Yen Menggeliat Nilai Apresiasinya, Bursa Saham Asia Mulai Koreksi

0a0aaa011454770Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari Selasa ini masih melanjutkan gerak penguatan terhadap Greenback. Gerak penguatan nilai apresiasi mata uang USD/ JPY tersebut sempat menyentuh level terendah dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan sempat diperdagangkan di kisaran level 120.62 pagi tadi, dengan level tertinggi harian 121.07, dan terendah 120.47.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD yang mendominasi atas mata uang Yen di sepanjang pekan lalu, telah gagal melanjutkan momentum penguatannya. Para pelaku pasar masih menunda untuk menambah posisi bullish atas mata uang USD. Hal tersebut dilakukan oleh para pelaku pasar, karena menjelang rapat moneter Federal Reserve. Selain kondisi tersebut, para pelaku pasar juga tengah menantikan hasil rilis data pertumbuhan ekonomi Amerika di pekan ini.

Mata uang Jepang, Yen, yang dianggap oleh para pelaku pasar sebagai safe haven, diuntungkan dengan adanya gerak pelemahan nilai harga di bursa utama Asia pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa ini. Sentimen negatif bagi bursa Asia datang dari China. Dari China telah dirilis laporan bahwa laba industri China di bulan September turun tipis 0,1% dari tahun lalu, setelah anjlok 8,8% di bulan Agustus. Sementara laba industri perusahaan besar, yang memiliki pendapatan lebih dari 20 juta yuan, turun sebesar 1,7%.

Mengenai gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Euro bergerak reli untuk hentikan pelemahan selama tiga hari beruntun. Mata uang Euro pada sesi perdagangan pasar Amerika kemarin telah diperdagangkan di dalam kisaran ketat antara 1.1002 sampai 1.1068, sebelum berakhir di 1.1056. Catatan penutupan tersebut naik sekitar 38 pips atau 0.35% pada saat akhir sesi perdagangan pasar hari Senin kemarin.

Keadaan ini terjadi, di tengah situasi dimana para pelaku pasar sedang menunggu pertemuan Federal Open Market Committe (FOMC) yang akan berlangsung selama dua hari untuk periode Oktober yang akan dimulai malam nanti. Apresiasi mata uang EUR/ USD kemungkinan akan menemukan dukungan di 1.0854, itu adalah level terendah sejak 7 Agustus dan akan menemukan level resisten di 1.1496, level tertinggi sejak 15 Oktober.

Pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu, gerak nilai apresiasi mata uang Euro telah mengalami tekanan yang kuat. Tekanan apresiasi tersebut merupakan satu hari terburuk pada tahun ini. Kondisi tersebut terjadi, setelah presiden European Central Bank (ECB), yaitu Mario Draghi, yang pada kesempatan berpidato telah berikan indikasi kuat bahwa mereka dapat memangkas suku bunga dan meningkatkan ruang lingkup program pembelian aset sebelum akhir tahun. Pada saat itu, gerak nilai apresiasi mata uang Euro tergelincir di bawah 1.10 terhadap mata uang USD untuk pertama kalinya sejak 11 Agustus.

Untuk saat ini, sebagian besar para trader mata uang menahan diri dari mengambil posisi besar terutama menjelang pertemuan FOMC pada tengah pekan ini. Di saat FOMC berikan petunjuk bahwa mereka kemungkinan akan menahan suku bunga jangka pendek di level dekat nol persen pada pertemuan kali ini, ketua Federal Reserve Janet Yellen masih belum berikan rincian kemungkinan kenaikan suku bunga. FOMC meninggalkan suku bunga acuan saat ini di level nol sampai 0.25% untuk 55 pertemuan berturut-turut.

Euforia atas kebijakan pelonggaran moneter di negara China sepertinya tidak berlangsung begitu lama. Kondisi tersebut ditegaskan dengan keadaan, dimana gerak nilai harga di bursa utama Asia pada sesi perdagangan pasar hari Selasa ini. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham utama Asia berada di zona merah pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (27/ 10/ 2015) ini, termasuk juga di bursa saham China dan di bursa saham Hong Kong. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa China dan Hong Kong dibuka melemah menyusul dengan pembukaan gerak nilai harga di bursa Jepang dan Korsel.

