Yuan Belum Layak Jadi Alat Tukar Internasional, Koreksi USD Kembali Untungkan Emas

946059_644074825642839_65381070_nPada sesi perdagangan pasar hari Rabu ( 03/ 06/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas diperdagangkan dengan nilai lebih tinggi setelah dirilisnya data PDB Australia pada pagi ini, ketika perhatian pasar masih terfokus pada hasil perbincangan hutang negara Yunani. Gerak harga emas dilaporkan telah diperdagangkan naik sejak awal sesi perdagangan di pekan ini. Gerak harga emas dilaporkan telah mencatatkan angka keuntungan tipis namun stabil pada kisaran positif ditengah langkah spekulasi para pelaku pasar yang melihat bahwa kenaikan suku bunga Amerika akan dilakukan pada akhir kuartal ke tiga tahun ini. Gerak harga emas mulai bergerak menguat saat mulai memasuki sesi perdagangan pasar Amerika semalam setelah sebelumnya diperdagangkan secara flat selama sesi perdagangan pasar Asia dalam dua sesi perdagangan di pekan ini.

Sebagian besar para pelaku pasar bersikap waspada dan lebih berhati-hati dalam menimbang keuntungan tetap stabil dan moderat sampai menunggu hasil rilis data ekonomi Amerika. Laporan data ekonomi yang saat ini ditunggu oleh para pelaku pasar adalah rilis data pengangguran di wilayah Amerika yang akan dirilis pada malam nanti atau pada sesi perdagangan pasar Amerika . Pada sesi perdagangan pasar Amerika semalam, gerak harga emas mencoba diperdagangkan lebih tinggi namun dengan volatilitas pasar yang kecil meskipun kondisinya yang terjadi saat itu adalah gerak nilai indeks mata uang USD terkoreksi dan bergerak anjlok hingga 150 poin lebih. Indeks mata uang USD dilaporkan dtutup turun sebanyak 152 poin atau 1.58% berakhir pada level 95.97. Gerak nilai indeks mata uang USD dilaporkan sempat diperdagangkan hingga setinggi 97.58 dan serendah 95.72. Mata uang USD terkoreksi melemah anjlok menyusul adanya informasi tentang kemajuan kesepakatan yang dibuat oleh pada kreditur international dan negara Yunani dalam konteks penyelesaian krisis hutang negeri tersebut.

Gerak harga emas dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan Selasa (02/ 06/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $3.90 US atau 0.33% dengan gerak harga berakhir pada level $1,193.20 US/ troy ons. Gerak harga emas dilaporkan sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,196.220 US dan serendah $1,185.860 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan nilai kerugian sebesar $14.77 US atau 1.23%. Dilaporkan mengenai gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange kontrak Agustus telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Selasa (02/ 06/ 2015) kemarin dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $5.70 US atau 0.50% dengan gerak harga berakhir pada level $1,194.400 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan nilai kerugian sebesar $14.20 US atau 1.18%. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (03/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, Setelah Libur memperingati Hari Raya Waisak kemarin harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) tetap di angka Rp 553.000/gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam juga tetap senilai Rp 499.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (03/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 256.800.000, pecahan 250 gram - Rp 128.500.000, pecahan 100 gram - Rp 51.450.000, pecahan 50 gram - Rp 25.750.000, pecahan 25 gram - Rp 12.900.000, pecahan 10 gram - Rp 5.190.000, pecahan 5 gram - Rp 2.620.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 553.000. Gerak harga perak berjangka juga dilaporkan telah diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 0.07% di level $16.788 US/ troy ons. Gerak harga perak pada sesi perdagangan pasar pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level $16.748 US untuk sesi terendah harian dan level $16.788 US untuk sesi tertinggi harian.

Masuk pada pembahasan mengenai perkembangan gerak harga minyak, telah dilaporkan bahwa gerak harga minyak berjangka pada sesi perdagangan pasar hari Rabu ( 03/ 06/ 2015) ini, diperdagangkan lebih rendah. Hal ini terjadi karena para pelaku pasar tengah dalam kondisi wait and see, menjelang akan dirilisnya laporan resmi pemerintah mengenai pasokan minyak Amerika nanti malam. Saat ini perhatian para pelaku pasar energi pada tengah tertuju kepada sebuah laporan resmi pasokan minyak mentah Amerika dari pihak Energy Information Administration. Diperkirakan oleh para pelaku pasar bahwa stock persediaan minyak mentah Amerika akan mengalami penurunan sebanyak 1.9 juta barel dari pekan lalu. Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu ( 03/ 06/ 2015) ini, telah dilaporkan bahwa di New York Mercantile Exchange, gerak harga minyak West Texas Intermediate pengiriman Juli diperdagangkan lebih rendah 0.66% di level $60.86 US/ barel. Sejak sesi perdagangan pasar pagi ini, harga minyak WTI telah bergerak menyentuh level $60.83 US untuk sesi terendah harian dan level $61.25 US untuk sesi tertinggi harian. Dilaporkan juga untuk minyak premium Eropa, Brent Oil pengiriman Juli telah diperdagangkan lebih rendah 0.68% di level $65.08 US/ barel di ICE Future Europe exchange yang berbasis di London. Pergerakan harga minyak premium Eropa telah terpantau bergerak menyentuh level $65.08 US untuk sesi terendah harian dan level $65.56 US untuk sesi tertinggi harian.

