Yen Terpakasa Harus Tertekan Greenback, Langkah Pelaku Pasar Sebabkan Minyak Terjerembab

0a0y01e8710Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen terpaksa memangkas gerak penguatan untuk kembali diperdagangkan flat terhadap Greenback pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Hal tersebut terjadi, setelah Reuters memberitakan jika Bank of Japan (BoJ), di bawah tekanan dari pemerintah Jepang, tengah mempertimbangkan langkah-langkah spesifik untuk memperluas stimulus moneter sebagai upaya mengatasi tanda-tanda pelemahan inflasi.

Ekspektasi para pelaku pasar atas stimulus lebih lanjut di Jepang telah mendominasi perdagangan dalam beberapa minggu terakhir, dengan volatilitas gerak nilai apresiasi mata uang Yen terlihat cenderung meningkat menjelang pengumuman kebijakan pihak BoJ pada hari Jumat. Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah sempat terpantau diperdagangkan hanya sekitar 0,01% lebih tinggi di kisaran level $105.40 setelah sempat menyentuh level terendah intraday di $104.47.

Gerak nilai harga saham Amerika dilaporkan telah berakhir mixed pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Kamis. Hal tersebut terjadi, di tengah adanya pergerakan penurunan dari gerak nilai harga komoditas minyak, karena para pelaku pasar mengalihkan fokus mereka dari earnings Ford yang mengecewakan ke laporan pendapatan Alphabet dan Amazon.

Gerak nilai harga saham perusahaan Ford Motor Co. dilaporkan telah terkoreksi melemah, bergerak anjlok sekitar 9,65%. Hal tersebut terjadi, setelah perusahaan tersebut melaporkan laba yang lebih rendah dari perkiraan.

Pihak berwenang dari perusahaan Ford Motor Co. mengatakan bahwa, jika pemulihan di sektor industri otomotif Amerika telah berakhir. Kondisi tersebut dimana yang turut menempatkan gerak nilai harga saham produsen mobil lainnya di bawah tekanan.

Juga dilaporkan bahwa, gerak nilai harga saham Amazon.com dan induk perusahaan Google, Alphabet, telah mencatatkan angka penguatan. Hal tersebut terjadi, seiring langkah dari para pelaku pasar yang mengantisipasi earnings kuartalan ke-2 raksasa teknologi itu yang dirilis setelah bel penutupan perdagangan.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average dilaporkan telah ditutup sekitar 0,09% lebih rendah di level harga 18456.35. Dalam bluechips indeks saham DJIA, kinerja terlemah diperlihatkan oleh gerak nilai harga saham perusahaan Boeing.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah bergerak menguat. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 telah bergerak menguat naik sekitar 0,16% dengan ditutup di kisaran level harga 2170.06, dengan sektor kebutuhan konsumen memimpin 7 sektor lainnya beranjak lebih tinggi.

Juga telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite telah ditutup dalam kondisi menguat. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite dilaporkan telah ditutup dengan berakhir naik sekitar 0,30% di kisaran level harga 5154.98.

Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan telah bergerak melemah hampir sekitar 2% pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan telah menyentuh level terendah baru dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Hal tersebut terjadi atas gerak nilai harga komoditas minyak, setelah adanya kenaikan stok cadangan terbaru di hub pengantaran untuk minyak mentah berjangka Amerika. Kondisi tersebut telah meningkatkan kekhawatiran para pelaku pasar bahwa para produsen memompa lebih banyak daripada yang diperlukan.

Dilaporkan bahwa kontrak dari gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI telah tampak memasuki area teknis bearish di $41.29 US/ barel, setelah turun setidaknya 20% dari level tertinggi intraday 2016 di $51.67. Gerak nilai harga komoditas minyak Amerika berakhir turun sebesar 78 sen, atau sekitar 1.86%, di kisaran level harga $41.14 US/ barel, dan terakhir terlihat turun sebesar 84 sen, atau sekitar 1.98%, di kisaran harga $41.09, setelah menyentuh level terendah sesi di $41.02.

Gerak nilai harga komoditas minyak minyak Brent dilaporkan telah pula terkoreksi melemah. Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan telah bergerak melemah, turun sebesar 80 sen, atau sekitar 1.84%, di kisaran level harga $42.67 US/ barel.

Kedua harga minyak patokan tersebut, menyentuh level terendah multi bulanan pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu lalu. Hal tersebut terjadi, setelah rilis data oleh pihak berwenang dari pemerintah Amerika telah menunjukkan adanya kenaikan mengejutkan di dalam cadangan minyak mentah dan bensin. Kenaikan tersebut menambah produk minyak suling yang sudah cukup banyak membanjiri pasar di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi yang telah memperburuk outlook untuk permintaan.
.
.

About author

You might also like

Minyak Merangkak Naik, Gerak Euro Tunggu ECB

Gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, tampak masih berat dan dalam tekanan yang kuat. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Euro pada sesi

Berita 0 Comments

USD Diperkirakan Segera Terkoreksi Pasar

Pergerakan indeks USD hari Rabu (27 November 2013) bergerak turun, dan mata uang tersebut terpantau didesak mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 80.62 di awal perdagangan. Harga bergerak sekitar

Komoditas 0 Comments

FOMC Semalam Mengumumkan Pemotongan Program Pembelian Obligasi

Pada sesi pasar Asia hari Kamis (18/ 09/ 2014) pagi ini, bursa komoditi emas telah jatuh lebih dalam. Hal ini karena prospek kenaikan suku bunga The Fed tahun 2015 membebani

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image