Yunani Pilih ‘No”, Market Amerika Siap “On”, Emas dan Minyak Bearish di Sesi Asia

11026158_10153350610101291_7179706087148411607_nGerak harga emas dilaporkan telah dibuka dengan kondisi gerak harga mengalami gap-up pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (06/ 07/ 2015) pagi ini. Hal ini terjadi karena gerak harga emas tengah merespon atas hasil Referendum pemerintahan Yunani yang menunjukkan bawah 61% pemilih memutuskan “No” untuk paket bailout dari kreditur international dan membawa spekulasi bahwa Yunani akan segera Keluar dari Uni Eropa.

Seketika setelah berita dirilis, gerak harga emas cukup diuntungkan dengan hasil kabar tersebut namun kembali bergerak lebih rendah menutup gap pagi ini, dan berpotensi cenderung bergerak tidak terlalu tinggi karena mata uang USD masih menjadi penghambat utama keuntungan gerak harga emas yang seharusnya menerima aliran safe-haven ketika kondisi politik Yunani tidak stabil. Pada sesi perdagangan pasar Asia pagi ini, telah dirilis kabar mengejutkan datang dari hasil referendum Yunani yang menghasilkan 61% pemilih yang telah memilih “No” untuk bailout Yunani dan mengisyaratkan bahwa Yunani akan keluar dari kesatuan Uni Eropa. Gerak harga emas cenderung diperdagangkan flat selama sesi perdagangan pasar hari Jum’at minggu lalu karena pasar Amerika ditutup selama sesi perdagangan berlangsung dalam rangka “Independet Day”.

Gerak harga emas masih berada dalam pola konsolidasi setelah terpukul mundur tajam akibat kekacauan keuangan din di Yunani. Data tenaga kerja Amerika Serikat yang tidak terlalu kuat pada bulan Juni lalu memberikan tahanan terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga acuan di bulan September. Akan tetapi pada perdagangan Jumat malam hingga Sabtu dini hari tidak ada arahan jelas yang muncul dari pasar emas. Data yang telah dirilis pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Kamis lalu telah menunjukkan bahwa data nonfarm payrolls di bulan Juni lalu meningkatn 223 ribu orang. Angka ini berada di bawah ekspektasi lalu. Pertumbuhan payrolls di bulan April dan Mei lalu juga direvisi turun. Setidaknya 432 ribu orang dikabarkan keluar dari pasar tenaga kerja.

Hingga penutupan sesi perdagangan pasar Eropa di minggu lalu, gerak harga emas spot dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Jum’at (03/ 07/ 2015), dengan keuntungan sebesar $2.55 US atau 0.22% berakhir pada level $1,168.550 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,170.080 US dan serendah $1,168.610 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $8.500 US atau 0.72%. Gerak harga telah turun sekitar $25.30 US atau 2.13% selama periode Juni. Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis lalu, gerak harga emas berjangka kontrak Agustus di Divisi Comex New York Mercantile Exchange dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan dengan kerugian sebesar $2.50 US atau 0.20% dengan berakhir pada level $1,169.30 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $28.80 US atau 2.45%.

Memasuki sesi perdagangan pasar di hari Senin (06/ 07/ 2015) ini, gerak harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada volatilitas pasar yang cukup besar. Hal ini dipertimbangkan karena mengingat bahwa sesi perdagangan pasar Amerika akan kembali dibuka nanti, setelah libur panjang pada minggu lalu. Pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (06/ 07/ 2015) ini, gerak harga emas berpotensi mencoba bergerak ke level resistance $ 1.175 US/ troy ons. Jika gerak harga berhasil mencapai level harga tersebut, maka gerak harga emaas berpotensi melanjutkan gerak peningkatannya lagi menuju ke level $ 1.180 US. Apabila yang terjadi aadalah pergerakan harga melemah maka gerak harga akan mencoba ke level support pada $ 1.160 US. Jika berhasil maka gerak harga akan melanjutkan pelemahan ke level $ 1.155 US. Trend gerak harga bearish masih tampak kuat di perdagangan komoditas emas. Kemungkinan gerak kenaikan suku bunga acuan di Amerika masih menjadi fokus para pelaku pasar global.

