USD Tertekan Fundamental, Major Currencies dan Emas Menggeliat

Pergerakan harga emas berada dalam tren penurunan di perdagangan awal Asia, pada sesi perdagangan pasar hari Jumat (15/5 hari Jumat (15/ 05/ 2015) ini. Perlemahan gerak harga emas terjadi, karena dampak dari hasil perdagangan pasar tadi malam, setelah data Amerika dirilis dan juga isu dari kenaikan tingkat suku bunga Amerika di tahun ini. Index mata uang USD dilaporkan naik 0,04% menjadi 93.44. Gerak harga emas berjangka semalam sempat naik sedikit mencapai tiga bulan tinggi, dari data inflasi Amerika membuat mata uang USD bergerak terjun di tengah meningkatnya The Fed yang kemungkinan akan menunda untuk kenaikan tingkat suku bunga. Data Bureau of Labor Statistics Amerika mengatakan pada hari kemarin harga produsen untuk total akhir permintaan pada bulan April turun 0,4%.

Dilaporkan bahwa, mata uang USD bergerak di dekat level terlemah sejak Januari terhadap major currencies pada hari Kamis kemarin. Hal tersebut terjadi karena indeks harga produsen Amerika yang turun telah mengacaukan harapan untuk pertumbuhan ekonomi Amerika yang lebih baik dan mendukung pandangan bahwa Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunga. Dpnaker Amerika mengatakan bahwa indeks harga produsen untuk permintaan akhir turun sebesar 0.4% pada bulan lalu, turun untuk ketiga kalinya pada tahun ini. Sementara itu data lain menunjukan klaim tunjangan pengangguran Amerika turun sebanyak 1,000 menjadi 264,000 pada pekan lalu yang menunjukkan pijakan yang solid dalam pasar kerja Amerika, data inflasi memperkuat pandangan dovish The Fed. Analis dari salah satu bank di Amerika mengatakan bahwa orang-orang saat ini cukup berfokus pada angka yang lemah dari Amerika. Orang-orang semakin bertanya-tanya jika The Fed siap untuk naikan suku bunga di bulan September. Indeks USD bertahan di dekat level rendah di 93.13 yang di capai pada awal sesi. Itu level terendah sejak 22 Januari, ketika bank sentral Eropa umumkan program pelonggaran kuantitatif.

Pergerakan harga di perdagangan pasar emas menguat tajam mencapai level tertinggi sejak 17 Februari lalu dan menandai keuntungan dalam tiga sesi perdagangan berturut-turut. Gerak harga emas menerima dukungan positif yang kuat setelah gerak indeks mata uang USD telah diperdagangkan melemah tajam dakam sepekan ini. Indeks mata uang USD menyelesaikan sesi perdagangan Kamis (14/ 05/ 2015) kemarin dengan mencatatkan angka kerugian sebesar 28 poin atau 0.30% berakhir pada level 93.40. Indeks mata uang USD dilaporkan sempat mencapai level tertinggi hariannya pada 93.850 dan terendah 93.17. Meski data klaim dirilis dengan hasil yang cukup baik namun tidak mampu membawa USD untuk bisa menguat dan bergerak lebih tinggi. Indeks mata uang USD dilaporkan bergerak melemah, anjlok di sepanjang sesi perdagangan minggu ini, menyusul sederetan data ekonomi yang dirilis minggu ini memberikan hasil yang mengecewakan. Dalam data yang dirilis selama menunjukkan bahwa Inflasi Produsen Amerika selama periode April turun sebanyak 0.4%, data dirilis lebih buruk dari perkiraan para pelaku pasar dan dari rilis data sebelumnya yaitu pada +0.2% (F) dan 0.2% (P). Dari hasil rilis data Klaim Pengangguran Amerika, dilaporkan bahwa jumlah klaim turun menjadi 264K slama periode minggu lalu, data dirilis lebih baik dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data sebelumnya yaitu pada 271K (F) dan 265K (P).

Dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka kontrak Juni di Divisi Comex New York Mercantile Exchange telah menyelesaikan sesi perdagangan Kamis (14/ 05/ 2015) kemarin dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $7.00 US atau 0.6% dengan harga berakhir pada level $1,225.20 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, emas berjangka telah mencatatkan keuntungan sebesar $14.40 US atau 1.23%. Gerak harga emas berjangka melemah di awal pekan terkena sentimen penguatan nilai apresiasi mata uang USD terhadap mata uang euro. Ditambah lagi dengan fokus para pelaku pasar terhadap negosiasi antara Yunani dan kreditur internasional. “Harga emas mengikuti pergerakan mata uang Euro yang berbalik terhadap USD,” kata Kepala Riset BullionVault, Adrian Ash, seperti dikutip dari laman Marketwatch, pada hari Selasa (12/ 05/ 2015) lalu. Adrian Ash menambahkan bahwa, selain kekacauan Yunani, revisi pertumbuhan zona Eropa juga mempengaruhi gerak harga emas. Ditambah fokus perhatian para pelaku pasar untuk pernyataan soal anggaran Amerika dan data industri pada hari Jumat ini. Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (14/ 05/ 2015) kemarin, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot menyelesaikan sesi perdagangan dengan keuntungan sebesar $6.20 US atau 0.51% dengan harga berakhir pada level $1,220.90 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,1,227.240 US dan serendah $1,212.240 US. Dalam pergerakan emas kurun waktu sepekan lalu, emas telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $10.00 US atau 0.85%. Telah dilaporkan juga bahwa pada hari Jumat (15/ 05/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 559 ribu/ gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam menjadi Rp 499 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada hari hari Jumat (15/ 05/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 259.800.000, pecahan 250 gram - Rp 130.000.000, pecahan 100 gram - Rp 52.050.000, pecahan 50 gram - Rp 26.050.0000, pecahan 25 gram - Rp 13.050.000, pecahan 10 gram - Rp 5.250.000, pecahan 5 gram - Rp 2.650.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 559.000.

Telah dilaporkan bahwa, negara Yunani akhirnya membayar hutang data talangan kepada International Monetary Fund, IMF sebesar 750 juta Euro pada Senin (11/ 05/ 2015) lalu, sehari sebelum jatuh tempo. Kementrian Keuangan Yunani menyatakan bahwa perintah untuk membayarkan hutang tersebut telah dijalankan, untuk menghindari gagal bayar. Sebelumnya, Yunani mendapatkan pinjaman dari IMF sebesar 650 Juta Euro. Setelah dilakukannya pembayaran ini, kondisi keuangan Yunani masih mengkhawatirkan. Setidaknya cadangan uang kas mereka telah berkurang drastis. Yunani memang diharapkan bisa berhemat, mengingat kewajiban mereka untuk membayar gaji pegawai dan pensiunan pada akhir bulan, tentu menjadi beban jangka pendek. Setidaknya dalam dua minggu kedepan, Athena sudah harus mendapatkan pinjaman uang atau dana talangan dari para kreditor. Sayangnya, seperti yang diduga, IMF diperkirakan tidak akan bergabung untuk memberikan pinjaman dana talangan ketiga kalinya bagi Yunani. Keputusan ini didasarkan sikap Athena yang dinilai tidak sesuai dan mengecewakan IMF. Bagi lembaga pendonor tersebut, Athena dinilai terlalu lembek beraksi dan keputusan pemerintah untuk merekrut pekerja publik, bertentangan dengan kehendak IMF yang menginginkan Yunani berhemat. Oleh sebab itu, Yunani nampaknya akan bergantung pada bantuan keuangan dari Eurogroup, European Commission dan European Central Bank saja. Sementara itu, Zona Eropa mengalami pertumbuhan ekonomi yang sedikit lebih rendah dalam kuartal kedua ini, sebagaimana jajak bisnis bulanan yang dikemukakan oleh Bank of France. Perekonomian Prancis sendiri diharapkan bisa tumbuh sekitar 0.3% pada kuartal April - Juni. Pada kuartal pertama, pihak Bank Sentral Prancis telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 0.4% kuartal per kuartal, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 0.3%.

Dari Kanada, dilaporkan bahwa mata uang Canadian Dolar, atau lazim disebut dengan Loonie, memperpanjang penguatan apresiasinya di pergerakan nilai pekan ini terhadap mata uang USD pada hari Kamis kemarin, karena didukung oleh mata uang USD yang melemah dan harga minyak yang bertahan di dekat level tertinggi 2015. Para pelaku pasar telah meningkatkan kekhawatirannya bahwa data Amerika akhir-akhir ini tidak menunjukkan gambaran dari menguatnya ekonomi. Pada satu titik di hari Kamis kemarin, mata uang USD anjlok ke level terlemah terhadap serangkaian mata uang utama sejak bulan Januari, dengan angka penjualan retail bulan April yang dirilis hari Rabu terlihat pesimis. Para pelaku pasar sebelumnya telah menunggu untuk melihat bukti bahwa negara dengan tingkat ekonomi terbesar di dunia tersebut akan bangkit kembali di kuartal kedua setelah banyak hasil yang pesimis di kuartal pertama yang menyebabkan mereka dapat menilai lebih baik untuk kapan Federal Reserve kemungkinan akan naikan suku bunga. Pada hari Kamis kemarin, data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran secara tak terduga menurun, menunjukkan bahwa pasar kerja masih stabil meskipun data ekonomi akhir-akhir ini lamban. Namun dalam laporan terpisah menunjukkan indeks harga produsen Amerika turun untuk ketiga kalinya pada tahun ini di bulan April, turun sebesar 0.4%, jauh lebih lemah dari kenaikan kecil 0.2% yang diperkirakan oleh pasar. Pada saat yang sama, biro statistik Kanada melaporkan bahwa harga rumah baru datar di bulan Maret, dibandingkan dengan ekspektasi untuk kenaikan 0.1%, setelah kenaikan 0.2% pada bulan sebelumnya.

