Yen Kian Tergerus Setelah Data Trade Balance

Yen Kian Tergerus Setelah Data Trade Balance

Nilai tukar Yen - Jepang kian terkikis setelah data pemerintah yang rilis pagi ini (Senin, 21/4) menunjukkan angka defisit neraca perdagangan (trade deficit) kian membengkak di bulan Maret.

Pada sesi pagi, kurs valuta yen di transaksikan pada kisaran 102.63 setelah terpuruk hingga level 102.70 terhadap dollar AS (USD). Harga kurs hari ini terbilang lebih lemah bila dibanding sesi akhir pekan lalu yang di tutup pada level 102.42 dengan titik terlemahnya pada harga 102.57 terhdap USD.

Menurut laporan Departemen Keuangan di Tokyo hari ini, neraca defisit (trade balance) tercatat kian bertambah menjadi 1,45 triliun yen (US$ 14.1). Angka itu jauh berbeda dengan estimasi median dari 28 ekonom dalam survei Bloomberg News yang memperkirakan defisit sebesar ¥ 1.08 triliun.

Sedangkan angka ekspor ke luar negeri naik sebesar 1,8%, merosot jauh dari bulan sebelumnya di angka 9.8% dan di bawah prediksi 6.3%. Sementara tingkat impor melonjak hingga 18,1%, naik dua kali lipat dari bulan sebelumnya di angka 9%.

Buruknya data tersebut kian menambah sederet daftar hitam fundamental Jepang termasuk belanja modal dan konsumsi sektor swasta sehingga membangkitkan kembali ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan merilis stimulus tambahan pada musim panas ini demi menopang tingkat pertumbuhan. Dan eskpektasi stimulus itulah yang menyebabkan kurs yen hari ini kian melemah setelah sepanjang minggu lalu nilai valuta ini melemah.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Yen Di Perdagangkan Tinggi Terhadap Euro Di Tengah Menunggu Hasil BOJ

Yen di perdagangkan dekat level tertinggi dalam enam pekan terhadap euro sebelum Bank of Japan menetapkan kebijakannya pada hari ini di tengah spekulasi bahwa bank sentral akan menunda perluasan stimulus.

Berita 0 Comments

Sterling Menguat di Awal Pekan

Meski akhir pekan kemarin berhasil menguat dua hari beruntun terhadap dollar, namun sterling tetap mencatat penurunan dalam dua minggu beruntun, setelah terbebani pernyataan Gubernur Bank of England, Mark Carney. Pada

Berita 0 Comments

USD Sementara Masih Akan Terkoreksi Valuta Major

USD mengalami koreksi atas apresiasinya dari berbagai mata uang major. Secara fundamental, kondisi Amerika yang cenderung kondusif masih dilihat oleh pasar merupakan valuta aman. Meski demikian, valuta yang lain dengan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image