Menilik pada pergerakan nilai apresiasi mata uang, telah dilaporkan bahwa pergerakan nilai apresiasi mata uang Euro dibuka melemah tajam pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (06/ 07/ 2015) ini. Sedangkan gerak nilai apresiasi mata uang yang oleh para pelaku pasar dianggap sebagai safe-haven saat ini, yaitu mata uang Jepang, Yen, dilaporkan telah bergerak secara rally. Kondisi ini tentunya tidak lepas dari kondisi terkini, yakni merespons atas kondisi dari negara Yunani yang telah default dan pada hari Minggu melakukan poling pada masyarakat dan memilih untuk menolak syarat bailout.

Tentunya pilihan penolakan ini telah membuat negaranya mendekat kepada kehancuran sektor keuangan Dan hancurnya sector keuangan tentu saja dapat memecahkan status negara Yunani dari zona Euro. Resiko Grexit telah naik tajam, dan saat ini merupakan skenario yang paling mungkin terjadi pasca referendum. Skenario lainnya adalah, yang mungkin terjadi jika ada kesepakatan baru masih memilki peluang hampir sebesar 50%. Negara Prancis serta Jerman telah mengusulkan adanya pertemuan darurat petinggi zona Euro untuk mendiskusikan hasil referendum Yunani yang mengejutkan tersebut. Sementara itu pihak ECB kemungkinan akan mempertahankan dana bantuan darurat untuk perbankan Yunani pada level saat ini, menurut sumber dekat. Diperkirakan bahwa pihak ECB kemungkinan akan terus membuka diri hingga mendapat kejelasan dari pemimpin politik. Pasar saat ini gerak mata uang maupun kebijakan masih berada dalam periode ketidakpasian dan negosiasi yang berkepanjangan, tambahnya.

Telah dilaporkan bahwa mata uang CAD melemah tipis terhadap mata uang USD mengikuti penurunan gerak harga minyak mentah. Meskipun demikian, Mata uang USD yang masih dibayangi data Non Farm Payroll yang lemah dapat membatasi pelemahan CAD. Minyak mentah, yang menjadi ekspor utama Kanada, masih dibayangi laporan penambahan jumlah rig aktif di Amerika pada pekan lalu.

Peningkatan jumlah rig minyak diartikan sebagai peningkatan aktivitas sektor energi Amerika yang dikhawatirkan dapat menambahkan produksinya dalam persediaan pasar minyak global yang sudah jenuh. Loonie melemah 2% terhadap mata uang USD untuk pekan ini. Hal ini dikarenakan data ekonomi domestik yang lemah dan buruknya performa perdagangan minyak mentah selama sepekan menjadi. Pasar mencemaskan Bank of Canada akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat setelah GDP riil Kanada turun 0,1% di bulan April, penurunan bulanan beruntun yang keempat. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD dilaporkan sempat diperdagangkan melemah tipis di level 1.2560, dengan level terendah harian 1.260 dan level tertinggi harian 1.2538.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Pernyataan Yellen telah Tersampaikan, Minyak Menguat Moderat

Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD dilaporkan telah tampak masih melanjutkan gerak penguatan. Gerak nilai apresiasi mata uang NZD/ USD dilaporkan telah sempat menyentuh 0,7326 sebelum kembali melemah beberapa

Berita 0 Comments

Poundsterling Alami Koreksi Teknikal Jelang Tutup Tahun

Pada perdagangan hari ini nilai tukar poundsterling terhadap dollar AS terpantau mengalami pergerakan koreksi terhadap dollar AS (31/12). Mata uang Inggris tersebut tampak masih berada dalam pola bullish kuat terhadap

CFD News 0 Comments

Aussie Terdongkrak Rilis Data China, Nikkei Melemah Akibat Gempa

Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat, gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, bergerak menguat atas Greenback. Penguatan gerak nilai apresiasi Aussie terjadi, setelah adanya

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image