Walau Ada Peluang Rebound, Gerak Harga Emas Masih Berat

usdollar8Pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (14/ 04/ 2015) kemarin, dilaporkan bahwa gerak harga emas telah menyelesaikan sesi perdagangannya dengan arah gerak harga yang lemah. Gerak harga emas kemarin dilaporkan meluncur tajam ke bawah di sepanjang sesi perdagangan pasar Asia hingga sesi perdagangan pasar Eropa. Gerak perlemahan yang tajam tersebut terjadi menyusul kenaikan nilai apresiasi mata uang USD yang masih cenderung kuat di sesi perdagangan kedua waktu pasar tersebut. Gerak harga emas berjangka pada awal minggu sesi transaksi pasar dilaporkan kembali berada di bawah level harga $ 1.200 US/ ons.

Tekanan yang dialami oleh gerak harga emas tersebut karena dipicu oleh gerak apresiasi USD kembali naik seiring para pelaku pasar mempertimbangkan waktu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Dilaporkan bahwa nilai indeks USD telah ditutup turun sebanyak 76 poin atau 0.77% berakhir pada level 98.78, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 99.73 dan serendah 98.40. Pada sesi perdagangan pasar Amerika hari Selasa (14/ 04/ 2015) kemarin malam, dilaporkan bahwa hasil rilis data Retail Sales cenderung rendah dan data PPIĀ  cenderung tidak mengalami perubahan selama periode Maret. Rilis data Retail Sales dilaporkan turun sebanyak 0.1% selama periode Maret. Hasil laporan tersebut lebih buruk dari perkiraan para pelaku pasar dan dari rilis data sebelumnya yaitu pada +0.3% (F) dan +0.3% (P). Untuk data Producer Price Index (PPI) dilaporkan telah mencatatkan angka kenaikan sebesar 0.2% selama periode Maret. Data dirilis sesuai dengan perkiraan para pelaku pasar dan dari data sebelumnya pada +0.2% (F) dan -0.5% (P). Dilaporkan juga bahwa pertumbuhan ekonomi China cenderung melambat enam tahun rendah dari 7 % di kuartal pertama. Dari data industri produksi China terpantau melemah 5.6% dari sebelumnya 6.8%. Gerak harga emas berjangka untuk pengiriman Juni di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, dilaporkan bergerak turun sebesar $ 5,3 US atau sekitar 0,4 % menjadi senilai $ 1.199,30 US/ ons. Untuk gerak harga emas spot dilaporkan telah menyelesaikan menyelesaikan sesi perdagangan dengan kerugian sebesar $6.70 atau 0.56% berakhir pada level $1,191.90 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,201.395 US dan serendah $1,183.890 US. Dalam pergerakan harga emas sepekan lalu, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah mencatatkan keuntungan sebesar $560 US atau sekitar 0.47%. Berdasarkan pada situs resmi Logam Mulia, telah dilaporkan juga bahwa pada hari Rabu (15/ 04/ 2015) ini, harga emas yang dijual oleh Antam tercatat sebesar Rp 547.000/gram. Harga tersebut turun sebanyak Rp 1.000 dibandingkan harga hari Selasa (14/ 04/ 2015) kemarin, yaitu sebesar Rp 548.000/gram. Mengenai harga buyback emas Antam hari Rabu (15/ 04/ 2015) ini ini, juga mengalami perubahan, yaitu harga turun sebesar Rp 1.000 sehingga harga menjadi senilai Rp 487.000/gram. Berikut ini adalah daftar harga emas yang Antam hari Rabu (15/ 04/ 2015) ini, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 253.800.000, pecahan 250 gram - Rp 127.000.000, pecahan 100 gram - Rp 50.850.000, pecahan 50 gram - Rp 25.450.000, pecahan 25 gram - Rp 12.750.000, pecahan 10 gram Rp 5.130.000, pecahan 5 gram - Rp 2.590.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 547.000. Sementara itu, untuk gerak harga perak dilaporkan telah melemah sebanyak 9,1 sen atau sekitar 0,6 % sehinga harga menjadi $ 16,291 US/ ons. “Harga emas terus menerus berfluktuaktif, dan berjuang untuk bertahan di atas level US$ 1.200. Ini level psikologis kritis. Meski demikian masih memegang level support di US$ 1.180,” demikian kata Chief Market Analyst AvaTrade, Naeem Aslam, seperti dikutip dari Marketwatch, pada hari Selasa (14/ 04/ 2015) kemarin. Naeem Aslam juga menambahkan, bahwa fokus utama pasar pada pekan ini akan membawa “kepastian” kapan The Fed akan menaikkan suku bunga. Anggota FOMC akan melaporkan harga dan penjualan ritel pada minggu ini. Harapan kenaikan suku bunga The Fed pada musim panas ini mempengaruhi gerak harga emas. Langkah yang