Yen Mampu Beri Tekanan sedikit Terhadap USD

Yen Mampu Beri Tekanan sedikit Terhadap USD

10689965_1470617203215320_3191280695750340552_nPada sesi pasar Asia hari Jumat (24/ 10/ 2014) ini, apresiasi mata uang Jepang, yen, bergerak menguat untuk pertama kalinya terhadap mata uang USD dalam tujuh hari terakhir. Hal ini terjadi setelah adanya laporan media bahwa pasien yang diuji di New York telah positif terkena virus ebola. Media New York Times mengatakan bahwa pengujian lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penemuan awal tanpa mengatakan dimana mereka dapatkan informasi tersebut.

Kondisi ini telah meningkatkan permintaan pasar untuk asset safe haven. Mata uang Jepang menguat setidaknya sekitar 0.2% terhadap semua major currencies. Mata uang yen menguat sebesar 0.3% menjadi 107.90 setelah sebelumnya tergelincir ke 108.35 kemarin, itu adalah level terlemah sejak 8 Oktober. Sebelumnya dilaporkan bahwa Federal Reserve Bank of Chicago melaporkan kenaikan tak terduga atas Indeks Aktivitas Nasional. Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda pada bulan ini telah mengatakan jika pelemahan mata uang yen merupakan hal positif dikarenakan sejalan dengan fundamental ekonomi. “Rally apresiasi USD/ JPY menguat seiring kembali maraknya carry trade. Para pelaku pasar kembali memburu aset beresiko untuk mendapatkan yield mengingat penguatan kinerja ekonomi Amerika,” demikian kata Sebastian Galy, analis mata uang senior pada Societe Generale di New York. Mata uang Jepang kini telah naik sebesar 0.2% menjadi 136.71 terhadap mata uang euro. Treasury Amerika menguat, sementara indeks berjangka S&P 500 memperpanjang penurunannya. “Kita akan melihat penurunan di indeks saham berjangka dan dollar-yen pada ketakutan dari potensi pandemic. Ketakutan mulai meluap dari meluasnya latar belakang dari ketakutan. Tentunya Ebola juga masuk dalam radar pasar,” demikian kata Greg Gibbs, kepala analis pasar Asia Pasific di Royal Bank of Scotland Group Plc di Singapura. Telah dilaporkan bahwa di zona eropa, data optimis mendorong safe haven emas lebih rendah. Hal ini terjadi karena kelompok riset Markit Economics melaporkan sebelumnya bahwa indeks pembelian manufaktur manajer melonjak 50,7 pada bulan ini dari hasil akhir di 50,3 pada bulan September. Pasar telah memperkirakan indeks untuk meluncur ke 49,9. Layanan sektor PMI tetap stabil di 52,4, sedikit di atas ekspektasi 52,0. Telah dilaporkan bahwa indeks USD menguat tajam menyusul rentetan data eknomi Amerika yang dirilis selama sesi perdagangan pasar semalam. Para pelaku pasar merespons kondisi perkembangan dan data rilis ekonomi Amerika yang menunjukkan perbaikan data, termasuk juga data pendapatan perusahaan. Pada hari Kamis (23/ 10/ 2014) kemarin, laporan dari Departemen Tenaga Kerja Amerika menunjukkan bahwa data klaim pengangguran awal meningkat 17 ribu menjadi sekitar 283 ribu, namun tetap di bawah 300 ribu. Dilaporkan dari sektor perumahan bahwa, harga rata-rata perumahan Amerika naik sebanyak 0.5% selama periode Agustus. Lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya pada 0.4% (F) dan 0.2% (P). Dilaporkan juga bahwa bursa saham Amerika ditutup menguat ditopang laba Caterpillar Inc (CAT) yang lebih perkiraan analis. Hal ini mendorong para pelaku pasar menjauh dari emas.

Pada sesi perdagangan pada hari Jumat (24/ 10/ 2014) ini, para pelaku pasar akan fokus pada data New Home Sales Amerika yang diperkirakan mencatatkan penurunan sebesar 5.8% selama periode September. Para pelaku pasar akan tetap melihat perkembangan seputar pertemuan FOMC Minutes pada akhir Oktober mendatang untuk menentukan trend lanjutan.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Yen Bergerak Rebound, Euro Menguat Jelang ECB

Mata uang Jepang, yen, bergerak menguat terhadap sebagian besar mata uang utama. Hal ini terjadi setelah pejabat Bank of Japan, Takehiro Sato, pada hari ini mengatakan bahwa harga beresiko untuk

Forex News 0 Comments

BOK Rilis Kebijakan Defensif, Kondisi China Masih Jadi Perhatian Global

Gerak nilai apresiasi mata uang Australia dan Selandia Baru/ New Zealand, yang lazim disebut dengan istilah Aussie dan Kiwi, dilaporkan bergerak menguat terhadap Greenback. Gerak penguatan nilai apresiasi ke dua

Awali Minggu Ini, Gerak AUD Terdongkrak Pernyataan RBA

Pada sesi perdagangan Asia di hari Senin (20/ 10/ 2014) ini, mata uang yen lanjutkan gerak pelemahan apresiasi terhadap mata uang USD. Hal ini terjadi setelah komentar dari gubernur bank

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image