Zona Eropa dan Global Imbas USD

Zona Eropa dan Global Imbas USD

184428_305890552845756_1195644722_nPada sesi hari Jumat siang apresiasi mata uang USD bergerak melemah terhadap sebagaian besar major currencies. Perlemahan apresiasi ini terjadi ditengah kakhawatiran para pelaku asar terhadap program kebijakan The Fed tentang kenaikan suku bunga di tahun 2015 mendatang. Indeks USD telah dilaporkan bergerak melemah sebesar 0.09% di level 85.58. Pada hari Kamis, dilaporkan bahwa indeks USD diperdagangkan pada level 85.12, turun sebesar 14 pips atau 0.16%. Pada sesi perdagangan hari Rabu (08/ 10/ 2014) lalu, indeks USD ditutup melemah sebesar 35 pips atau 0.41% berakhir pada 85.26, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi 85.92 dan serendah 85.18. Para pelaku pasar berestimasi bahwa, indeks USD diperkirakan akan terkoreksi dan meguji level support nya pada 84.80. Manfaatkan penurunan yang terjadi pada indeks USD untuk berspekulasi dipasar emas ataupun major currencies lain.

Dilaporkan bahwa pada sesi pasar semalam, bursa Wall Street ditutup melemah di tengah kekhawatiran perekonomian di zona eropa yang memperhatinkan dan bisa merugikan prkembangan bisnis perusahaan Amerika di luar negeri. Merebaknya kekhawatiran terhadap perekonomian global kembali memperburuk kinerja Wall Street semalam setelah buruknya data ekspor Jerman kemarin membuat para pelaku pasar menjadi kian cemas dengan ancaman resesi di zonaeropa. Sebelumnya telah dilaporkan bahwa data produksi industri dan tingkat permintaan sektor industri Jerman juga tercatat merosot. Akibatnya, ketakutan para pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi dunia langsung membuat sejumlah lantai bursa di kawasan eropa dan Amerika berjatuhan. Kondisi ini juga dialami dan terjadi di pasar China daratan hari ini. Dilaporkan bahwa, indeks utama Nikkei (N225) tercatat tumbang hingga (-1.43%) sekaligus tergerus hingga (-221.12) poin pada kisaran 15257.87 siang tadi. Hingga sesi siang di perdagangan akhir pekan hari Jumat (10/ 10/ 2014) ini, dilaporkan bahwa indeks Nikkei masih lemah, berada di kisaran negatif akibat aksi jual terus mewarnai lantai bursa setelah terimbas oleh koreksi tajam mitra utamanya Wall Street semalam. Dilaporka bahwa saham Mazda Motor Corp. (-2.5%), Nissan Motor Co dan Honda Motor Co., Ltd. masing-masing jatuh (-2.3%), serta saham Toyota Motor Corp. (-1.3%). Dari sektor finansial, saham bank Sumitomo Mitsui Financial Group, Inc tercatat (-2.9%), saham Dai-Ichi Life Insurance Company, Ltd. (-2.8%), dan saham broker Daiwa Securities Group Inc. (-2.5%). Saham semikonduktor Renesas Electronics Corp. (-2.8%), saham elektronik Panasonic Corp. (-2.5%), taipan telekomunikasi dan internet SoftBank Corp. (-2.4%), dan saham Sharp Corporation terpantau melemah 1.4%. Dilaporkan nilai apresiasi mata uang yen hari ini diperdagangkan pada kisaran 107.75 setelah menguat sampai level 107.terhadap mata uang USD. Kemarin dilaporkan bahwa mata uang yen tercatat menguat tajam hingga ke level 107.50. Dilaporkan mata uang yen Jepang berada di level tertinggi 3 apresiasinya minggu ini terhadap mata uang USD menuju penguatan mingguan pertama dalam 6 pekan terakhir. Apresiasi mata uang USD/ JPY telah pada kisaran 107.87 dengan level tertinggi harian 107.97 dan terendah 107.63. Permintaan mata uang yen yang dipandang sebagai safe haven cenderung meningkat jika terjadi ketidakpastian baik ekonomi maupun politik. International Monetary Fund, di awal pekan ini menurunkan proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,8% pada tahun 2015 dari proyeksi sebelumnya 4% akibat lemahnya ekonomi zona eropa dan negara berkembang. IMF juga mengatakan ada kemungkinan 1 dari 3 zona eropa akan kembali memasuki masa resesi. Kebijakan moneter Federal Reserve menegaskan hal tersebut, pejabat bank sentral Amerika dikatakan khawatir dengan pelambatan yang terjadi di zona eropa dan global yang dapat berimbas pada perekonomian Amerika. Nilai tukar mata uang yen yang kini berada di kisaran kuatnya dalam 3 pekan terakhir, juga turut membuat para pelaku pasar melakukan sentimen jual di lini eksportir. Dari zona eropa, walaupun kembali tertekan pada perdagangan hari ini, mata uang euro masih berpeluang mengakhiri penurunan dalam 12 minggu beruntun dan mencatat penguatan mingguan. Penguatan tajam di awal pekan cukup membawa mata uang euro bangkit dari level terendah dalam dua tahun terakhir. Apresiasi mata uang EUR/ USD tercatat telah diperdagangkan pada kisaran 1.2692 dengan level tertinggi harian 1.2714 dan terendah 1.6278, sementara level terendah pekan ini 1.2507 hari Jumat ini.

