USD Sementara Masih Akan Terkoreksi Valuta Major

USD Sementara Masih Akan Terkoreksi Valuta Major

USD mengalami koreksi atas apresiasinya dari berbagai mata uang major. Secara fundamental, kondisi Amerika yang cenderung kondusif masih dilihat oleh pasar merupakan valuta aman. Meski demikian, valuta yang lain dengan adanya data rilisnya masih mengkoreksi aptresiasi nilai tukar masing - masing. Mata uang euro menggeliat kuat,  apresiasinya terhadap USD melesat ke level harga tertinggi dalam kurun waktu 3 minggu EFSF merilis laporan atas kuatnya permintaan dalam penjualan obligasi, berhasil melepas €8 milyar (sekitar $11 milyar) surat hutang bertenor 5 tahun hari Selasa (09/04/2013).  Euro menguat terhadap dolar selama sesi perdagangan kemarin, juga karena adanya data positif dari neraca perdagangan Jerman. Sesi perdagangan kemarin, euro diperdagangkan lebih tinggi sebesar 0.56% menjadi 1.3082, mencapai titik terendah hariannya pada 1.3005 dan titik tertingginya pada 1.3104.  Euro diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 1.2990.terus bergerak naik dan mendekati titik resistance pada 1.3135.

Data yang dirilis kemarin, neraca perdagangan Jerman menunjukkan kenaikan sebesar 1.5 miliar menjadi 17.1 miliar, dari 15.6 miliar pada bulan sebelumnya (direvisi turun dari 15.7 miliar). Serta, diatas ekspektasi pasar untuk penurunan sebesar 15 miliar. Dimana, data tersebut turut mendukung penguatan euro terhadap USD.Namun apresiasi euro masih terbatasi oleh komentar lembaga pemeringkat Moody’s, yang memperingatkan bahwa kegagalan negara Spanyol dalam memenuhi target deficit publik tahun ini beresiko menenggelamkan rating sovereign credit hingga di bawah investment grade. Vassili Serebriakov, analis forex BNP Paribas SA, New York mengatakan bahwa pergerakan mata uang euro terlihat cukup konsisten dengan kinerja kuat yang dipertontonkan pasar obligasi eropa pasca pengumuman kebijakan BoJ pekan lalu. Beberapa analis pasar masih menilai kekhawatiran tentang zona eropa. Baik mengenai ketidakpastian politik negara Italia, bailout untuk pemerintah Cyprus, dan memburuknya kondisi fiskal Spanyol. Diperkirakan pasar nampaknya tengah mereda kekhawatirannya atas kondisi zona eropa tersebut untuk sementara waktu. Namun pengumuman rencana pelonggaran moneter yang agresif dari BoJ pekan lalu masih menjaga tren pelemahan mata uang yen. Menkeu Jepang, Taro Aso, pada hari Selasa telah menegaskan jika kebijakan moneter yang diambil pemerintah bertujuan untuk memerangi keadaan deflasi, bukan untuk melemahkan nilai tukar mata uan yen. “Mengingat masifnya tekanan turun pada yen, penguatan seperti apapun kemungkinan akan mendorong investor untuk membangun kembali posisi jual terhadap yen dengan nilai tukar yang lebih menguntungkan,” kata Joe Manimbo, analis pasar senior pada Western Union Business Solutions di Washington D.C. Mata uang yen berada di kisaran level harga 99.07, terlepas dari harga rendahnya sesi di 98.90, dan naik sebanyak 1.55% pekan ini sejauh ini terhadap USD. Nikkei dibuka diatas 13,200 poin, naik 0.62% untuk sesi ini, mengikuti pinjaman bank di negeri Jepang yang menunjukkan kenaikan tertingginya sejak akhir 2009 di angka 1.6% per tahun. Valeria Bednarik, analis dari FXstreet.com mengatakan bahwa tren secara umum masih bullish disamping pembacaan teknikal dimana da peluang (bullish) berlanjut, paling tidak untuk saat ini. Resiko koreksi bearish sepertinya masih jauh, dengan penembusan kebawa 98.40 yang diperlukan untuk memberikan tekanan ke area support 97.50, demikian disimpulkan Bednarik. Valeria mencatat adanya kisaran support di 99.10, 98.80 dan 98.40, sementara kisaran resistance tercatat di 99.60, 100 dan 100.45. USD tekoreksi turun dari sekitar level tertinggi 4 tahun tehadap mata uang yen. Para pelaku pasar melakukan aksi profit taking setelah sebelumnya terjadi rally tajam baru-baru ini. Sterling bergerak mulai menguat, mendekati posisi tertinggi dalam satu setengah bulan terakhir terhadap USD. Hal tersebut dipicu rilis data output mengenai manufaktur yang lebih kuat dari ekspektasi memicu beberapa optimisme bahwa ekonomi negeri Inggris mungkin dapat terhindar dari badai resesi.

Dalam rilis laporan disebutkan bahwa sektor bisnis manufaktur tumbuh 0,8% pada bulan Februari, melampaui ekspektasi 0,4%, setelah menderita kondisi penurunan tajam pada bulan sebelumnya. Namun melebarnya kondisi deficit perdagangan Inggris dan adanya khans untuk melakukan tindakan aksi jual dari para pelaku pasar dan beberapa analis masih membatasi pemulihan Sterling. “Data yang dirilis itu relatif menggembirakan, mengingat kita masih jauh dari fase pemulihan yang kuat. Saya sendiri tidak akan terpaku pada pemikiran tentang resesi triple deep. Dan itu telah menyediakan sedikit dorongan bagi Sterling, meskipun setiap rally hingga ke area $1.5380 akan menjadi peluang yang bagus untuk menjual.” kata kepala strategi mata uang Jeremy Stretch, pada CIBC World Markets. AUD kembali memberikan sebagian dari keuntungan yang tajam baru-baru ini terhadap yen, membeli ¥ 103,93 setelah sebelumnya terkonsolidasi naik ke level ¥ 104,35 pada Selasa, yang merupakan harga tertinggi sejak pertengahan 2008. Aussie juga membeli $ 1,0490, naik sekitar 0,1 persen pada hari itu. Pasar akan terfokus pada pembahasan FOMC yang akan berlangsung pada Kamis pukul 01.00 WIB dini hari. Para pelaku pasar akan mengamati rilis risalah pertemuan kebijakan moneter terakhir Federal Reserve , untuk setiap sinyal apakah bank sentral dapat memperlambat atau menghentikan stimulus pembelian aset.

 

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Data Ekonomi Lemahkan Valuta

Nilai tukar AUD/USD dan EUR/USD terpantau melemah pasca rilis data retail sales Australia yang turun 0.1% di bulan November. Sebelumnya ekonom mengestimasi kenaikan sebesar 0.3%. AUD/USD melemah dari 1.0518 menjadi

Berita 0 Comments

Pihak Yunani Akhirnya Menyerah Default, Apresiasi USD Bergairah

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (01/ 07/ 2015) pagi ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah bergerak dan mengalami rebound. Gerak harga emas spot sempat diperdagangkan

Forex News 0 Comments

Pelaku Pasar Taking Profit Di Minyak, USD Terdampak Positif Oleh Treasury

Dilaporkan bahwa pada awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu (04/ 11/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak menguat. Telah dilaporkan bahwa, nilai indeks USD bergerak di

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image