USD Terkoreksi Sentiment Pasar, IMF dan World Bank Desak The Fed Tunda Kenaikan Suku Bunga

555010_488338611224175_1981932613_nPada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (18/ 06/ 2015) pagi ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot LLG mengalami pergerakan rally yang masih terbatas. Gerak rally harga emas masihterbatas dan belum bergerak banyak dari posisi penutupan perdagangan tadi. Dilaporkan bahwa pada pergerakan harga tadi pagi, gerak harga emas telah sempat di level harga $ 1.185,15 US. Gerak harga emas baik spot LLG maupun berjangka di akhir sesi perdagangan pasar hari Rabu pada hari Kamis (18/ 06/ 2015) dini hari tadi, dilaporkan telah mengalami gerak peningkatan. Gerak harga emas ditutup dalam kondisi harga menguat karena pihak terkait The Fed telah mengeluarkan pernyataan penting. Pernyataan yang disampaikan oleh para pejabat terkat Federal reserve tersebut menyatakan bahwa ekonomi Amerika cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan pada akhir tahun 2015 mendatang.

Perbaikan ekonomi sudah mulai terlihat terjadi di Amerika secara bertahap di sepanjang kuartal kedua tahun ini. Namun, meski demikian hingga kemarin malam, belum ada tanda-tanda yang akan dikeluarkan The Fed secara eksplisit terkait kenaikan suku bunga acuan rendahnya yang belum pernah dinaikkan sejak tahun 2008 silam. Hingga bulan Juni ini suku bunga tersebut masih dipertahankan rendah. Pernyataan pihak The Fed ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kapan suku bunga acuan akan mulai dinaikkan yaitu akhir tahun 2015. Dengan adanya arahan yang jelas tersebut nilai apresiasi mata uang USD kemudian merespons dengan mengalami koreksi penurunan. Kondisi perkembangan ekonomi di negara Amerika sempat mengalami kontraksi pada kuartal pertama tahun ini. Para pelaku pasar berpendapat bahwa pihak terkait dalam The Fed akan menunda kenaikan suku bunganya hingga bulan September mendatang, karena harus melihat bagaimana konsistensi pemulihan ekonomi di negaranya terlebih dahulu. Sedangkan untuk target inflasi sebesar 2 %, Fedral Reserve secara terbuka menyatakan bahwa target tersebut dirasa cukup sulit dapat dicapai hingga 2017 mendatang. Melihat realita bahwa target inflasi yang dipatok sulit dicapai, maka The Fed akhirnya memangkas proyeksi PDB negaranya untuk tahun 2015 ini menjadi hanya sebesar 1,8% - 2%, turun dari proyeksi sebelumnya yang berada pada kisaran 2,3% - 2,7%. Saat ini ekonomi Amerika tampaknya berada dalam jalur yang tepat untuk mengalami pertumbuhan antara 1,8 % hingga 2 % tahun ini.

Langkah penurunan proyeksi laju PDB ini dilakukan oleh pihak terkait The Fed meski perekonomian Amerika tengah dalam kondisi mulai membaik, karena mempertimbangkan inherent risk dari faktor eksternal yang tidak bisa dikontrol kemungkinan besar dapat mengganggu stabilitas ekonomi Amerika. Faktor inherent risk dari faktor eksternal yang tidak bisa dikontrol sehingga mampu menimbulkan gangguan atas kesetabilan ekonomi Amerika tersebut, misalnya saja soal default negara Yunani yang sekarang ini sedang menghadapi titik nadirnya karena nasibnya ke depan masih belum jelas. Selain adanya kondisi hutang Yunani, kondisi lain yang turut berpengaruh adalah adanya laju pelemahan gerak ekonomi China. Sebelum keputusan ini diambil oleh The Fed tadi malam, pihak dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan lembaga donor kelas dunia yaitu World Bank juga telah meminta pada The Fed untuk menunda rencana kenaikan suku bunganya. Menurut World Bank, kenaikan suku bunga sebaiknya dilakukan pada pertengahan tahun 2016 mendatang. Desakan ini dilakukan oleh selain IMF juga oleh pihak World Bank, dengan alasan ekonomi Amerika hingga saat ini belum pulih benar dari krisis sehingga belum cukup siap untuk menghadapi kebijakan pengetatan moneter dan juga mengingat pelemahan global saat ini, maka akan cukup besar risikonya bagi kondisi ekonomi negara-negara berkembang.

