USD Trimbas Data Negatif Semalam, Kesempatan Major Lain Menggeliat

USD Trimbas Data Negatif Semalam, Kesempatan Major Lain Menggeliat

10570438_754492561275444_52461181166959978981_nPada perdagangan di hari Kamis (16/ 10/ 2014) ini mata uang USD telah diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya setelah rilisnya laporan semalam. Indeks USD dilaporkan telah diperdagangkan terkoreksi melemah 0.76% di level 85.25. Level harga resistance pada indeks USD hari ini berada pada level 86.00. Apresiasi mata uang USD menyentuh level terendah 3-minggu terhadap mata uang euro dan telah mencapai level terendah dalam lebih dari sebulan apresiasinya terhadap mata uang Jepang, yen. Perlemahan Apresiasi tersebut terjadi pada hari pada hari Rabu (15/ 10/ 2014) kemarin, setelah data-data ekonomi Amerika dirilis. Data-data ekonomi Amerika tersebut dirilis dengan laporan hasil yang lemah, sehingga memicu kekhawatiran para pelaku pasar. Kekhawatiran para pelaku pasar tersebut adalah tentang penundaan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Data Departemen Perdagangan Amerika telah melaporka bahwa penjualan ritel merosot 0,3% di bulan September. Laporan dari Departemen Tenaga Kerja Amerika juga telah melaporkan bahwa PPI turun 0,1% di bulan September, yang merupakan angka penurunan pertama dalam lebih dari setahun. Aktifitas manufaktur di wilayah New York berdasarkan laporan dari The Fed menyatakan bahwa index manufaktur di wilayah ini telah mengalami penurunan yang disesuaikan secara musiman, menjadi 6.2. “Para pelaku pasar nampaknya mulai berpandangan jika The Fed mungkin akan menunggu lebih lama. Kejatuhan harga minyak juga turut berkontribusi terhadap kekhawatiran tentang disinflasi di seluruh dunia dan penundaan kenaikan suku bunga The Fed,” demikian kata Thierry Albert Wizman, analis suku bunga dan mata uang global pada Macquarie Ltd. di New York.

