Yen Alami Banyak Tekanan, Pasar Fokus Pada BOE dan ECB

10462515_293497884157725_85497840815534023079_nPerdagangan asar mata uang hari Kamis ini (04/ 09/ 2014), mata uang yen terpantau melemah terhadap mata uang USD. Hal ini adalah akibat dari ketika BoJ akan tetap pertahankan kebijakannya monenternya sesuai yang diperkirakan. Haruhiko Kuroda menyatakan bahwa saat ini Jepang tengah berada pada tren pemulihan, meskipun dampak kenaikan pajak penjualan sejak bulan April lalu masih harus diamati.

Mata uang yen juga diperkirakan akan melemah oleh adanya tekanan lain. Tekanan lain yaitu berkenaan dengan dana pensiun Jepang. Dana pensiun negara Jepang yang merupakan dana pensiun terbesar di dunia, berubah menjadi lebih kompetitif, menurut Takatoshi Ito, ketua panel penasehat pemerintah terkait perombakan sistem. Government Pension Investment Fund (GPIF), yang mana menginvestasikan sekitar 55% dari aset senilai 126.6 triliun yen, atau sekitar 1.2 triliun USD, di bawah manajemen obligasi Jepang pada bulan Maret lalu, saat ini mungkin akan membeli lebih banyak saham setelah review strategi berakhir, ucap mantan pejabat Menteri Keuangan. Review tersebut, yang mungkin akan selesai dalam beberapa bulan kedepan, juga akan mencakup pemerintahan. “Kenaikan relatif pada saham Jepang, saham asing, obligasi asing masih belum diketahui, namun secara keseluruhan saya akan mengatakan harga saham Jepang akan mendapatkan dampak positif dan yen akan mengalami depresiasi,” ucap Ito, yang beribicara setelah presentasi pada “Bretton Woods 2014: The Founders and the Future,” konferensi yang digelar oleh Center for Financial Stability di New Hampshire. Perdana Menteri Shinzo Abe sedang mencoba meningkatkan laba GPIF dengan membeli lebih banyak aset beresiko seiring populasi Jepang yang menua melambungkan pengeluaran dana pensiun. Menurut pendapat Daisaku Ueno, strategis mata uang pada Mitsubishi UFJ

Morgan Stanley Securities Co. di Tokyo bulan lalu, bahwa perubahan pada alokasi GPIF mungkin akan melemahkan mata uang yen sebanyak 6 yen/ USD, Pelemahan pada mata uang juga akan membantu mendorong kenaikan inflasi dan menopang sektor ekspor.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, apresiasi mata uang USD/JPY menguat 0.06% di level 104.84, dengan menyentuh sesi terendah harian di level 104.76 dan sesi tertinggi harian di level 104.95. Hari ini BoJ telah memutuskan untuk kembali mempertahankan kebijakan moneter guna mencapai target inflasi sebesar 2%, dengan meninggalkan uang tunai dan deposito bank sentral pada laju tahunan sebesar 60-70 trilliun yen (sekitar $572-$667 miliar US), melalui pembelian obligasi pemerintah dan aset berisiko. Mata uang USD diperdagangkan sekitar 0.4% dari level tertinggi dalam hampir selama 8 bulan terhadap mata uang yen menjelang rilis data hari ini. Rilis data hari ini oleh para pelaku pasar diperkirakan akan menunjukkan kenaikan pada tingkat pekerjaan Amerika. Asumsi ini menguatkan peluang kenaikan tingkat suku bunga oleh The Federal Reserve. Indeks spot USD berada dekat level tinggi 7 bulan seiring analis memperkirakan data hari ini akan menunjukkan berlanjutnya ekspansi pada sektor industry jasa.

Sementara itu, mata uang euro diperdagangkan 0.3% dari level terlemah dalam setahun menjelang pertemuan European Central Bank hari ini. Pertemuan puncak Bank Of England (BOE) dan European Central Bank (ECB) akan menjadi fokus pada sesi perdagangan hari ini (Kamis, 04/ 09/ 2014). ECB akan menjadi sorotan pasar karena rencana QE yang akan dirilis. Skala QE yang diperkirakan jauh lebih besar dari skala QE Amerika pertama kali telah mendorong sentiment pasar untuk meninggalkan pasar emas dan Euro dan mencari dukungan pada pasar saham dan mata uang USD. Bank of Japan juga akan mengakhiri pertemuan kebijakannya hari ini. Etsuko Yamashita, kepala ekonom pada Sumitomo Mitsui Banking Corp. di New York mengatakan bahwa data ekonomi Amerika sejauh ini bagus, dan peralihan the Fed dari mengakhiri quantitative easing menjadi pengetatan menjadi lebih pasti. “Seiring kenaikan suku bunga oleh the Fed sudah di depan mata, mata uang USD akan menguat,” demikian tambahnya.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

USD Tertekan Kembali, Ekspektasi Pasar Tak Terpenuhi

Apresiasi USD melemah terhadap mata uang yen pada hari Senin (29/ 04/ 2013), bertahan setelah turun hari Jumat (26/ 04/ 2013) lalu. USD terakhir tercatat di 97.86 yen, turun sebanyak

Forex News 0 Comments

Tingginya Permintaan Safe-haven Picu Yen Rally

Nilai tukar yen Jepang terpantau menguat di perdagangan hari Rabu (7/6) terutama akibat meningkatnya permintaan safe-haven serta pelemahan dollar AS setelah data-data ekonomi kembali mengecewakan. Dollar AS (USD) terus mengalami

CFD News 0 Comments

Keputusan FOMC Pertahankan Suku Bunga, Kebijakan BoJ Limbungkan Nikkei

Telah dilaporkan bahwa pada hari Rabu, pihak Federal Reserve memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek. Dilaporkan bahwa suku bunga acuan jangka pendek The Fed tidak berubah yaitu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image