebelumnya di level harga 1.5115, melanjutkan kenaikan sebelumnya. Mata uang poundsterling mengalami penguatan apresiasinya terhadap USD hingga melonjak ke posisi tertinggi 2-minggu. Penguatan mata uang sterling terjadi setelah rilis pertemuan pertama BoE di bawah kepemipinan gubernur yang baru, Mark Carney. Hasil rilis data mengejutkan para investor yang mengharapkan sinyal untuk ekspansi pembelian aset. Dalam rilis laporan itu, Paul Fisher dan David Miles terlihat melunakkan seruan untuk penambahan stimulus dan memilih untuk mendukung strategi yang melibatkan panduan pada tingkat suku bunga di masa depan. Penurunan klaim pengangguran di Inggris juga mendorong spekulan dan investor untuk kembali membeli Sterling. “Pasar sebelumnya telah mengantisipasi untuk minutes BoE yang dovish, dan hasilnya ternyata mengecewakan mereka. Kecepatan dalam pergerakan Sterling mengindikasikan akan adanya penyesuaian posisi lebih lanjut. Dan Kami lebih memilih untuk membersihkan posisi Sterling/ USD di tengah semua ketidak pastian ini,” demikian apa kata Ian Gunner, manajer portofolio pada Altana Hard Currency Fund. Dari hasil pertemuan tersebut, menunjukkan bahwa MPC menghendaki suku bunga tetap dipertahankan dan melanjutkan kebijakan kuantitatif saat ini.

Dari benua Australia dilaporkan, apresiasi mata uang AUD/ USD diperdagangkan tidak beranjak di level 92.32 sen Amerika, menurun tipis dari penutupan perdagangan sebelumnya. Mata uang AUD terpaksa menghentikan kenaikan 2-hari beruntun terbesar sejak November 2011 seiring kembali merebaknya spekulasi pemangkasan suku bunga Reserve Bank of Australia dan perlambatan ekonomi negara China lebih lanjut. Mengacu pada indeks swap suku bunga terbaru, para trader masih melihat peluang sebesar 50% bahwa RBA akan menurunkan suku bunga acuan ke rekor terendah 2,5% pada pertemuan kebijakan bulan depan. “Masih ada beberapa resiko negatif untuk Aussie. RBA terus membicarakan tentang penurunan mata uang, prospek tingkat suku bunga yang lebih rendah dan beberapa ketidakpastian di China. Itu semua masih menjadi faktor yang akan menyudutkan Aussie,” demikian menurut apa kata Janu Chan, seorang ekonom pada St. George Bank Ltd. di Sidney. Hasil pertemuan Bank Sentral Australia mengisyaratkan kondisi lihat dan menunggu belaka.

About author

You might also like

Greenback Pukul Balik Tipis Yen dan Euro, Shangahi Composite Bergerak Positif

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan bergerak menguat terhadap terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dan mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro pada sesi perdagangan

Forex News 0 Comments

Keputusan ECB Melegakan Euro

Euro terapresiasi ke posisi tertinggi 1-minggu versus Dollar AS setelah European Central Bank tidak mensinyalkan akan adanya pemangkasan suku bunga di masa mendatang. ECB juga mempertahankan suku bunga acuan tidak

Komoditas 0 Comments

Gerak Emas Terdukung Bailout Yunani, USD Masih Berupaya Merangsek

Dilaporkan bahwa gerak harga emas di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Selasa (12/ 05/ 2015) pagi ini, telah mengalami penurunan harga yang tipis. Kondisi krisis hutang yang tengah dialami

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image