Para pelaku pasar sebaiknya memperhatikan pergerakkan dari indeks USD. Telah dilaporkan dari Departemen Tenaga Kerja Amerika bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun 1.000 menjadi 287 ribu dalam pekan yang berakhir 4 Oktober, atau hampir menuju tingkat terendah sejak sebelum masa resesi 2007-2009. Laporan lain yang turut dirilis, yaitu laporan dari Departemen Perdagangan Amerika. Departemen Perdagangan Amerika merilis laporan yang menyatakan bahwa persediaan barang distributor Amerika mengalami kenaikan sebesar 0.7% di bulan Agustus. Menguatnya kondisi ekonomi Amerika masih belum mampu menjadi penghambat gerak harga emas untuk bergerak ke atas pada malam hari ini, setelah hasil pertemuan The Fed di bulan September lalu telah dirilis pada Kamis dini hari tadi. Pada hasil laporan tersebut telah menunjukkan bahwa sebagian para pejabat resmi bank sentral percaya, jika mereka telah salah memperkiraan waktu jatuh tempo untuk kenaikan tingkat suku bunga di wilayah Amerika, dimana kenaikan suku bunga seharusnya bergerak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Laporan tersebut juga memperlihatkan kepada khalayak pelaku pasar bahwa The Fed telah memangkas proyeksi pertumbuhan dikarenakan menguatnya mata uang USD dan kekhawatiran atas pelemahan ekonomi global. Kekhawatiran dari para pelaku pasar akan pelambatan ekonomi global menopang kinerja minggu ini.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

USDJPY Lanjutkan Reli Sentuh Titik Tinggi 7-Tahun

Reli Dollar dan resiko penambahan stimulus Jepang menambah keyakinan para pelaku pasar bahwa mata uang Yen dapat melanjutkan pelemahan, sehingga memicu lonjakan USDJPY ke level tertinggi nya dalam 7 tahun

CFD News 0 Comments

Yen Terdongkrak Kondisi China dan Minyak, Pasar Ragukan Kesepakatan di OPEC

Gerak nilai apresiasi mata uang negara Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan masih tampil kokoh terhadap semua Major currencies. Hal tersebut terjadi, karena menjelang keputusan kebijakan dari Reserve Bank

CFD News 0 Comments

Kospi Masih Tampak Perkasa, Gerak Nilai Harga Minyak Menggeliat

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD telah terapresiasi oleh major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu. Hal tersebut terjadi, seiring ekspektasi para pelaku pasar atas

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image