Telah dilaporkan bahwa malam tadi indeks USD dilaporkan melemah sebesar. 0,8 % setelah keluarnya pernyataan dari pihak The Fed tersebut. Nilai apresiasi mata uang USD telah mengalami koreksi, nilai apresiasi mengalami gerak penurunan yang makin dalam. Juga telah dilaporkan bahwa pada pagi hari tadi indeks bursa Asia dibuka mix imbas dari sentimen positif Wall Street dan juga sentimen yang dipengaruhi oleh aksi wait and see dari para pelaku pasar merespons atas data ekonomi regional. Laporan keuangan emiten yang mengalami perbaikan juga mampu mengangkat gerak harga bursa Asia pada awal pembukaan sesi perdagangan hari Kamis ini.

Dilaporkan bahwa gerak harga emas spot LLG pada penutupan sesi perdagangan pasar hari Rabu di hari Kamis dini hari tadi berada di level harga $ 1.185,45 US/ troy ons. Gerak harga emas telah mengalami gerak kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar $ 3,65 US atau setara dengan 0,31 US jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level $ 1.181,80 US/ troy ons. Sedangkan harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mechantile Exchange untuk kontrak Agustus ditutup secara melemah dengan cukup signifikan sebesar $ 4,10 US di level $ 1.176,80 US/ per ons. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (18/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 556.000. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Kamis (18/ 06/ 2015) ini, dilaporkan senilai Rp 501.000. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di Kamis (18/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk harga emas pecahan 500 gram - Rp 258.300.000, pecahan 250 gram - Rp 129.250.000, pecahan 100 gram - Rp 51.750.000, pecahan 50 gram - Rp 25.900.000, pecahan 25 gram - Rp 12.975.000, pecahan 10 gram - Rp 5.220.000, pecahan 5 gram - Rp 2.635.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 556.000.

Mengenai perdagangan pasar uang, nilai apresiasi mata uang USD terhadap major currencies lainnya telah terkoreksi, mengalami gerak pelemahan akibat adanya imbas penguatan mata uang Euro. Dilaporkan bahwa mata uang Euro bergerak positif, karena adanya laporan ekonomi positif. Telah dilaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) Eropa mencatatkan angka kenaikan sebesar 0.3%. Data tersebut dirilis sesuai dengan perkiraan para pelaku pasar dan juga dari data sebelumnya yaitu pada 0.3% (F) dan 0.3% (P).

Para pelaku pasar memperkirakan bahwa pergerakan harga emas spot LLG pada sesi perdagangan hari Kamis (18/ 06/ 2015) ini, akan masih cenderung untuk bergerak sideways dan terbatas di sesi Asia. Gerak harga emas sudah menunjukkan kemungkinan terjadinya perubahan trend menuju gerak bullish. Namun meski demikian, kondisi pergerakan harga dalam bullish trend tersebut masih belum menjadi indikasi yang solid. Pada sesi perdagangan hari Kamis (18/ 06/ 2015) ini, gerak harga emas akan sangat berpotensi untuk bergerak dan mencapai ke level resistance pada $ 1.190 US/ troy ons. Apabila ternyata gerak harga mampu dan berhasil menembus level harga tersebut, maka gerak harga emas berpotensi untuk terus melanjutkan gerak penguatan harganya lagi ke kisaran level harga $ 1.200 US. Namun, jika yang terjadi justru ternyata pergerakan harga melemah, maka gerak harga emas akan menuju ke level harga support yaitu pada kisaran harga $ 1.170 US. Apabila ternyata level harga tersebut mampu untuk ditembus, maka gerak harga emas akan berpotensi kuat untuk bergerak melanjutkan gerak pelemahannya ke level harga $ 1.175 US.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Euro Masih Flat; Pasar Fokus ke Rilis Beberapa Data Nanti Sore

Pada perdagangan di hari ini mata uang euro tampak bergerak dengan terbatas terhadap dollar AS (07/01). Euro masih berusaha untuk mempertahankan rebound yang terjadi kemarin jelang rilis data penjualan eceran

Forex News 0 Comments

Yen Koreksi dari 5.5 Minggu Tertinggi

Pada perdagangan hari ini mata uang yen Jepang terpantau mengalami retreat yang cukup signifikan terhadap dollar AS (1/7). Mata uang yen Jepang tampak berbalik melemah setelah kemarin mengalami peningkatan hingga

Emas Tertekan Kembali Di Awal Minggu

Pada sesi pasar sesi Asia pagi, pasar emas dibuka dengan kondisi gap down. Indeks USD dibuka rally mendekati level tertinggi baru pada 87.00. Indeks USD diperdagangkan naik 102 poin atau

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image