USD Saat Ini Menjadi Market Mover, Emas dan Major Currencies Masih Berusaha Merangkak

285538_488353261222710_45250526_nGerak harga emas pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa (26/ 05/ 2015) ini, terlihat mencoba bangkit kembali pada pagi hari ini setelah mengalami penurunan sejak pekan lalu. Salah satu faktor penurunan yang terjadi pada gerak harga emas berjangka adalah karena telah dipengaruhi oleh laporan inflasi di wilayah Amerika pada hari Jumat lalu. Gerak harga emas dan perak dilaporkan mengalami kenaikan dengan diperdagangkan lebih tinggi setelah mengalami penurunan pada sesi perdagangan di pekan lalu.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (25/ 05/ 2015) kemarin, telah dilaporkan bahwa gerak harga emas telah diperdagangkan dengan kondisi flat selama sesi perdagangan awal pecan. Hal ini terjadi karena lemahnya permintaan atas komoditas emas akibat ditutupnya sebagian besar pasar dalam rangka Memorial Day. Gerak harga emas dibuka dengan gap down pada sesi perdagangan awal pekan dan hanya bergerak sedikit menutup gap awal sesi perdagangan dengan kisaran yang sangat sempit. Terfokus pada pergerakkan indeks mata uang USD yang dilaporkan telah mencatatkan angka keuntungan yang cukup besar meski pasar Amerika ditutup semalam. Indeks mata uang USD dilaporkan telah ditutup naik sebanyak 19 poin atau 0.20% berakhir pada level 96.44, setelah sempat diperdgangkan hingga setinggi 96.53 dan serendah 96.21. Telah dilaporkan bahwa berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja menyatakan bahwa inflasi harga konsumen di Amerika mengalami kenaikan sebesar 0.1% di bulan April setelah naik sebesar 0.2% di bulan Maret sedangkan pada inflasi harga konsumen dalam basis tahunan telah alami penurunan sebesar 0.2% di bulan April, setelah turun sebesar 0.1% di bulan Maret. Untuk inflasi harga konsumen inti untuk basis bulanan di Amerika telah mengalami kenaikan sebesar 0.3% di bulan April setelah kenaikan sebesar 0.2% pada bulan Maret dan untuk basis tahunan tingkat inflasi konsumen inti telah mengalami kenaikan sebesar 1.8% di bulan April setelah naik sebesar 1.8% di bulan Maret.

Hingga penutupan sesi perdagangan pasar Eropa di hari Senin (25/ 05/ 2015) kemarin, gerak harga emas spot telah menyelesaikan sesi perdagangan dengan kerugian sebesar $ 33 sen atau 0.03% dengan gerak harga berakhir pada level $1,205.600 US/ troy ons. Gerak harga emas spot sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,208.580 US dan serendah $1,202.778 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $17.73 US atau 1.45%. Dilaporkan mengenai gerak harga emas berjangka kontrak Juni di Divisi Comex New York Mercantile Exchange menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Jum’at (22/ 05/ 2015) lalu dengan kerugian sebesar $ 10 sen atau 0.01% dengan gerak harga berakhir pada level $1,204.00 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $21.70 US atau 1.74%. Telah dilaporkan juga bahwa pada hari Selasa (26/ 05/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 555 ribu/ gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam berada di angka Rp 502 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada hari hari Selasa (26/ 05/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 257.800.000, pecahan 250 gram - Rp 129.000.000, pecahan 100 gram - Rp 51.650.000, pecahan 50 gram - Rp 25.850.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.950.000, pecahan 10 gram - Rp 5.210.000, pecahan 5 gram - Rp 2.630.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 555.000. Dilaporkan mengenai gerak harga perak berjangka pengiriman Juli telah diperdagangkan lebih tinggi 0.07% di level $17.063 US/ troy ons.