diambil oleh The Fed untuk menaikkan suku bunga tentunya akan berdampak positif terhadap nilai apresiasi mata uang USD atas major currencies dan imbal hasil obligasi. Imbal hasil obligasi Amerika lebih tinggi akan berdampak negatif untuk gerak harga emas. Namun laporan dari Bank of America, Merrill Lynch menyatakan, bahwa tekanan jangka pendek untuk gerak harga emas dapat memberi jalan gerak kenaikan harga emas. Tingkat suku bunga surat utang atau obligasi pemerintah di zona eropa sebagian besar mendekati nol dan negatif telah mendukung gerak harga emas. “Meskipun suku bunga turun, dan bahkan negatif di sebagian besar dunia, reli berkelanjutan sejauh ini di harga emas tidak terjadi. Hal itu karena The Fed tetap teguh pada normalisasi kebijakan suku bunga dengan semua implikasi termasuk mata uang USD,” tulis laporan dari Bank of America, Merrill Lynch. Seperti yang telah terjadi, pada akhir minggu lalu, gerak harga emas telah turun hingga ke kisaran level harga $ 1.200 US/ ons. Meski begitu, hasil survei yang digelar Reuters menunjukkan, kepercayaan terhadap perdagangan komoditas emas akan meningkat tahun ini meskipun dalam beberapa tahun terakhir, harganya terus menurun. Mengutip laman The Daily Stars, hari Senin (11/ 04/ 2015) lalu, seperti kebanyakan aset, harga emas butuh waktu untuk bangkit dari keterperukan harganya. Dan di awal tahun 2015, gerak harga emas memang terus menunjukkan stabilitas harga dari keterpurukan parahnya di sepanjang tahun 2013. Survei tersebut juga menunjukkan perkiraan para para pelaku pasar bahwa permintaan emas yang menurun pada 2014 akan segera pulih. Pada tahun lalu, permintaan komoditas emas menurun lantaran pembelian negara China yang melampaui batas di tahun sebelumnya. Pada tahun lalu pun juga, kondisi psikologis para pelaku pasar belum terlalu yakin akan adanya pemulihan harga dalam waktu dekat. “Ada sinyal yang menunjukkan kepercayaan diri para pelaku pasar terhadap emas mulai kembali. Saat ini harga emas masih melakukan penyesuaian dan memanfaatkan stabilisasi harga sejak November 2014,” tutur para analis dalam survei yang digelar Reuters. Hasil survei tersebut juga menyinggung kenaikkan nilai apresiasi mata uang USD dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan nilai apresiasi mata uang USD tersebut juga ikut berdampak pada harga komoditas seperti emas. “Di pasar Barat ini hal yang biasa terjadi, penguatan mata uang USD dan fokus terhadap arah kebijakan The Fed masih menjadi kunci yang ikut mempengaruhi harga emas,” seperti tertera dalam hasil survei tersebut. Meski demikian, para pelaku pasar tetap berkeyakinan bahwa, secara teknis gerak harga emas mampu menguat kembali tahun ini. Gerak harga emas diperkirakan dapat kembali naik, dan tembus level harga $ 1.500 US/ ons pada 2017. Selain kebijakan komoditas emas, penguatan apresiasi mata uang USD juga berperan besar dalam menekan gerak harga emas. Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (15/ 04/ 2015) ini, perdagangan pasar komoditas emas diperkirakan akan kembali pada volatilitas pasar yang besar. Hal ini karena banyaknya data yang akan dirilis sepanjang sesi perdagangan hari ini, akan kembali meningkatkan gairah para pelaku pasar. Pertemuan terpisah BoJ Jepang dan ECB zona eropa akan menjadi perhatian para pelaku pasar hari ini.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Forex Harian Dollar AS, Sulit Ungguli Safe Haven Swissie

Pergerakan Dollar AS pada perdagangan forex hari ini (Senin, 27 Januari 2014, 05:20:28 GMT) terpantau menunjukkan pergerakan turun . Pada pair USDCHF mata uang tersebut dibuka di kisaran 0.8949 di

Berita 0 Comments

Gerak Harga Emas Berpotensi Menguat Tipis

Gerak harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih tinggi dengan bergerak di zona positif pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (23/ 07/ 2015) pagi ini. Gerak harga emas sempat

Fundamental 0 Comments

Minyak Merangkak Naik, Gerak Euro Tunggu ECB

Gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, tampak masih berat dan dalam tekanan yang kuat. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Euro pada sesi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image