Waspada Atas Harga Logam Menguat Mendekati Akhir Q3

Waspada Atas Harga Logam Menguat Mendekati Akhir Q3

Harga emas diperdagangkan menguat tajam mencapai level tertinggi pada 1,399.95 USD selangkah mencapai level 1,400.00 USD tertinggi sejak 7 Juni lalu. Data Penjualan rumah baru di Amerika yang secara tak terduga menunjukkan hasil yang tidak begitu baik telah mendorong para pelaku pasar kembali membaca apa yang akan dilakukan bank sentral Amerika dalam pertemuan mendatang. Harga emas berjangka kontrak Desember ditutup naik sebesar 25 USD atau 1.8% berakhir pada 1,395.80 USD di divisi New York Mercantile Exchange. Spot harga emas ditutup naik sebesar 25.50 USD atau1.86% berakhir pada 1,396.30 USD, sebelumnya harga emas spot sempat diperdagangkan hingga setinggi 1,399.95 USD dan serendah 1,368.60 USD. Selama seminggu terakhir emas berjangka kontrak Desember mencatatkan keuntungan sebesar 24.80 USD atau sekitar 1.81%, sementara spot emas mencatatkan keuntungan sebesar 20.80 USD atau 1.51% selama sepekan kemarin.

Dalam data yang dirilis selama sesi perdagangan Jum’at (23/ 08/ 2013) data New Sales AS turun sebanyak 61.000 jauh dibawah perkiraan dan data sebelumnya masing-masing sebesar 487K (F) dan 455K(P). Data yang dirilis bersamaan dengan pertemuan hari pertama para petinggi Amerika di Jacjson Hole hingga minggu kemarin telah mendorong investor untuk menimbang kembali pernyataan Fed untuk memperketat program QE-nya. Data penjualan rumah baru yang jauh lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya telah menimbulkan spekulasi bahwa The Fed mungkin akan berfikir kembali untuk meulai mengurangi program pembelian Asetnya yang telah direncanakan dalam waktu dekat. Selang beberapa waktu setelah data ekonomi Amerika dirilis harga emas baru mulai bergerak naik tajam selama sesi perdagangan berlangsung. Pada pertemuan Jackson Hole kali ini beberapa melihat bahwa pertemuan tahunan ini akan membahas seputar masa jabatan kepala The Fed, Ben Bernanke. Bernanke yang terpilih selama masa kekuasan partai Republik, mungkin akan digantikan oleh kandidat kuat dari pihak presiden Obama, yang merupakan kader partai Demokrat, yakni Larry Summers dan Janet Yellen sebagai wakil ketua The Fed yang baru. Setali tiga uang dengan emas, tembaga pun juga mengalami penguatan harga. Pada akhir perdagangan di New York pekan lalu harga tembaga berjangka mengalami kenaikan untuk dua hari berturut-turut (26/ 08/ 2013). Harga komoditas ini menguat di tengah turunnya pasokan dan spekulasi bahwa Fed akan menunda untuk mengurangi program stimulus moneternya pada bulan September. Pasokan tembaga yang diamati oleh London Metal Exchange (LME) mengalami penurunan sebesar 3.4% pekan ini, terbesar sejak bulan September lalu. Pembelian rumah baru di Amerika Serikat mengalami penurunan di bulan Juli, terbesar dalam lebih dari tiga tahun belakangan. Sinyal perlambatan diperkirakan akan mengakibatkan The Fed menunda untuk mengurangi program pembelian obligasinya. Turunnya pasokan telah memberikan support pada harga tembaga yang sempat mengalami penurunan selama beberapa sesi belakangan. Harga tembaga Comes mengalami kenaikan sebesar 0.6% di akhir perdagangan pekan lalu dan ditutup pada posisi 3.356 USD/ pon. Harga tembaga Comex dalam satu pekan membukukan penurunan sebesar 0.3%. Harga tembaga LME terpantau mengalami kenaikan. Harga kontrak tiga bulan ke depan mengalami peningkatan sebesar 0.5% dan ditutup pada posisi 7360 USD/ metric ton atau setara dengan 3.34 USD/ pon.

Diperkirakan bahwa pergerakan harga tembaga akan cenderung mengalami kondisi yang sideways. Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai kapan atau apakah The Fed akan mengurangi program pembelian obligasinya. Dengan demikian pasar masih meraba-raba arah pergerakan harga komoditas. Sesi perdagangan minggu ini dan juga merupakan kondisi yang mendekati bulan terakhir kuartal ketiga tahun ini, para pelaku pasar sebaiknya berhati-hati. Hal tersebut dikarenakan kenaikan pada pasar yang terlihat saat ini mungkin akan segera berakhir. Untuk sesi perdagangan hari ini, perdagangan pasar emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran level harga 1,419.60 USD - 1,388.90 USD. Meski saat ini pasar melihat ada potensi kenaikan tajam pada pergerakan harga emas, terlebih setelah harga emas mendekati level 1,400 USD, namun sentimen yang saat ini ada hanyalah bersifat sementara, atau dapat dikatakan belum dapat dinyatakan mampu memberikan gambaran untuk jangka panjang.

http://www.ayotrading.com/wp-admin/media-upload.php?post_id=1010&type=image&TB_iframe=1

About author

You might also like

Greenback Bertahan Menekan, Nasib Minyak Segera Ditentukan

Tampaknya gerak nilai apresiasi mata uang USD tetap masih mempertahankan gerak penguatannya terhadap major currencies. Kondisi tersebut terjadi, seiring pulihnya kondisi gerak nilai harga di pasar ekuitas yang memberikan sokongan

Forex News 0 Comments

Aussie Masih Tertekan Pasca Data Inflasi

Pasca di rilisnya data inflasi kuartal Australia yang menurun, kurs Aussie (AUDUSD) nampak masih tertekan di teritori negatif pada perdagangan hari Kamis (24/4). Mengacu pada data yang di rilis oleh

Forex News 0 Comments

Kondisi Tenaga Kerja Australia Bayangi Aussie

Aussie terlihat kesulitan mempertahankan momentum penguatan setelah data tenaga kerja Australia sinyalkan masih rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi negeri Kangguru tersebut. Jumlah tenaga kerja Australia berkurang sebanyak 4.800 untuk bulan Mei;

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image