Gerak harga perak pada pagi ini telah terlihat bergerak menyentuh level $17.038 US untuk sesi terendah harian dan level $17.138 US untuk sesi tertinggi harian. Mengulas sedikit mengenai gerak harga logam tembaga, dilaporkan bahwa gerak harga tembaga pada perdagangan hari ini telah menguat 0,44% ke level $282,35 US/ pon. Kemarin gerak harga tembaga mengalami penurunan di bursa CMX Commodity Exchange. Kemarin harga gerak harga tembaga turun 0,6% setelah pekan lalu melemah 3,9% atau yang terendah sejak Januari. Gerak harga logam diperkirakan akan turun sedikitnya 16% dalam 12 bulan mendatang akibat melemahnya permintaan di China. Selain itu ada penurunan harga minyak mentah dan menguatnya mata uang USD, menurut sejumlah analis Goldman Sachs Group Inc. sebagaimana dikutip Bloomberg, hari Selasa (26/ 05/ 2015) ini. “Kami percaya harga saat ini menunjukkan peluang penjualan yang paling besar bagi produsen dan investor,” ujar analis Jeffrey Currie. Harga tembaga untuk pengiriman Juli di bursa Comex turun 0,2% ke $ 2,8065 US/ pon. Gerak harga tembaga turun 1,3% ke $ 2,811 US/ pon pada sesi perdagangan hari Jumat (22/ 05/ 2015) lalu atau yang terendah sejak 29 April lalu.

Dilaporkan mengenai gerak harga nikel hari ini bahwa, harga telah bergerak kuat dan melonjak setelah pemerintah China mengungkapkan rencana mengembangkan sektor infrastruktur dengan mencari pihak swasta untuk investasi senilai $ 300 miliar US. Pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (26/ 05/ 2015) pagi ini sampai menjelang sesi perdagangan siang, harga nikel untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 1,7% menjadi $12.930 US/ metrik ton. Ric Spooner, analis CMC Markets, mengatakan alokasi investasi untuk sektor infrastruktur berarti mendorong permintaan logam industri termasuk nikel secara langsung. “Dukungan untuk harga logam dari investasi infrastruktur ini lebih nyata terlihat potensi kenaikan permintaan dibandingkan dengan pelonggaran stimulus yang telah dilakukan China sejak akhir tahun lalu,” demikian ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada hari Selasa (26/ 05/ 2015) ini. Negara China tengah mencari dana investasi senilai 2 triliun yuan atau setara dengan $ 322 miliar US dari pihak swasta untuk beberapa proyek infrastruktur. Beberapa proyek infrastruktur antara lain, jalur kereta bawah tanah Beijing, pabrik pengelolaan sampah, dan gorong-gorong.

Dari negeri China, dilaporkan hari ini bahwa indeks Hang Seng bergerak secara rally setelah libur akhir pekan tiga hari dan mengacuhkan pelemahan bursa saham Asia. Para pelaku pasar beramai-ramai memasuki bursa saham Hong Kong setelah pejabat mengumumkan program koneksi baru. Pihak pemerintah China dan Hong Kong menyepakati perdagangan lintas-batas, atau Mutual Fund Connect, mulai tanggal 1 Juli. Program yang diumumkan pada hari Jumat lalu ini berbeda dengan Hong Kong Shanghai Stock Connect yang diluncurkan akhir tahun lalu. Skema baru ini memiliki kuota harian 300 miliar Yuan untuk masing-masing pihak, lebih tinggi dari kuota 550 miliar Yuan per hari dalam skema Hong Kong Shanghai Stock Connect. Selain itu, pasar saham Hong Kong juga mendapatkan sentimen positif dari rencana China mereformasi sistem dana pensiun nasional. Langkah ini diprediksi akan mengucurkan raturan miliar USD ke dalam reksa dana untuk kemudian diinvestasikan di dalam pasar saham. Setelah dibuka lebih tinggi 1,7%, pukul 9:44 WIB indeks spot Hang Seng diperdagangkan di level 28395.69 atau 1,44% lebih tinggi sementara indeks Hang Seng Futures naik 1,58% di level 28416. Sehubungan dengan konsumsi komoditas minyak di China, impor minyak menyentuh rekor 7,4 juta barel/ hari pada bulan April seiring penjualan mobil yang sehat mengatasi dampak perlambatan ekonomi.

