Yen Bergerak Rebound, Euro Menguat Jelang ECB

Yen Bergerak Rebound, Euro Menguat Jelang ECB

world regionsMata uang Jepang, yen, bergerak menguat terhadap sebagian besar mata uang utama. Hal ini terjadi setelah pejabat Bank of Japan, Takehiro Sato, pada hari ini mengatakan bahwa harga beresiko untuk bergerak turun, menambahkan kecemasan para pembuat kebijakan yang mungkin akan berjuang lebih giat untuk tingkatkan inflasi mencapai 2%. Mata uang negeri sakura ini bergerak naik untuk pertama kalinya dalam empat hari setelah komentar dari Sato yang di publikasikan dalam minutes pertemuan terakhir bank sentral.

Kepala analis mata uang di Standard Chartered Plc di Singapura, Callum Henderson, mengatakan, bahwa pejabat BoJ “agak tentatif dan hati-hati”. Menurut Hendersen bahwa ekspektasinya untuk apresiasi USD/ JPY adalah menguat lebih lanjut secara bertahap, namun itu akan melangkah lebih lambat dari pada penguatan yang dramatis lebih tinggi. Mata uang Jepang menguat sebesar 0.2% menjadi 101.49 pada pagi ini setelah mencapai 101.92 kemarin, level terlemah sejak 29 Mei. Untuk apresiasi cross, mata uang yen menguat terhadap euro sekitar 0.2%, menjadi 137.22. Harga apresiasi cross bergerak rebound dari level terendah empat tahun. Yen naik untuk pertama kalinya dalam empat hari setelah komentar dari Sato yang di publikasikan dalam minutes pertemuan terakhir bank sentral. Mata uang euro hanya sedikit berubah di 1.3528 dari 1.3517 kemarin terhadap USD, ketika turun sebanyak 0.3%. Mata uang euro pada perdagangan hari ini (Selasa, 26/ 11/ 2013) mengalami rebound setelah kemarin berakhir di teritori negatif terhadap . Mata uang euro bergerak menguat jelang pidato salah satu petinggi ECB di Berlin hari ini. Joerg Asmussen yang telah mengatakan bahwa suku bunga deposito yang negatif bisa menjadi sebuah alat kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan euro akan berpidato di Berlin hari ini. Pada tanggal 23 November lalu Asmussen mengatakan bahwa ia tidak akan menafikan kemungkinan dilakukannya kebijakan suku bunga deposito negatif di Eropa. Sementara itu anggota majelis ECB Ardo Hansson mengatakan dalam sebuah wawancara di Tallin pada tanggal 22 November bahwa kebijakan pemotongan suku bunga acuan masih mungkin dilakukan. Ia juga menjelaskan bahwa masih ada perangkat kebijakan lain yang bisa dilakukan. Gerakan euro mengalami rebound setelah kemarin ditutup melemah. Pada penutupan perdagangan dini hari tadi euro ditutup pada posisi 1.3491. Kemarin euro sempat naik hingga ke posisi 1.3560. Hari ini euro kembali menguat ke posisi 1.3532. Diperkirakan bahwa pergerakan nilai apresiasi mata uang euro terhadap USD pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami pergerakan yang menguat terbatas. Mata uang tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1.3520 - 1.3590.

Diperkirakan Euro berpotensi mencoba ke kisaran level harga 1.3620, jika menembus resistance di kisaran 1.3570,dan akan mencoba ke level 1.3445 jika melewati support di kisaran 1.3490. Tampak koreksi yang terjadi pada pekan lalu hanya bersifat jangka pendek dan saat ini Euro tampak berpotensi kembali bergerak dalam tren yang bullish, walau sementara ini Euro tampak masih berada dalam pola yang sideways. Aussie menguat setelah pejabat bank sentral mengatakan bahwa negara seharusnya tidak cemas bahwa harga rumah meningkat.

 

 

About author

You might also like

Gerak Emas Tunggu Kepastian FOMC Nanti

Pada sesi pasar Asia hari Rabu (08/ 10/ 2014) ini, gerak harga emas telah tercatat menguat tipis. Harga emas telah rebound dari tadi malam. Para pelaku pasar tetap berfokus kepada

CFD News 0 Comments

Minyak Merangkak Naik, Apresiasi Kiwi Bergerak Flat

Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD bergerak mendatar meski data ekonomi dari Selandia Baru dirilis jauh lebih baik dari perkiraan. Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD

Berita 0 Comments

Greenback Menguat di Hari Jumat, Minyak Melemah di Hari Jumat

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD menguat tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, setelah data menunjukkan jumlah pekerja di Amerika naik lebih besar

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image