Yen Tertekan, USD Mengalami Koreksi Pasar

Yen Tertekan, USD Mengalami Koreksi Pasar

safe_imagePada pergerakan harga mata uang di sesi asia hari Jum’at ini, 22 November 2013, mata uang USD secara umum menunjukkan pergerakan naik terhadap beberapa mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 80.95 di awal perdagangan. Indeks mata uang tersebut telah menguat sekitar 11 pips atau sekitar 0.13 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 81.06. Menjelang laporan dari Bureau of Labor Statistics Amerika yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai tenaga kerja, mata uang USD nampak memperoleh sedikit tenaga untuk menguat.

Para pelaku pasar menduga adanya perkembangan positif pada sektor ini. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa indikator JOLTS Job Openings dapat menunjukkan kinerja yang menguntungkan dan diharapkan mengalami peningkatan ke angka 3.89M dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 3.88M. Mata uang USD tercatat bergerak menguat merespon dini perkembangan tersebut. Diperkirakan bahwa nilai mata uang USD bila berada pada range normal, indeks USD pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 80.51 dan level resistance pada kisaran 81.34. Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, indeks USD berada pola Descending Triangle. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum dan memasuki fase pembentukan bullish baru. Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa indeks USD berada pada Channeling Up. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan memasuki fase akhir bearish minor. Terhadap yen, mata uang ini menyentuh level terendah dalam empat bulan seiring gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa dia akan melakukan yang terbaik untuk membatasi kenaikan imbal hasil dalam jangka panjang. Mata uang yen berada pada jalur pelemahan mingguan terpanjang terhadap dollar sejak bulan Februari seiring yield aset Jepang turun ke level terendah dalam dua bulan terhadap USD. Dari zona eropa dilaporkan bahwa apresiasi cross mata uang euro mencapai level tertinggi dalam empat tahun terhadap mata uang yen sebelum para pejabat Bank Sentral Eropa termasuk presiden Mario Draghi berpidato pada hari ini. Gubernur Bank Sentral Australia Glenn Stevens mengatakan bahwa pembuat kebijakan “berpikiran terbuka” tentang intervensi untuk melemahkan Aussie, mendorong mata uang negeri tersebut turun untuk pekan keliman beruntun. “Tentu saja, sikap kebijakan BoJ seharusnya bekerja untuk melemahkan yen. Tingginya yield di Amerika tentu akan menarik keluar arus modal dari Jepang, di mana BOJ masih pertahankan laju kecepatan QE-nya, dan berikan setiap indikasi bahwa mereka akan terus melakukan itu,” tambahnya, mengacu pada program stimulus yang di kenal dengan nama pelonggaran kuantitatif,” kata Sean Callow, analis mata uang senior di Westpac Banking Corp. Namun, mata uang USD terkoreksi oleh adanya rilis data, terutama koreksi terjadi atas apresiasinya terhadap mata uang Swiss. Mata uang USD terpantau menerima sentimen negatif dari pasar, setelah Federal Reserve Bank of Philadelphia menyampaikan kepada publik bahwa kinerja sektor manufaktur di wilayah Philadelphia mengalami pelemahan. Perkembangan itu ditunjukkan dengan adanya penurunan pada indikator fundamental ekonomi Philly Fed Manufacturing Index yang melemah ke angka 6.5 dari nilai periode lalu yaitu 19.8. Adanya laporan negatif tersebut menunjukkan kinerja yang lebih buruk dari harapan para pelaku pasar, yang memperkirakan akan hanya akan turun ke angka 15.8.

Pergerakan mata uang USD pada perdagangan forex hari ini (22/ 11/ 2013) terpantau menunjukkan pergerakan turun. Mata uang tersebut dibuka di kisaran 0.9163 di awal perdagangan kemudian turun sekitar -22 pips atau sekitar -0.24 % dan nilai bergulir terpantau berada di kisaran 0.9141. Apresiasi mata uang USD/ CHF terpantau bergerak melemah merespon perkembangan tersebut. Diperkirakan bahwa range normal pergerakan apresiasi USD/ CHF pada hari ini akan memiliki level support pada kisaran 0.9097 dan level resistance pada kisaran 0.9208.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

USD Sementara Masih Akan Terkoreksi Valuta Major

USD mengalami koreksi atas apresiasinya dari berbagai mata uang major. Secara fundamental, kondisi Amerika yang cenderung kondusif masih dilihat oleh pasar merupakan valuta aman. Meski demikian, valuta yang lain dengan

Komoditas 0 Comments

Pengaruh Besar Isu Geopolitik Warnai Pergerakan Bursa Dunia

Untuk kali pertama tahun ini, isu geopolitik berpengaruh sangat besar terhadap peta pergerakan harga produk keuangan dunia. Mulai dari saham sampai komoditi, prospeknya sangat tergantung pada kepastian perang antara kubu

Forex News 0 Comments

Euro Bertahan Guna Uji Dibawah 1.30

Seorang analis memberikan gambarannya: “untuk sinyak bullish jangka pendek, pandangan lebih besar telah membuka sinyal bearish dengan angka 1.3150 saat ini sebagai level kunci yang harus diawasi apabila terjadi pemulihan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image