Gerak harga minyak mentah bergerak negatif pada hari Senin kemarin, seiring dengan mata uang USD terapresiasi di tengah tipisnya volume perdagangan menyusul libur publik di Amerika dan sebagian besar wilayah zona Eropa. Penguatan mata uang USD membuat minyak menjadi kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Namun penurunan masih terbatasi oleh beberapa data permintaan kuat dari Asia dan Amerika. Departemen Keuangan nagara Jepang melaporkan impor bersih minyak mentah mencatat kenaikan tahunan 9,1% menjadi 3,62 juta barrel/ hari (bpd) pada bulan April. Sementara puncak musim berkendara di Amerika telah dimulai seiring libur Memorial Day, dengan American Automobile Association memprediksi volume kendaraan akan mencapai level puncak 10-tahun di sepanjang akhir pekan panjang. Kian intensifnya kerusuhan di wilayah Timur Tengah juga menyediakan support bagi ’emas hitam’. Pejuang Islamic State dikabarkan telah menguasai kota Ramadi di bagian barat Negara Irak.

Beranjak ke perdagangan mata uang, pada sesi perdagangan pasar Asia hari Selasa (26/ 05/ 2015) pagi ini, indeks mata uang USD masih terus lanjutkan penguatan dan mendekati kisaran level 97.00, yaitu dengan berada pada level 96.74 saat berita ini ditulis. Keuntungan ini membawa tekanan yang cukup besar bagi perdagangan komoditas emas dan major currencies ditengah minimnya data selama awal sesi perdagangan hari ini. Mata uang USD bertengger dekat level tinggi 1-bulan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Selasa, tampil kokoh pasca komentar dari Gubernur The Fed, Janet Yellen, menguatkan bias pengetatan pada suku bunga. Indeks USD diperdagangkan di kisaran 96.714 pada saat ini. Pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (26/ 05/ 2015) pagi ini, mata uang dolar Australia atau lazim disebut dengan Aussie, masih terlihat lanjutkan pelemahan terhadap mata uang USD ketika permintaan mata uang USD meningkat yang didukung oleh data inflasi Amerika pada hari Jumat lalu. Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, nilai apresiasi nilai mata uang AUD/ USD dilaporkan bergerak melemah 0.06% di level 0.7819, menyentuh level 0.7816 untuk sesi terendah harian dan level 0.7832 untuk sesi tertinggi harian. Nilai apresiasi mata uang Euro melanjutkan pelemahan di perdagangan awal pekan ini dan berada di level terendah dalam empat pekan terakhir. Meksi demikian perdagangan terlihat sepi akibat liburnya beberapa pasar utama hari ini, termasuk pasar Amerika Serikat. Masalah hutang negara Yunani terus membayangi pergerakan mata uang 19 negara tersebut, Menteri Dalam Negeri Yunani, Nikos Voutsis, pada hari Minggu mengatakan pemerintah Athena tidak akan mampu membayar hutang ke International Monetary Fund bulan depan, kecuali tercapai kesepakatan dengan krediturnya, dan mendapat kembali mendapat dana talangan. Tekanan terhadap mata uang Euro yang nampak menguat juga telah mengangkat gerak harga emas spot XAU/ EUR terkait dengan laporan dari Gfk yang dijadwalkan akan mengumumkan data terkini mengenai sektor konsumsi di negara Jerman, dimana negara tersebut merupakan negara dengan peran ekonomi yang besar bagi ekonomi kawasan zona Eropa. Sejumlah pelaku pasar memperkirakan bahwa laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan. Indikator fundamental ekonomi GfK German Consumer Climate diduga akan menunjukkan pertanda melemah dan diperkirakan dapat turun ke angka 10.0 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 10.1. Sedangkan menegenai mata uang Negara Jepang, dilaporkan bahwa mata uang yen terlihat melemah terhadap USD setelah dirilisnya laporan ekonomi Jepang pada pagi ini. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Bank Sentral Jepang atau BoJ, menyebutkan bahwa inflasi harga produsen Jasa tengah alami kenaikan sebesar 0.7% dalam setahun di bulan April. Sedangkan pada bulan Maret, inflasi harga produsen Jasa di wilayah Jepang telah alami kenaikan sebesar 3.2% dalam setahun. Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah dilaporkan bergerak menguat 0.03% di level 121.60 dimana pasangan ini terlihat bergerak menyentuh level 121.51 untuk sesi terendah harian dan level 121.64 untuk sesi tertinggi harian. Terhadap mata uang yen, saat ini USD telah menyentuh level tinggi dalam 2-bulan pada level 121.87, mendekati level tinggi 8-tahun di atas level 122.00. Para pelaku pasar berpendapat bahwa, saat ini yang menggerakkan pasar adalah mata uang USD, dan pasar tidak fokus terhadp mata uang yen. Yellen menjelaskan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dan dlam kondisi seperti ini pertanyaan bagi pelaku pasar adalah mata uang apa yang harus dijual. Para pelaku pasar juga mengatakan bahwa aksi jual terhadap mata uang yen telah mendapatkan momentum saat USD menguat di atas level 121 yen.

