USD Tekan Yen, Dukungan Kondisi Positif Amerika Berperan

USD Tekan Yen, Dukungan Kondisi Positif Amerika Berperan

946059_644074825642839_65381070_nMata uang USD menguat ke level tertinggi dalam enam bulan terhadap yen setelah adanya tanda-tanda pemulihan di negara dengan buy generic cialis 20mg ekonomi terbesar di dunia yang meningkatkan daya tarik pada asetAmerika. Indeks USD naik ke level tertinggi dalam dua pekan kemarin setelah laporan pemerintah menunjukkan secara tak terduga klaim pengangguran turun dan naiknya untuk indikator utama. Para pelaku pasar perkirakan data Amerika pada minggu depan akan menunjukkan sektor manufaktur meningkat untuk bulan ke enam. Angka retail sales tercatat naik sebesar 2.3% di bulan Oktober, di atas ekspektasi 2.1%. Namun angka itu merosot dari bulan sebelumnya pada level 3.1%.

Mata uang yen kembali tergerus ke atas kisaran level harga 102 terhadap USD di perdagangan hari Kamis (28/ 11/ 2013). Hal ini akibat pesimisme di kalangan para pelaku pasar setelah anggota dari Bank of Japan (BOJ) kemarin menyebutkan bahwa bank sentral kemungkinan dapat melonggarkan lagi kebijakan moneter selanjutnya. Keterpurukan mata uang yen juga terkait penguatan USD setelah data-data ekonomi yang kian membaik mendukung prospek bahwa Federal Reserve akan segera mulai mengurangi program pembelian aset-nya. Bahkan data penjualan ritel Jepang yang muncul di atas ekspektasi tidak mampu meredam gejolak depresiasi yen hari ini. Tercatat kurs valuta yen melemah di kisaran 102.08 setelah tergerus hingga 102.27 terhadap USD. Sedangkan pada sesi penutupan kemarin (Rabu, 27/ 11/ 2013), apresiasi mata uang USD/ JPY berakhir di level 102.16 dan anjlok hingga ke level harga 102.19. Sementara di lantai bursa Tokyo, indeks utama Nikkei (N225) sempat terpantau melonjak hingga 205 poin dengan meraih kenaikkan sekitar 1.3% menuju level area 15,655. Pelemahan yen tersebut sontak memicu kalangan eksportir untuk rebound karena estimasi bakal diuntungkan dari pelemahan kurs valuta tersebut. “Serangkaian data yang cukup positif di Amerika mungkin akan membantu USD melalui lebih tingginya yield treasury. Yield obligasi pemerintah Jepang “telah turun dengan cukup konsisten untuk selama empat atau lima bulan dan itu tetap pertahankan pelemahan yen,” kata Michael Turner, analis mata uang dan surat utang di Royal Bank di Canada di Sydney. Mata uang USD menguat sekitar 0.1% menjadi 102.18 yen pada pagi ini, setelah sebelumnya menyentuh level 102.28, level terkuat sejak 29 Mei.

Mata uang USD hanya sedikit berubah di 1.3573 terhadap euro. Mata uang euro berada dekat level tertinggi dalam empat tahun terhadap yen sebelum di rilisnya data harga konsumen besok yang mungkin akan berikan petunjuk pada prospek kebijakan bank sentral Eropa. Mata uang euro berada di level 138.72 per yen setelah menyentuh 138.84, level tertinggi sejak Juni 2009.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Para Pelaku Pasar Lakukan Aksi Jual Atas Greenback, Kenaikan Harga Minyak Tak Kuasa Dongkrak Bursa Saham

Gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan telah bergerak lebih rendah terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar melakukan tindakan aksi jual

Berita 0 Comments

Gerak Nilai Harga Minyak Terjerembab, Jepang Terbeban Pajak Tinggi

Gerak nilai apresiasi mata uang uni Eropa, yaitu mata uang Euro, pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (08/ 10/ 2015) ini, tampak bergerak agak jatuh terhadap Greenback. Hal tersebut

Forex News 0 Comments

Apresiasi USD Menguat, Pasar Kembali Tunggu Rilis Data Amerika Nanti

Pada perdagangan hari Kamis (18/ 09/ 2014) ini, apresiasi mata uang USD mengalami beragam pergerakan terhadap major currencies pada sesi siang Asia, menjelang serangkaian data ekonomi global hari ini. Mata

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image