Apresiasi mata uang USD memiliki resiko yang cukup tinggi untuk menjadi semakin melemah terhadap mata uang Jepang, yen, dan menambah pelemahan terbesarnya dalam 6 bulan, demikian menurut analisa dari JPMorgan Chase & Co.. Perkiraan ini tercuat setelah kondisi para pelaku pasar global mengalami kecemasan atas melambatnya tingkat pertumbuhan dan inflasi. Indeks spot USD mengalami penurunan setelah para pelaku pasar mengambil sentiment untuk mendorong mundur ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pertama kalinya oleh Federal Reserve hingga Desember 2015, setelah pada awal bulan ini kenaikan diperkirakan terjadi di bulan Juli. Mata uang yen menguat apresiasinya untuk keenam harinya terhadap major currencies karena adanya sinyal bahwa bursa saham Asia akan melemah setelah indeks Standard & Poor’s 500 meyentuh level rendah 6 bulan kemarin. Para pelaku pasar nampaknya melepas posisi USD/ JPY mereka, dan mengambil sikap wait and see,” demikian yang dikatakan oleh Naohiro Nomoto, mitra untuk perdagangan mata uang asing pada Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. di New York. Sedangkan apresiasi mata uang AUD terkoreksi turun akibat spekulasi kenaikan sebesar 1.3% kemarin tidak dapat bertahan. “Ada kecemasan secara umum pada pasar. Dari zona eropa, dilaporkan bahwa Uni Eropa memulai pemeriksaan selama 2 minggu terhadap rancangan anggaran pemerintah di zona tersebut. Hal itu dilakukan setelah munculnya kembali mimpi buruk akan krisis hutang kawasan tersebut yang beresiko menghambat langkah-langkah pemulihan ekonomi yang saat ini sedang berlangsung. Dengan adanya kenaikan pada yield obligasi 10-tahunan pada negara zona eropa dengan hutang paling tinggi melejit kemarin, dipimpin oleh Yunani hingga ke Portugal, Irlandia, dan Italia, Komisi UNI Eropa memulai proses pemisahan rencana belanja tahun 2015, dan tengah mencoba untuk menjinakkan apasaja segala hal yang berpotensi menjadi bom waktu fiskal. “Pastinya kesuksesan atau kegagalan dalam proses ini adalah apakah Eropa dapat terhindar dari skenario seperti di Jepang, atau stagnasi sekuler,” ucap Jacob Funk Kirkegaard, petinggi pada Peterson Institute. Bursa saham Eropa anjlok paling banyak dalam 3 tahun seiring aksi jual pada obligasi Yunani memicu perpecahan pada obligasi pemerintah seiring yield patokan, yang mana termasuk Jerman dan Perancis, anjlok ke rekor rendah seiring investor mencari aset yang paling aman. Dilaporkan bahwa anggaran belanja negara Perancis dan Italia diperkirakan akan menjadi masalah terbesar bagi badan pengawas pengetatan di Uni Eropa, dikarenakan defisit anggaran Perancis diperkirakan akan mencapai targetnya dalam waktu lebih lambat 2 tahun, dan karena laju pemangkasan defisit struktural Italia lebih lambat dari yang diminta oleh komisi Eropa. “Mungkin nantinya kita dapat melaju lebih cepat. Namun saat ini, dengan laju pertumbuhan setengah dari ekspektasi, dan laju inflasi yang melambat tajam, kami tidak dapat memangkas defisit kami dalam laju yang sama,” demikian menurut kata Michel Sapin, Menteri Keuangan Perancis, menjelang pertemuan di Luksemburg yang dijadwalkan pada minggu ini. Juga telah dilaporkan dari Amerika sebelumnya bahwa laporan Beige Book yang dirilis oleh Federal Reserve menyatakan bahwa bank sentral melihat perekonomian bergerak dengan kecepatan yang moderat, dengan belanja konsumen mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi. Rincian lainnya dari laporan tersebut menunjukkan riteler New York optimis dengan laporan pariwisata dan sebagian besar wilayah menunjukkan bahwa pertumbuhan real estate yang lebih baik. Serta, kondisi perbankan dan pekerjaan yang sedang diperluas. Namun, pengusaha terus melaporkan kesulitan dalam menemukan tenaga kerja yang terampil.

Memasuki sesi perdagangan hari ini, diperkirakan pasar akan diperdagangkan dengan volatilitas yang cukup besar mengingat bahwa ada data klaim pengangguran Amerika yang akan dirilis selama sesi perdagangan pasar Amerika nanti malam. Para pelaku pasar sebaiknya memperhatikan pergerakkan indeks USD. Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, bahwa selama sesi perdagangan pasar pada hari Rabu (15/ 10/ 2014) kemarin, indeks USD mengalami koreksi melemah anjlok pada level terendah sejak 23 September dan aksi sell-oof oleh para pelaku pasar mendominasi di pasar saham Amerika. Kondisi ini terjadi menyusul banyaknya data ekonomi Amerika yang telah dirilis dengan hasil yang sangat mengecewakan sehingga mempengaruhi sentiment pasar semalam. Selain itu juga adanya beberapa hasil laporan keuangan dari dari beberapa perusahaan menunjukkan hasil yang juga tidak terlalu baik.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Poundsterling Ikutan Bergerak Turun Meskipun Kondisi Ekonomi Inggris Solid

Nilai tukar poundsterling terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini tampak melemah (15/01). Mata uang dari Inggris ini terpukul mundur seiring pergerakan mata uang dollar AS yang kembali menguat terhadap

Berita 0 Comments

Penurunan Harga Bijih Besi Seret Aussie

Setelah membukukan penurunan mingguan pada pekan lalu, aussie kembali melemah terhadap dollar di awal pekan ini. Penurunan harga bijih besi yang merupakan komoditas ekspor utama Australia kembali menyeret mata uang

Komoditas 0 Comments

Setelah Libur Paskah, Emas Menguat

Pada sesi pasar hari Senin (06/ 04/ 2015) ini, gerak harga emas masih diperdagangkan lebih tinggi dengan berada di wilayah positif. Hal ini terjadi setelah gerak harga emas mendapat dukungan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image