USD Tampak Hanya Mampu Atasi Yen, Tunggu Realisasi Kebijakan Shinzo Abe

10689965_1470617203215320_3191280695750340552_nTelah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak menguat tipis. Hal tersebut terjadi, meskipun di sisi lain Greenback tengah tertekan terhadap sebagian besar major currencies.

Dilaporkan bahwa, menjelang pentupan sesi perdagangan pasar New York, gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY masih menguat sekitar 0,2% di kisaran level 113.30. Meski demikian, namun kondisi pencapaian nilai apresiasi tersebut, masih jauh dari level tertinggi di kurun waktu 1,5-pekan yaitu di level 113.68.

Salah satu penyebab pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Jepang ini terhadap Greenback pada sesi perdagangan pasar hari Selasa ini, adalah karena adanya kabar terkait dengan rencana kebijakan dari Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang. Dikabarkan bahwa, Shinzo Abe akan berencana untuk menunda menaikkan pajak konsumsi untuk bulan April tahun depan.

Penundaan kenaikan pajak konsumsi untuk bulan April tahun depan tersebut, tentunya berdampak baik pada laju ekonomi Jepang. Kebijakan tersebut apabila dilaksanakan, maka dapat meringankan beban biaya perusahaan Jepang dan berpotensi membuat para investor memburu saham-saham perusahaan Jepang dan mata uang USD.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback berbalik diperdagangkan melemah terhadap hampir semua major currencies pada sesi perdagangan pasar hari Senin. Kondisi tersebut terjadi, menyusul rilis data inflasi harga konsumen yang lebih rendah dari perkiraan.

Pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang USD terhadap major currencies lainnya, adalah dikarenakan oleh hasil rilis data indeks inflasi PCE (Personal Consumption Expenditure) inti. PCE adalah merupakan indikator inflasi utama Federal Reserve. Dilaporkan bahwa hasil rilis data PCE turun sebesar 0,1% pada bulan lalu.

Kondisi tersebut telah mementahkan estimasi sebelumnya, yaitu akan adanya kenaikan sekitar 0,2% dalam jajak pendapat Reuters. Data tersebut bertentangan dengan indikator inflasi lainnya, yang menunjukkan inflasi inti bulan Februari akhirnya dapat beranjak naik menuju target Federal Reserve yang hanya sedikit di bawah 2% setelah terhambat selama beberapa tahun.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD sempat diuntungkan oleh pernyataan Presiden Fed St. Louis, James Bullard. Dalam sebuah wawancara dengan harian Nikkei Jepang, James Bullard telah mengungkapkan bahwa peluang untuk kenaikan suku bunga dalam 2 pertemuan kebijakan berikutnya masih terbuka.

Telah pula dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD dan GBP/ USD telah sempat terpantau menguat masing-masing 0,4% dan 0,75%. Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD juga telah dilaporkan sempat bergerak naik sekitar 0,55%.

Untuk gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CHF dilaporkan juga sempat bergerak turun sekitar 0,45%. Mata uang USD hanya mampu terapresiasi terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dimana gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah mencatat gain 0,2%.

Gerak nilai harga saham di bursa saham Jepang, telah dilaporkan melemah pada sesi perdagangan pasar hari Selasa ini. Kondisi tersebut terjadi karena gerak nilai harga saham di bursa Nikkei merespon beberapa data ekonomi yang dirilis variatif.

Laporan belanja konsumen Jepang (year-on-year) bulan Februari telah dirilis naik sekitar 1,2%. Kenaikan consumer spending Jepang tersebut, telah mematahkan ekspektasi penurunan sebelumnya, yaitu -1,8%. Kenaikan di bulan Februari tersebut juga menjadi yang pertama setelagh sebelumnya menurun lima bulan beruntun.

Penjualan ritel juga dilaporkan telah menunjukkan angka kenaikan sekitar 0,5%. Meski demikian, namun masih lebih rendah dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya, yaitu sebesar 1,6%.

Kenaikan tersebut menjadi yang pertama dalam empat bulan terakhir. Mengenai laporan tentang tingkat pengangguran di Jepang, secara mengejutkan tercatat naik menjadi sebesar 3,3% dari estimasi sebelumnya yaitu 3,2%.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham spot Nikkei telah bergerak melemah sekitar 0,22% sehingga menjadi 17096.22. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures telah sempat diperdagangkan di kisaran 17100.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah ditutup melemah tipis pada sesi perdaganga pasar di awal pekan ini. Hal tesebut terjadi, seiring fundamental pasar yang masih lemah dan beberapa pasar yang masih libur membuat rentang perdagangan sempit.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah ditutup di level $39.30 US/ barel pada sesi perdagangan pasar hari Senin. Pencapaian gerak nilai harga komoditas minyak tersebut, telah turun sekitar 0,73% jika dibandingkan dengan hasil perolehan harga pada penutupan sesi perdagangan pasar sebelumnya. Bias netral untuk jangka pendek dalam rentang area.

Kondisi perkembangan perdagangan di pasar komoditas minyak masih tenggelam dalam kelebihan suplai. Sementara beberapa pelaku pasar meragukan dampak positif dari potensi kesepakatan pembekuan produksi menimbang Iran.

Pihak Iran masih berjanji akan terus memompa hingga mencapai level pra-sanksi. Di sisi lain pelemahan gerak nilai apresiasi Greenback cukup membantu membatasi kerugian.

Selanjutnya, para pelaku pasar akan mengawasi laporan suplai minyak mentah Amerika dari institusi swasta. Para pelaku pasar juga memperhatikan arah gerak nilai apresiasi mata uang USD. Kenaikan suplai dan penguatan gerak nilai apresiasi Greenback akan berpotensi menambahkan tekanan dalam perdagangan minyak.

About author

You might also like

Emas Tampak Perkasa Minggu Lalu, Index USD Bisa Menguat Kembali

Telah dilaporkan bahwa dalam sepanjang minggu lalu, gerak harga harga emas di divisi Comex New York Exchange berhasil naik 2,31 % ke level $ 1.184,6 US/ ons. Gerak harga emas

Forex News 0 Comments

Data CPI akan Tentukan Prospek Aussie Dollar

Dari sekian banyak laporan ekonomi yang akan memotori pergerakan di pasar uang, data consumer price index atau CPI Australia dianggap sebagai indikator yang paling berpengaruh terhadap prospek nilai tukar Dollar

Yen Mampu Beri Tekanan sedikit Terhadap USD

Pada sesi pasar Asia hari Jumat (24/ 10/ 2014) ini, apresiasi mata uang Jepang, yen, bergerak menguat untuk pertama kalinya terhadap mata uang USD dalam tujuh hari terakhir. Hal ini

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image