USD Terkoreksi, Aussie Berupaya Bertahan Terimbas China

Nilai apresiasi mata uang USD mencoba bangkit terahadap mata uang Jepang, Yen, setelah mengalami koreksi kuat. Nilai apresiasi mata uang USD terkoreksi kuat terhadap Yen, melemah tajam pada sesi perdagangan pasar hari Jumat minggu lalu Buruknya data employment-cost index (ECI) membuat nilai apresiasi mata uang USD terkoreksi di sesi perdagangan pasar pada hari tersebut.

Beberapa data dan faktor dari Amerika yang menjadi fokus para pelaku pasar di sepanjang pekan ini justru gagal mendongkrak gerak nilai apresiasi mata uang USD. Telah dilaporkan bahwa nilai indeks USD terhadap major currencies berakhir di level 97.19, sama dengan penutupan perdagangan pada pekan sebelumnya. Telah dilaporkan pada pagi tadi saat sesi perdagangan pasar Asia hari Senin (03/ 08/ 2015) ini, bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah sempat diperdagangkan di kisaran level 123.99, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 124.11.

Federal Open Market Committee (FMOC) atau rapat kebijakan moneter Federal Reserve Amerika yang selalu dinanti para pelaku pasar, bisa dibilang tidak terlalu mempengaruhi pergerakan nilai apresiasi mata uang USD pekan ini. Mengakhiri rapat selama dua hari, The Fed belum memberikan kepastian kapan akan menaikkan suku bunga. Bulan September masih menjadi ekspektasi para pelaku pasar akan kenaikan suku bunga di Amerika. Para pejabat berwenang di Federal Reserve mengatakan bahwa mereka merasa ekonomi Amerika mampu mengatasi pelambatan di kuartal pertama, dan sedang tumbuh secara moderat meski terjadi penurunan di sektor energi, dan pelambatan ekonomi di luar Amerika. Ekonomi dan pasar tenaga kerja Amerika disebut melanjutkan penguatan, namun inflasi yang rendah masih menjadi perhatian.

Kondisi konsumen di Amerika juga kurang optimis terhadap kondisi pasar tenaga kerja, hal tersebut ditunjukkan oleh indeks keyakinan konsumen Amerika di bulan Juli merosot ke level terendah sejak September 2014. Data yang dirilis Conference Board pada hari Selasa lalu menunjukkan angka 90,9 dibandingkan bulan Juni sebesar 99,8. Departemen Perdagangan Amerika telah melaporkan bahwa ECI di kuartal kedua naik hanya 0,2%, dibandingkan dengan kenaikan di kuartal pertama sebesar 0,7%. Para pelaku pasar sebelumnya memperkirakan bahwa angk kenaikan akan berada di kisaran 0,6%.

Data ECI merupakan acuan untuk mengukur tingkat upah dan tunjangan tenaga kerja Amerika, rendahnya kenaikan tersebut kemungkinan dapat menahan inflasi di level terendah, dan bisa menjadi tanda pasar tenaga kerja Amerika tidak sebaik dengan yang diperkirakan. Pasar tenaga kerja serta inflasi merupakan faktor utama yang menjadi alasan bagi Federal Reserve Amerika untuk menaikkan suku bunga, sehingga data tersebut memberikan dampak yang signifikan bagi pergerakan USD.

Kondisi perkembangan Australia ternyata tidak sebaik ketika sesi pasar minggu lalu. Kondisi ekonomi Australia ternyata terimbas kondisi China. Setelah berhasil menghentikan penurunan dalam lima pekan beruntun pada minggu lalu, mata uang Australia, Aussie kini kembali melemah nilai apresiasinya terhadap mata uang USD di sesi perdagangan pertama bulan Agustus. Hal ini terjadi karena adanya kondisi yag kurang baik dari parner dagang utama Australia tersebut.

Negara China yang merupakan mitra dagang utama Australia memberikan sentimen negatif sejak akhir pekan lalu. Aktivitas manufaktur China kembali melambat di bulan Juli, isu pelambatan ekonomi terbesar kedua tersebut kembali membayangi pergerakan nilai apresiasi mata uang Aussie, namun para pelaku pasar sedikti lega setelah mulai stabilnya pasar saham China.

Data dari Pemerintah China yang dirilis pada akhir pekan kemarin menunjukkan indeks aktivitas manufaktur bulan Juli menurun menjadi 50,0, dari bulan sebelumnya sebesar 50,2. Ekonom sebelumnya memperkirakan aktivitas manufaktur tersebut akan tetap sebesar 50,2. Sementara itu, indeks final aktivitas manufaktur versi Caixin, berkontraksi lebih dalam dan menyentuh level terendah dua tahun, sebesar 47,8, dibandingkan dengan rilis awal pertengahan Juli lalu sebesar 48,2. Sampel survei yang digunakan oleh Caixin lebih kecil dari versi Pemerintah China. Telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang AUD/USD telah diperdagangkan di kisaran 0.73, , dengan level tertinggi hariandpl 0.7314, setelah sempat menyentuh level terendah harian 0.7290.

Pada sesi perdagangan pasar di pekan ini, akan dirilis mengenai data non-farm payrolls yang selalu dinanti oleh para pelaku pasar. Data yang akan dirilis pada hari Jumat (07/ 08/ 2015) tersebut diperkirakan akan menunjukkan penambahan tenaga kerja di Amerika sebanyak 224.000 di bulan Juli.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Dollar Menguat Terhadap Yen Menjelang Laporan NFP

Dollar di perdagangkan dekat level tertinggi dalam 10 pekan terhadap yen sebelum AS merilis laporan yang di perkirakan akan menunjukkan pertumbuhan kerja tercepat dalam empat bulan. Mata uang AS menuju

Emas Tertekan Kembali Di Awal Minggu

Pada sesi pasar sesi Asia pagi, pasar emas dibuka dengan kondisi gap down. Indeks USD dibuka rally mendekati level tertinggi baru pada 87.00. Indeks USD diperdagangkan naik 102 poin atau

Gerak Nilai Euro Terkoreksi Atas Greenback, Nikkei Tampak Bergerak Positif

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, mengalami koreksi. Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD bergerak melemah sampai dengan 0,34%. Hal tersebut

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image