Mengenai perdagangan mata uang, dilaporkan bahwa mata uang Australia, atau yang lebih dikenal dengan istilah Aussie, melanjutkan gerak penguatan nilai apresiasinnya setelah perekonomiannya di kuartal pertama mampu bertumbuh melebihi ekspektasi pasar. Produk Domestik Bruto atau GDP Australia di kuartal pertama naik menjadi 0,9%, lebih tinggi dari ekspektasi 0,7% serta peningkatan 0,5% di kuartal akhir tahun lalu. Dilaporkan bahwa nilai GDP tahunan Australia juga mengungguli ekspektasi 2,1%, dilaporkan naik 2,3% di kuartal pertama. Meskipun secara keseluruhan kejutan dari Australia ini bernilai positif dan mampu menceriakan pasar keuangan di sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (03/ 06/ 2015) ini, namun ternyata tingkat pemasukan rumah tangga di Australia dilaporkan hanya naik 0,1% di kuartal pertama dan flat sepanjang tahun lalu. Hal ini artinya, bahwa secara finansial warga Australia belum bisa dengan secara leluasa membelanjakan hasil pendapatannya. Pemulihan pereknoomian yang masih terbatas ini telah menjadi perhatian Glenn Stevens, gubernur RBA. Setelah usai memaparkan laporan mengenai tindakan RBA mempertahankan suku bunga di rekor terendah, kemarin Glenn Stevens telah mengatakan juga bahwa perekonomian Australia mulai bertumbuh namun masih berada di bawah rata-rata. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang AUD/ USD telah diperdagangkan di level 0.7791, dekat level tertinggi harian 0.7817 dengan level terendah harian 0.7755.

Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu ( 03/ 06/ 2015) ini, nilai apresiasi mata uang USD terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan melemah karena meningkatnya aktifitas jasa di wilayah Jepang. Dalam berlangsungnya sesi perdagangan pasar Asia, nilai paresiasi mata uang USD/ JPY tercatat bergerak melemah sekitar 0.10% di level 124.00. Nilai apresiasi kedua mata uang major ini telah bergerak dan menyentuh menyentuh level 123.86 untuk sesi terendah harian dan level 124.24 untuk sesi tertinggi harian. Mata uang negeri Jepang, Yen, mendapat dukungan positif untuk menguat nilai paresiasinya terhadap mata uang USD setelah terjadinya peningkatan aktifitas jasa di wilayah Jepang. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Markit Economics telah menyatakan bahwa PMI jasa di wilayah Jepang mengalami kenaikan yang disesuaikan secara musiman menjadi 51.6 di bulan Mei dari 51.3 di bulan April.

