Yen Koreksi, Aussie Terimbas China

Yen Koreksi, Aussie Terimbas China

419526_411072608947528_255875050_nMata uang yen mencatatkan penguatan tipis setelah komentar Perdana Menteri Shinzo Abe mengisyaratkan bahwa pemerintah Jepang tidak terlalu suka jika mata uang yen melemah sedemikian rupa. Telah dilaporkan oleh harian Jiji News bahwa Shinzo Abe ingin berhati-hati akan dampak yang ditimbulkan terhadap perekonomian lokal dengan pelemahan mata uang yen belakangan ini. Komentar tersebut senada dengan pernyataan Akira Amari, Menteri Ekonomi Jepang, yang minggu lalu mengatakan fluktuasi nilai tukar yang berlebihan akan memberikan dampak yang negatif. Apresiasi mata uang USD/JPY kini diperdagangkan 108.67. Harga bergerak mencoba menjauhi level tinggi harian 108.87.Indeks USD diperdagangkan melemah selama sesi pergangan Asia mencapai level terendahnnya pada 84.37, namun kembali beranjak naik dan ditutup 1 pips lebih tinggi dari sesi perdagangan sebelumnya berakhir pada level 84.73. Sebelumnya indeks USD sempat diperdagangkan hingga setinggi 84.77 dan serendah 87.37.

Apresiasi mata uang yen melemah tajam terhadap mata uang USD dalam sebulan terakhir setelah hasil FOMC menegaskan kontrasnya kebijakan moneter Federal Reserve dengan Bank of Japan. The Fed kini tengah bersiap untuk mengakhiri program pembelian obligasi dan mengkaji kenaikan suku bunga pada pertengahan tahun 2015. BoJ masih tetap menjalankan kebijakan moneter longgar bahkan sinyalkan kesiapan untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika dibutuhkan. Kemarin gerak mata uang yen menguat terhadap mata uang USD saat Amerika mengatakan pihaknya menggelar serangan udara pertama di Suriah, menguatkan tingkat permintaan asset safe haven. Mata uang Jepang menguat apresiasinya terhadap sebagian besar mata uang utama lainya seiring pasrukan Israel mengatakan sebuah jet tempur milik Suriah ditembak jatuh ketika memasuki wilayah udara negaranya. Mata uang Yen memulai penguatan seiring AS dan aliansinya di Arab mengurumkan jet tempur, pesawat pengembom, dan rudal Tomahawk untuk melawan kelompok gerakan ISIS, ekspansi besar dalam usaha Presiden Barack Obama untuk menghancurkan grup militan Sunni. “Sejumlah sentimen risk-aversion telah merasuki pasar mata uang. Menurut saya tekanan geopolitik mengakibatkan aksi likuidasi dan profit taking,” demikian yang diucapkan oleh Neil Jones, kepala penjualan hedge-fund pada Mizuho Bank Ltd. di London.

Dari Australia dilaporkan bahwa apresiasi mata uang aussie terkoreksi anjlok ke posisi terendah 7-bulan terhadap mata uang USD pada hari Selasa kemarin. Kondisi itu terkontribusi oleh keadaan di tengah meningkatnya kekhawatiran para pelaku pasar tentang perlambatan ekonomi mitra dagang terbesar negara. Laporan kuartal China Beige Book International menunjukkan lemahnya pertumbuhan di China, dengan penurunan industry ritel dan perumahan mengimbangi perbaikan sektor manufaktur dan transportasi. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan Lou Jiwei pada tanggal 21 September lalu, yang melihat pertumbuhan tengah menghadapi tekanan. Sebelumnya mata uang aussie sempat bergerak positif setelah indeks manufaktur China versi HSBC Holdings Plc dan Markit Economics menunjukkan kenaikan mengejutkan. “Laporan itu membuat investor sedikit lebih khawatir terhadap mata uang komoditas,” kata Vassili Serebriakov, analis forex BNP Paribas SA di New York. “Dan Aussie adalah yang paling rentan.” Sesi perdagangan hari ini, para pelaku pasar akan terfokus pada data New Home Sales (NHS) nanti.

About author

You might also like

Tekanan USD dan Daya Tarik Saham Amerika Rontokkan Emas

Gerak harga emas berjangka pada sesi pasar hari Selasa (31/ 03/ 215) ini, telah dilaporkan mengalami perlemahan. Gerak harga Emas merosot pada sesi kedua di awal sesi perdagangan pasar. Hal

Forex News 0 Comments

Aussie Terjerembab Keras, Minyak Tunggu Kemungkinan Lain

Negara China, yang merupakan mitra dagang utama Negara Australia, kembali memberikan pukulan telak bagi nilai apresiasi mata uang negeri Kangguru itu. Dilaporkan bahwa mata uang dollar Australia, atau lazim disebut

Forex News 0 Comments

Euro Melemah 2 Hari Berturut-turut Akibat Ekskalasi Krisis di Crimea

Mata uang euro bergerak melemah lagi pada perdagangan di Asia pagi ini (4/3). Mata uang ini tampak bergerak turun untuk dua hari berturut-turut terhadap rival utamanya, dollar AS. Euro berada

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image