Dalam pidatonya hari Jumat lalu, Yellen telah menjelaskan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini. Ia mengatakan pelemahan pada data ekonomi belakangan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor sementara termasuk cuaca buruk dan pertikaian buruh di pelabuhan West Coast. Para pelaku pasar mengatakan skenario utamanya masih mengacu pada kenaikan suku bunga di bulan September, dan hal tersebut memicu trend bullish nilai apresiasi mata uang USD. Meski demikian, Janet Yellen juga menekankan bahwa data ekonomi yang akan dirilis nantinya penting dalam menentukan laju proses pengetatan. Sementara itu, Stanley Fischer, wakil gubernur The Fed, pada hari Senin malam mengatakan bahwa proses normalisasi suku bunga akan memakan waktu beberapa tahun. Namun The Fed masih berada jauh di depan European Central Bank (ECB) dan Bank of Japan (BoJ) dalam hal normalisasi kebijakan. Langkah ECB dan juga kecemasan terhadap negara Yunani akan membuat nilai apresiasi mata uang Euro tetap berada di bawah tekanan mata uang USD, menurut para pelaku pasar. Menyusul data CPI yang baru pekan lalu, data pesanan barang modal hari Selasa akan menjadi salah satu indikator kesehatan perekonomian Amerika yang terkini. Memasuki sesi perdagangan hari Selasa (26/ 05/ 2015) ini, gerak harga emas diperkirakan akan mulai dipergangkan pada kisaran yang cukup besar, karena kembali dibukanya bursa saham global secara normal. Volatiitas pasar nampaknya akan mulai membesar memasuki sesi perdagangan sesi perdagangan pasar Eropa dan puncak perdagangan akan terjadi menjelang dibukanya sesi perdagangan pasar Amerika malam nanti.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

NFP Tidak Sesuai Harapan, USD Terkoreksi Kuat

Gerak mata uang USD anjlok ke dekat level terendah 2-tahun terhadap mata uang euro. Selain itu, mata uang USD juga melemah terhadap major lainnya. Hal ini terpicu pasca laporan pemerintah

Forex News 0 Comments

Aussie Melambung berkat data perdagangan dari china

Dollar Australia melonjak ke level tertinggi 3-minggu versus Greenback setelah data China menunjukkan impor naik ke rekor tertinggi. Ekspor China tumbuh 14,1% pada bulan Desember, sementara impor naik 6%. Yang

Umum 0 Comments

Gerak Harga Emas Dibayangi Penguatan USD

Gerak harga emas dilaporkan telah ditutup dengan mencatatkan angka keuntungan tipis selama sesi perdagangan hari Jum’at (13/ 03/ 2015) minggu lalu. Kondisi ini merupakan kondisi dimana perdagangan emas telah bisa

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image