USD Sulit Menggeliat Terhadap Major, Dampak Suriah Terdukung Rusia Berperan

217833_443866282324111_2031212308_n

Pada pergerakan harga hari Selasa ini ( 10/ 09/ 2013 ), mata uang USD secara umum menunjukkan pergerakan turun terhadap beberapa mata uang major, setelah dibuka pada level 82.21 di awal perdagangan (00.00 GMT). Indeks kurs mata uang tersebut telah turun sekitar -41 pips atau sekitar -0.50 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 81.80. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs USD bahwa range normal indeks USD pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 81.87 dan level resistance pada kisaran level harga 82.53.

Mata uang USD kembali melemah terhadap mata uang utama akibat adanya kemungkinan Rusia meminta Suriah untuk menyerahkan senjata kimia untuk mencegah serangan militer Amerika. Hal tersebut membuat permintaan terhadap mata uang safe haven seperti USD menjadi kian meredup. Rusia menanggapi pernyataan Menlu Amerika, John Kerry, yang mendesak Suriah menyerahkan senjata kimia yang dimilikinya untuk mencegah serangan militer Amerika. “Jika pembentukan kontrol internasional untuk senjata kimia di negara tersebut (Suriah) dapat menghindari serangan militer, kami segera akan bekerja dengan Damaskus” kata Menteri Luar Rusia, Sergei Lavrov. Pemerintah Suriah dikabarkan menyambut gagasan tersebut. USD yang masih tertekan akibat buruknya data NFP lalu, kemungkinan akan lebih melemah lebih lanjut pada perdagangan hari ini. Sentimen negatif terhadap USD nampak semakin menguat, setelah The Fed merilis laporan kepada publik bahwa terjadi penurunan pada penyaluran kredit konsumen di negara ini. Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya penurunan pada indikator fundamental Consumer Credit m/m yang turun ke angka 10.4B dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 11.9B. Adanya penurunan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih buruk dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 12.7B. Spekulasi mengenai kapan The Fed akan mulai melakukan pengurangan belanja obligasi kembali mendera pasar. Laporan tenaga kerja yang terbit hari Jumat mentatakan lapangan kerja yang dibawah perkiraan pasar. Hal ini mendorong mata uang USD bergerak ke arah turun meski beberapa pend

apat menyatakan pula bahwa sangat lemah kemungkinan The Fed menunda pemangkasan programnya. Diperkirakan The Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasi pada pertemuan FOMC 17-18 September nanti. Dalam apresiasi perdagangan GBP/ USD, pergerakan harga mengalami gerak naik ke level harga 1.5701 USD, dari pergerakan sebelumnya di level harga 1.5627 USD. Apresiasi mata uang EUR/ USD juga naik ke level harga 1.3260 USD, dari sebelumnya berada di kisaran level harga 1.3177 USD. Terdapat peluang bagi mata uang euro untuk lebih menguat lagi setelah data ekonomi Amerika tersebut. Para pelaku pasar melihat dampak data tersebut bisa mengarah untuk memperlambat upaya pengurangan program pembelian obligasi Amerika. Pada apresiasi perdagangan USD/ JPY, pergerakan harga bergerak turun dimana USD naik ke 99.59 yen, dari level harga sebelumnya di kisaran 99.09 yen. Jepang memperbaiki perkiraan pertumbuhan ekonomi mereka dibulan April hingga Juni, yang juga didongkrak dengan kabar lainnya. Hal tersebut yaitu dengan ditunjukknya Tokyo sebagai tuan rumah Olimpiade 2020.

Pada perdagangan mata uang AUD/ USD, apresiasi pergerakan harga naik ke 92.28 sen Amerika. Hal ini merupakan pencapaian harga tertinggi sejak Juli kemarin. Dalam jangka pendek terlihat bahwa Aussie akan bergerak naik turun. Aussie juga diuntungkan oleh kemenangan koalisi partai Liberal-Nasional pimpinan Tony Abbot dalam pemilu federal 7 September lalu, yang mengakhiri 6 tahun kekuasaan Partai Buruh. Pasca kemenangan tersebut, Abbot berjanji akan menurunkan pajak guna mendorong perekonomian negara. China sendiri menyatakan neraca perdangan yang semakin membaik. Data rilis negara China pada hari Minggu kemarin menunjukkan tingkat export tumbuh melampaui ekspektasi, yang menambah tanda-tanda rebound ekonomi terbesar ke-2 di dunia itu. “Data neraca perdagangan China masih menjadi faktor utama yang mendorong Aussie. Jika data China selanjutnya yang dirilis pekan ini menunjukkan hasil positif, Aussie mungkin akan memperoleh dorongan tambahan,” demikian kata Joseph Capurso, analis mata uang pada Commonwealth Bank of Australia di Sidney.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Yen Menguat 2 Hari Berturut-turut; Eksportir Lakukan Repatriasi

Nilai tukar yen Jepang terpantau melanjutkan penguatannya terhadap dollar AS pada sesi perdagangan hari ini (10/6). Yen terangkat menguat untuk dua hari berturut-turut setelah sempat mencapai posisi paling tinggi dalam

Komoditas

IHSG Koreksi Setelah Libur Pemilu, Euro Pertahankan Gerak Penguatan

Do 11s jordan you jordan 11s bred wish jordan 11 72-10 to air jordan retro 11s hold 72-10 11s for sale the cheap jordan 11s hair jordan 11s white in

Fundamental 0 Comments

Dampak FOMC Meeting Minutes Koreksi Apresiasi USD Terhadap Major

Apresiasi mata uang USD anjlok lebih dari 1% tehadap mata uang euro. Perlemahan nilai jual USD terjadi setelah FOMC Meeting Minutes terjadi semalam. Pertemuan kebijakan Federal Reserve terakhir telah meredam

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image