Mengenai perkembangan perdagangan mata uang zona Eropa, dilaporkan bahwa mata uang Euro telah bergerak menguat tajam nilai cross currency - nya ke level tertingginya dalam 3 minggu terakhir terhadap mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, yang telah terjadi pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (02/ 06/ 2015) kemarin. Hal ini terjadi karena adanya optimisme kesepakatan bailout Yunani untuk menghindari default pinjaman pada kreditur internasional. Para kreditur Yunani hampir merampungkan draft perjanjian dengan pemerintahan sayap kiri Athena, menambah momentum baru negosiasi yang berlarut-larut untuk mengucurkan dana talangan. Namun Jeroen Dijsselbloem, Kepala Eurogroup, telah menyatakan bahwa secara teori masih belum memungkinkan bagi kreditur untuk memberikan dukungan jika diskusi reformasi ekonomi masih belum dapat disepakati, sehingga memicu koreksi mata uang Euro dari level tingginya. Nilai apresiasi mata uang Euro dilaporkan juga telah mampu bergerak melambung terhadap mata uang USD setelah dilaporkannya data inflasi yang naik melampaui estimasi para pelaku pasar sehingga tembus diatas level 1.1010, dan memicu automatic order untuk membatasi loss bagi para pelaku pasar yang berspekulasi atas gerak penguatan nilai apresiasi mata uang EUR/ USD.
Menengok kondisi perkembangan ekonomi dan langkah kebijakan negara China, dilaporkan bahwa pemerintah China sedang giat mempromosikan mata uang Yuan untuk menjadi salah satu alat tukar utama dalam sistem perdagangan dunia. Walaupun upaya itu mulai membuahkan hasil, ada beberapa pihak yang tidak yakin kalau status mata uang Yuan tersebut, akan bisa meningkat sebagai mata uang untuk kegiatan ekspor impor. Salah satu orang yang menilai bahwa mata uang Yuan masih belum siap untuk ‘go international’ adalah Ben S. Bernanke. Mantan orang nomor satu di Federal Reserve Bank Amerika Serikat ini menganggap bahwa pemerintah negara China terlalu memaksakan mata uangnya untuk jadi valuta transaksi perdagangan internasional. “Ekonomi yang kuat saja belum cukup. China masih perlu melakukan banyak hal,” kata Ben S. Bernanke kepada CNN. Beberapa hal yang dimaksud olehnya antara lain me-liberalisasi neraca modal, mengubah rejim perdagangan dan memperdalam pasar obligasi dan aset lainnya. Salah satu poin yang menjadi bahan kritikan adalah kebijakan mata uang yang dianut oleh China. Bank sentral Negara Tirai Bambu tersebut sampai sekarang masih mematok pergerakan kursnya setiap hari sehingga nilai mata uang Yuan menjadi tidak likuid. Pemerintah China juga dituding sengaja memperlemah nilai tukar mata uangnya karena hal itu menguntungkan bagi pelaku ekspor dan menambah pemasukan dari sektor perdagangan. Sebenarnya niat pemerintah China untuk menjadikan mata uangnya sebagai salah satu valuta perdagangan terpenting dunia mulai membuahkan hasil. Mata uang Yuan kini merupakan mata uang yang paling banyak dipakai dalam transaksi perdagangan dengan Taiwan menggeser posisi mata uang Yen dan HKD. Pemerintah dan perusahaan di China memang mempromosikan penggunaan mata uang Yuan sebagai alat tukar dalam transaksi ekspor impornya. Kini sebanyak 31% pembayaran kerjasama perdagangan memakai mata uang Yuan, atau jauh meningkat dari hanya 7% pada tiga tahun silam, demikian menurut data dari World Interbank Financial Telecommunication. Sejalan dengan makin meningkatnya kerjasama langsung dengan China dan Hong Kong, mata uang Yuan lebih sering dipakai sebagai satuan tukar. Pemerintah China rajin memfasilitasi penggunaan mata uangnya dengan membuka pusat kliring di seluruh dunia, menandatangani perjanjian currency swap dan mematok kuota investasi asing. Untuk mengakomodasi besarnya transaksi antara kedua wilayah, China membangun 4 pusat kliring baru guna mempermudah transaksi. Selain Kanada, Yuan menguasai 50% pembayaran ekspor impor antara China, Singapura, Taiwan, Korea Selatan serta Filipina. Sejak tahun 2012, sebanyak 26 negara sudah memakai mata uang Yuan sebagai mata uang pembayaran langsung ke negara China dan Hong Kong. Namun secara global, mata uang ini masih berada di posisi 5 dalam daftar valuta yang paling sering dipakai dalam pembayaran di seluruh dunia dengan persentase hanya 2%.

Memasuki sesi perdagangan pasar hari Rabu ( 03/ 06/ 2015) ini, para pelaku pasar yang berkecimpung dengan gerak harga emas dan perdagangan pasar global akan terus terfokus perhatiannya pada krisis hutang Negara Yunani yang diperkirakan akan terus membaik dan pemerintah akan bertemu dengan dewan zona Eropa hari ini di kota Berlin, Jerman. Saat memasuki sesi perdagangan pasar Amerika malam nanti, data ADP Employment Amerika akan menjadi fokus perhatian para pelaku pasar.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Pelaku Pasar Masih Fokus Atas China, Gerak Harga Minyak Terkoreksi

Gerak nilai saham Asia bergerak secara negatif pada awal sesi perdagangan pasar hari Kamis (10/ 09/ 2015)ini. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar yang tengah mencerna beberapa data ekonomi

Fundamental 0 Comments

USD Berkibar, Emas Terpuruk Pada Sesi Akhir Pasar Minggu Lalu

Pada sesi perdagangan di akhir pekan lalu, gerak harga emas tercatat bergerak melemah , turun lebih dari $ 30 US/ ons . Hal ini terjadi setelah rilis data tenaga kerja

Berita 0 Comments

Banyak Instrumen Pasar Terkoreksi, Sesi Pasar Asia Sepi

Dilaporkan bahwa indeks saham Jepang, Nikkei225, nilainya bergerak menguat untuk pertama kalinya sejak empat hari pada sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis (03/ 09/ 2014) ini. Hal tersebut terjadi seiring

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image