Yen Terdongkrak Kondisi China dan Minyak, Pasar Ragukan Kesepakatan di OPEC

1175095_518635551543813_1654100862_nGerak nilai apresiasi mata uang negara Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan masih tampil kokoh terhadap semua Major currencies. Hal tersebut terjadi, karena menjelang keputusan kebijakan dari Reserve Bank of Australia (RBA).

Keputusan RBA diperkirakan oleh para pelaku pasar akan mempertahankan tingkat suku bunga dekat rekor rendah. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie tampak menguat sebanyak 1.5% terhadap Greenback dalam kururn waktu 5 hari terakhir. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie telah menunjukkan performa terbaik di antara major currencies lainnya.

Salah satu strategis memperkirakan bahwa pihak berwenang RBA akan mempertahankan suku bunga. Juga diperkirakan bahwa dampak pernyataan bulan Desember yaitu outlook inflasi mungkin akan memberikan ruang untuk melonggarkan kebijakan, jika dibutuhkan untuk menopang tingkat permintaan.

Glenn Stevens, Gubernur RBA kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada level 2%, demikian menurut asumsi para ekonom. Kecemasan mengenai dampak kekacauan pasar keuangan dan ketidakpastian mengenai laju pertumbuhan ekonomi di China terhadap perekonomian Amerika, telah membuat petinggi The Fed masih belum menentukan langkah selanjutnya pasca menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2006 di bulan Desember.

Stanley Fischer, Wakil Gubernur Federal Reserve, dilaporkan telah mensinyalkan bahwa The Fed mungkin tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Hal tersebut tentunya menguatkan prospek bahwa aset Australia akan mempertahankan keuntungan yield dibandingkan dengan aset Amerika.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Jepang, yaitu indeks saham Nikkei 225 tampak berat. Hal tersebut terjadi, karena dampak dari gerak penurunan nilai harga komoditas minyak. Perusahaan minyak Jepang Inpex adalah termasuk dalam salah satu perusahaan dengan gerak nilai harga sahamnya telah memberikan beban terbesar dalam gerak nilai harga indeks saham Nikkei.

Faktor lain yang turut memberikan tekanan atas gerak nilai harga di bursa Jepang adalah, dengan adanya gerak penguatan nilai apresiasi mata uang Yen. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen menguat tipis terhadap Greenback, setelah sektor manufaktur Amerika pada bulan Januari mengonfirmasi kontraksi untuk 4-bulan beruntun.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen juga telah mendapatkan sentimen positif dari kekecewaan pasar atas rilis data manufaktur China. Dilaporkan bahwa rilis data manufaktur China di bulan Januari yang dirilis pada hari Senin kemarin. Kontraksi manufaktur China yang mencapai level terendah 6-bulan. Hal tersebut menjadi alasan lain bagi para pelaku pasar untuk mengkhawatirkan kondisi negara dengan perekonomian terbesar ke dua dunia tersebut.

Para pelaku pasar tampaknya telah mengambil langkah. Langkah yang diambil oleh para pelaku pasar tersebut adalah, dengan mulai mengalihkan perhatiannya dari stimulus Bank of Japan (BoJ) pada hari Jumat pekan lalu yang membuat Nikkei rally sekitar 5%.

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures di sesi pertama pagi ini bergerak melemah. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures di sesi pertama pagi ini telah sempat bergerak melemah sekitar 0,5% di kisaran level 17770. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Yen telah sempat bergerak menguat sekitar 0,27% terhadap mata uang USD di kisaran level 120.64.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak melemah. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah bergerak melemah anjlok sekitar 7% pada sesi perdagangan pasar Amerika semalam. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa pagi ini, telah sempat diperdagangkan di kisaran level $31 US/ barel.

Harapan para pelaku pasar atas adanya kesepakatan antara produsen Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dengan non-OPEC tampaknya mulai memudar. Pejabat senior Organization of the Petroleum Exporting Countries pada hari Senin kemarin telah mengatakan kepada sebuah media koran Arab Saudi.

Pejabat senior OPEC tersebut, pada hari Senin kemarin telah mengatakan bahwa, masih terlalu dini untuk membicarakan tentang pertemuan darurat OPEC. Kondisi tersebut yang telah memacu keadaan dimana sehingga para pelaku pasar mulai kembali mempertimbangkan faktor masih tingginya suplai minyak mentah global.

Gerak nilai harga minyak berjangka Amerika dilaporkan telah menghentikan rally 4-sesi beruntun. Gerak nilai harga minyak berjangka Amerika telah berbalik anjlok lebih dari 6% pada awal pekan ini. Hal tersebut terjadi, setelah permintaan untuk minyak juga tergerus oleh musim dingin yang lebih ringan, dengan proyeksi cuaca terbaru yang menunjukkan suhu udara lebih hangat sampai pertengahan Februari menghantarkan minyak pemanas berjangka Amerika turun 5%.

Hal tersebut terjadi juga karena didukung oleh kondisi, setelah rilis data ekonomi China yang lemah. Selain itu, factor pendukung gerak pelemahan gerak nilai harga minyak berjangka Amerika lainnya adalah, dengan adanya pernyataan petinggi OPEC yang menyurutkan harapan akan adanya pertemuan darurat untuk membendung penurunan harga.

Dilaporkan bahwa sektor manufaktur China telah mengalami kontraksi pada laju tercepat sejak 2012 di bulan Januari. Kondisi tersebut telah semakin memperburuk asumsi para pelaku pasar. Para pelaku pasar yang kekhawatiran tentang permintaan dari ekonomi terbesar ke-2 di dunia, di tengah kondisi pasar yang telah tertekan oleh kelebihan pasokan.

 

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Mata Uang USD Kembali Menggeliat

Pada sesi perdaganga di hari Kamis (23/ 10/ 2014) ini, apresiasi mata uang USD diperdagangkan menguat hampir pada semua major currencies. Pengauatan apresiasi mata uang USD ini karena menjelang data

Berita 0 Comments

Mata Uang USD Masihkah Akan Terkoreksi Lagi?

Mata uang USD kembali melemah di perdagangan awal Senin, 15/ 07/ 2013). Perlemahan terjadi setelah sepanjang minggu lalu mengalami kemerosotan di tengah meredanya kekhawatiran terhadap pengurangan stimulus moneter Amerika Serikat.

Fundamental 0 Comments

USD Respons Negatif Apresiasi Major Jelang Persiapan Rilis Data Amerika

Mata uang USD diperdagangkan melemah terhadap mata uang yen setelah diterpa aksi profit taking setelah menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir, mejelang dirilisnya data-data ekonomi penting Amerika. USD menyentuh

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image