Mengenai gerak harga minyak, dilaporkan bahwa harga minyak turun lebih lanjut pada hari Jumat (15/ 05/ 2015) ini, di tengah pasokan supply yang bearish dan konflik geopolitik. Di New York Mercantile Exchange, minyak untuk pengiriman Juli turun 0.34% ke level $59.67 US/ barel. Tadi malam, minyak berjangka juga jatuh ditengah dari para pelaku pasar yang terus mencerna gelombang pasokan data dari awal minggu. Sehari sebelumnya, International Energy Agency (EIA) mengatakan dalam sebuah laporan bulanan bahwa pasokan minyak dunia berdiri di 95,7 juta barel/ hari, penurunan produksi serpih Amerika gagal untuk mengimbangi peningkatan output antara negara-negara OPEC dan beberapa non-anggota OPEC. Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak brent untuk pengiriman Juli mendekati $68 per barel sebelum jatuh ke $66.66 US, turun $0.61 US atau 0.91%. Pada bulan lalu, dilansir dari Reuters, bahwa Iran memiliki 30 juta barel minyak yang disimpan di tanker lepas pantai yang siap untuk ekspor, setelah bangsa Teluk Persia disetujui mengenai kesepakatan nuklir dengan kekuatan Barat. Selain itu, fakta dari global energi, sebuah perusahaan energi konsultan, memperkirakan bahwa ekspor minyak Iran bisa mencapai tingkat 1,7 juta barel/ hari dalam 12 bulan kesepakatan final. Jika sanksi ekonomi diangkat terhadap Iran, keluar dari minyak Iran bisa menekan harga energi di pasar global yang sudah jenuh dengan banjir pasokan minyak mentah.

Memasuki sesi perdagangan hari Jumat (15/ 05/ 2015) ini, pasar emas diperkirakan akan diperdagangkan pada rentangan yang cukup besar meski tidak terdapat banyak data ekonomi, namun momentum akhir pekan mungkin akan menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa Pelaku pasar. Para pelaku pasar hendaknya lebih waspada dan berhati-hati karena ada kemungkinan terjadi pembalikkan arah trend. Investor juga mencermati perkembangan penyelesaian utang Yunani. Pemerintah Yunani dijadwalkan membayar utang sekitar 750 juta euro kepada Dana Moneter Internasional (IMP) pada Selasa pekan ini. “Tapi tampaknya tidak jelas apakah Yunani akan mampu melakukannya,” kata Tsaklanos. Dalam riset Barclays juga memperkirakan, harga emas masih rendah ke depan. Hal tersebut juga ditunjukkan dari kepemilikan emas turun sekitar 10,75 metrik ton di bursa berjangka pada pekan lalu. Tak hanya itu, harga logam tembaga juga sempat dilaporkan terpukul seiring bank sentral China memangkas suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sentimen pasar tersebut telah membuat harga tembaga turun 0,6 % menjadi $ 2.903 US/ pon. Demikian juga dengan harga platinum yang sempat melemah 1,4 % menjadi $ 1.127,30 US/ ons. Sedikit menengok Hongkong, dilaporkan bahwa bursa saham Hong Kong di hari Jumat (15/ 05/ 2015) siang ini melanjutkan kenaikannya. Indeks Hang Seng naik di level 27437. Ditopang dari penguatan saham Tencent Holdings naik 1.3%, didorong oleh penghasilan yang lebih baik dari proyeksi di kuartal pertama. Game online NetDrangon Websoft, Inc juga memperpanjang keuntungan, naik 2,4%. Kingsoft Corp Ltd naik 1,1%.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Yuan Belum Layak Jadi Alat Tukar Internasional, Koreksi USD Kembali Untungkan Emas

Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu ( 03/ 06/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas diperdagangkan dengan nilai lebih tinggi setelah dirilisnya data PDB Australia pada pagi ini, ketika

Berita 0 Comments

Menguat, Euro Merayap Naik Di Sesi Eropa

Pergerakan Euro pada perdagangan forex hari ini ( 25 Juni ) terpantau menunjukkan pergerakan naik tipis . Mata uang tersebut dibuka di kisaran 1.36044 di awal perdagangan (00.00 GMT) kemudian

Forex News 0 Comments

Hasil FOMC Rilis Gairahkan Pasar, Kenaikan Suku Bunga Acuan Dirasa Belum Saatnya

Gerak harga emas dilaporkan telah ditutup lebih tinggi pada sesi perdagangan semalam. Dilaporkan bahwa gerak harga emas mampu bergerak menguat setelah hasil keputusan pertemuan FOMC meeting minutes yang akhirnya menegaskan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image