Gerak nilai harga indeks Shanghai China dilaporkan bahwa telah tercatat bergerak negative, dengan melemah sekitar 1,17% menjadi 3.389.50. Juga telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks Hang Seng Hong Kong telah turun 0,79% menjadi 22.934,66. Gerak nilai harga indeks Hang Seng Futures dilaoprkan telah diperdagangkan di kisaran level harga 22926 pada pagi tadi, dan telah menjauhi level tertinggi harian 23112.

Pelemahan gerak nilai harga di bursa utama Asia telah terlihat ketika bursa saham Amerika dilaporkan telah berakhir secara variatif pada saat berlangsungnya sesi perdagangan pasar Amerika di hari Senin kemarin. Pergerakan nilai harga di bursa Wall Street sering dijadikan acuan dari pergerakan gerak nilai harga di bursa Asia. Selain kondisi tersbut, momentum penguatan bursa Asia pada hari Senin kemarin mulai terlihat memudar setelah terus bergerak turun setelah gerak harga open gap up. Para pelaku pasar global kini menanti data laba industri China bulan September, setelah di bulan Agustus mencatat penurunan hampir 9%, menjadi penurunan terbesar sejak data mulai dikumpulkan pada tahun 2011.

Gerak nilai harga minyak pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa ini, dilaporkan bergerak melemah. Gerak nilai harga minyak berada di jalur untuk pelemahan tiga pekan beruntun. Kondisi ini terjadi, karena data cadangan minyak mentah Amerika diperkirakan akan menunjukkan kenaikan kembali. Gerak nilai harga minyak mentah Amerika untuk kontrak bulan Desember turun sebesar 54 sen menjadi $43.44 US/ barel, setelah pada sesi sebelumnya turun 62 sen, atau 1.4%. Dilaporkan pula bahwa gerak nilai harga minyak Brent untuk kontrak bulan Desember turun sebesar 29 sen, menjadi $47.14 US/ barel, setelah pada sesi sebelumnya turun sebesar 45 sen, atau hampir 1%.

Penurunan gerak nilai harga minyak Amerika didorong oleh harga yang berada di bawah level teknis support, demikian menurut pendapat dari kepala analis pasar di Sydney’s CMC Market, Ric Spooners. Ric Spooners juga menambahkan bahwa, meskipun anda tidak pernah bisa yakin, (grafik) menunjukkan bahwa ini tidak akan menjadi break palsu. Pergerakan terbaru ke bawah terjadi setelah kegagalan menembus pergerakan rata-rata 200 hari pada beberapa pekan yang lalu. Cadangan minyak mentah Amerika kemungkinan naik untuk pekan kelima beruntun, dengan rata-rata naik 3 juta barel menjadi 479.6 juta barel, dalam pekan yang berakhir 23 Oktober, ditunjukkan dalam survei Reuters menjelang data cadangan pemerintah dan industri pada hari Senin.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

USD Tekan NZD dan Yen

Mata uang USD masih berada di level harga tertinggi apresiasinya dalam enam tahun terhadap mata uang yen Jepang pada perdagangan awal minggu ini setelah pada minggu lalu, berhasil membukukan penguatan

Berita 0 Comments

Pemotongan Suku Bunga Eropa Dalam Perhatian Pasar

Mata uang euro melemah terhadap mata uang USD di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa ECB akan memangkas suku bunga pada pekan depan. Seorang nara sumber bank sentral mengatakan bahwa momentum untuk

Forex News 0 Comments

USD Melambat Penguatan Atas Major Jelang FOMC

Pada sesi pasar hari Rabu (29/ 10/ 2014) siang ini, apresiasi mata uang USD tampak melemah terhadap major currencies. Para pelaku pasar tengah berhati-hat dalam mengambil sentiment, menunggu hasil dari

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image