Yen Tekan USD, Pasar Tunggu Rilis Data Pengangguran

Yen Tekan USD, Pasar Tunggu Rilis Data Pengangguran

1385831_540033532737348_477771820_nMata uang USD kembali diperdagangkan melemah terhadap mata uang utama jelang data klaim pengangguran dirilis hari ini. Mata uang Amerika ini sebelumnya melemah akibat tanda-tanda terganggunya pertumbuhan ekonomi negara adhidaya tersebut akibat penutupan sebagian layanan pemerintahan selama 16 hari memunculkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan menunda pengurangan stimulus hingga Maret 2014. Indeks USD terhadap mata uang utama terpantau berada pada kisaran 79,20, menjauhi level tertinggi harian 79,28. Klaim pengangguran Amerika untuk pekan yang berakhir 19 Oktober yang akan dirilis hari ini kemungkinan turun menjadi 340.000 dari pekan sebelumnya sebanyak 358.000. Sementara jumlah masyarakat yang menerima tunjangan pengangguran diperkirakan akan menjadi 2,87 juta orang dari pekan sebelumnya sebanyak 2,86 juta.

Merosotnya USD terjadi setelah laporan pemerintah menunjukkan perekonomian negeri Paman Sam hanya mampu menyerap 148.000 tenaga kerja pada bulan September dibanding bulan sebelumnya pada angka 193.000. Sehingga kondisi itu memicu harapan bahwa Federal Reserve bakal terus mempertahankan program stimulus nya hingga sepanjang sisa tahun ini bahkan hingga tahun depan. Para ekonom sebelumnya memperkirakan NFP akan meningkat 180.000. Apresiasi USD diperdagangkan dekat level terendah dua minggu terakhir. Hal ini adalah akibat menyempitnya yield treasuries terhadap yield obligasi pemerintah Jepang ditengah tanda-tanda terhambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika akibat ditutupnya sebagian layanan pemerintahan selama 16 hari lalu. Rentangan spread harga antara yield treasury Amerika bertenor dua tahun dengan obligasi Jepang menyempit menjadi 19 basis poin pada 22 Oktober lalu. Selisih antara yield bertenor 10 tahun diantara kedua negara tersebut sebesar 190 basis poin, terkecil sejak 12 Agustus. Selain itu, yen kembali diperdagangkan menguat pada sesi hari Kamis (24/ 10/ 213), seiring USD terus mengalami pelemahan lantaran isu tapering berangsur pudar dari pembicaraan di pasar. Mata uang yen masih menguat terhadap mata uang utama jelang dirilisnya data manufaktur China oleh HSBC yang kemungkinan memunjukkan ekspansi untuk bulan ketiga beruntun, menambah prospek kebijakan pengetatan moneter di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut. “USD/ JPY anjlok akibat reaksi dari menyempitnya selisih yield. China merupakan katalis besar bagi pembelian yen, prospek pengetatan moneter telah meningkatkan ketidakpastian” kata Yujiro Goto dari Nomura International Plc di London. Apresiasi mata uang USD/ JPY pada sesi pagi ditransaksikan pada kisaran level harga 97.31 setelah menguat tajam hingga ke level harga 97.15. Sementara pada sesi penutupan kemarin (Rabu, 23/ 10/ 2013), yen berakhir di tutup pada level 98.38 setelah sempat terpuruk hingga 98.19 terhadap USD. Dilaporkan bahwa meningkatnya aktivitas manufaktur negara China memberikan harapan akan berlanjutnya momentum pertumbuhan ekonomi terbesar No.2 di dunia tersebut. Indeks manufaktur China versi HSBC mencapai level 50.9 untuk bulan Oktober; lebih tinggi dari estimasi 50.5 dan publikasi sebelumnya 50.2. Ini merupakan aktivitas manufaktur China yang tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Angka di atas 50 menunjukan ekspansi sektor manufaktur. “Pemulihan ekonomi China terus berkonsolidasi di kuartal keempat setelah mencapai level terbawah di kuartal ketiga. Momentum kenaikan aktivitas ini dapat berlanjut untuk beberapa bulan mendatang sehingga dapat turut mempercepat reformasi struktural,” ujar ekonom HSBC, Qu Hongbin. Imbas pertumbuhan negara China ini secara positif mempengaruhi negara Australia.

Negara China memang merupakan mitra dagang utama Australia sehingga perbaikan kondisi ekonomi China akan turut memberikan dampak positif untuk negeri Kangguru. Apresiasi mata uang AUD/ USD kini diperdagangkan 0.9640, mencoba menjauhi level rendah harian 0.9612. Mata uang USD kini mendekati level terendah terhadap mata uang euro, permintaan euro meningkat ditopang oleh sebelum data sektor manufaktur dan jasa zona eropa dirilis hari ini, yang mengindikasikan sektor manufaktur dan jasa berkespansi pada laju tercepat. Apresiasi mata uang EUR/ USD diperdagangkan pada kisaran level harga 1,3790, menjauhi level terendah harian 1,3779.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Euro Melemah Atas Ketegangan Di Ukraina

Euro berada di jalur untuk penyelesaian penurunan mingguan terhadap sebagian besar mata uang utama di tengah meningkatnya ketegangan di Ukraina dan investor mempertimbangkan apakah Bank Sentral Eropa akan mempertimbangkan tambahan

Forex News 0 Comments

Data Ritel Inggris Persempit Peluang Sterling

Hingga sesi siang di perdagangan Asia (Selasa, 11/3) mata uang Inggris – Sterling bergerak flat dan terjepit pada range sempit pasca koreksi tajam sesi kemarin akibat pernyataan Deputi Gubernur Bank

Komoditas 0 Comments

Kiwi Tekan Balik Greenback, Minyak Terkoreksi Melemah

Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD dilaporkan telah bergerak menguat dan menyentuh level tinggi harian 0.7249 atau naik lebih dari 30 poin dibandingkan level penutupan sebelumnya. Hal tersebut terjadi,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image